
Kinar dan Helena saling bertatapan, mereka berdebat soal Rangga. Helen tidak mengaku kalah dengan Kinar. ia akan terus mengganggu rumah tangga Kinar dan Rangga.
"Kamu pikir kamu sudah menang dengan. mendapatkan kak Rangga? kamu salah selama aku masih hidup kamu tidak akan bisa mendapatkannya dengan muda"
"Aku begitu prihatin dengan kamu Helen, kenapa? karna kamu mengincar pria yang sudah berumah tangga bahkan kamu ingin merusaknya"
"Kenapa? kamu takut kalau aku merebut kak Rangga"
"Apa! takut? kamu pikir aku takut dengan dirimu, emang siapa kamu sehingga aku harus takut padamu"
"Aku adalah perusak rumah tanggamu"
"Terserah kamulah, aku malas ladenin orang gila seperti kamu" ucap Kinar dengan menatap Helen dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kinar yang merasa percuma berdebat dengan Helen, ia pergi meninggalkan Helena. namun Helena menghadang Kinar untuk pergi. Helen merasa belum puas berdebat dengan Kinar.
"Aku hanya ingin memperingatkanmu kalau suatu saat nanti kak Rangga akan datang mencariku dan akan meninggalkanmu"
"Aku akan menantikannya dan ingin melihat apakah kamu bisa merebut suamiku dari aku" ucap Kinar dengan melewati Helen yang ada di hadapannya.
Kinar berjalan dua langkah meninggalkan Helen, namun ia berhenti dan berbalik lagi kehadapan Helen.
"Aku ingin kamu tau, sejauh apapun kamu berjuang merebut suamiku semua itu akan sia-sia dan merugikanmu. karna kenapa?! dia begitu mencintai istrinya"
Helen tertawa mendengar apa yang Kinar katakan.
"Aku tidak peduli, selama aku hidup aku akan merebutnya darimu"
Kinar bertepuk tangan atas apa yang Helen katakan.
"Waw hebat juga kamu Helen, ternyata aku terlalu meremehkan mu dan membiarkan dirimu berkeliaran di dekat suamiku"
Kinar merapikan rambut Helena sambil tersenyum.
"Bahkan kamu tidak memiliki hak untuk suamiku tapi kamu begitu percaya diri ingin merebutnya dariku, ingat Helen selama dia masih suamiku, aku berhak berada disisinya dan aku juga berhak menjaga suamiku dan rumah tanggaku dari wanita sepertimu" ucap Kinar dengan meninggalkan Helen yang terdiam denga wajah memerah karna kesal.
Kinar melihat Rangga pergi keluar, dengan cemasnya Kinar mengejar suaminya.
"Sayang.." panggil Kinar
Rangga mendengar Kinar memanggilnya, ia menghentikan langkahnya dan berbalik. Kinar berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Ayo kita pulang sayang" ajak Rangga
"Baiklah"
Dalam perjalanan pulang Rangga hanya diam saja, kinar sesekali menatap suaminya. tanpa ragu-ragu Kinar mengenggam tangan suaminya. Rangga terbangun dari lamunannya ketika merasa tangannya di genggam.
Saat ini Kinar tidak berbicara banyak dan bertanya, ia tau apa yang suaminya pikirkan. Kinar tidak sengaja mendengar percakapan suaminya dan pendiri kampus. ia tidak menyangka pendiri kampus Setega itu menghancurkan perusahaan yang Rangga bangun sendirian hanya demi dirinya Rangga menolak syarat yang pendiri kampus ajukan.
Kinar terus mengenggam tangan suaminya.
Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggumu atau menghancurkan dirimu. aku yakin kamu bisa melakukannya untuk memulihkan perusahaanmu.
Frans sesekali menatap tuannya yang begitu terlihat banyak diam, Frans bisa menebak kalau malam ini tuannya banyak yang ia pikirkan dan hadapi.
Sesampainya di rumah mereka pergi membersihkan tubuh mereka lalu mengganti pakaian. setelah itu Kinar membaringkan tubuhnya, malam ini ia begitu capek setelah berdebat dengan Helena.
Rangga pergi keruang kerjanya, ia meninggalkan Kinar yang saat ini sedang tidur, padahal Kinar melakukannya dengan sengaja berpura-pura tidur.
Kinar merindukan Rangga yang dulu, tapi malam ini Rangga banyak diam bahkan ia hanya mencium kening istrinya lalu pergi.
Kinar menunggu Rangga berbagi cerita dengannya namun Rangga memilih memendam masalah yang ia hadapinya sendiri. Kinar menarik nafasnya mengingat apa yang terjadi di pesta tadi.
Kinarpun memberitahukan kalau dirinya tidak sengaja mendengar percakapan pendiri kampus dan suaminya. sampai akhirnya Frans mengatakan semua masalah Rangga, dan apa yang terjadi sebenarnya di kantor.
Setelah mengakhiri panggilannya dengan Frans, ia pergi ke ruang kerja melihat Rangga. Kinar melihat Rangga sedang tiduran di shofa yang ada di ruang kerjanya sambil meletakan lengannya di wajahnya sendiri.
Kinar menutup kembali pintu ruang kerja, ia membiarkan Rangga beristirahat di ruang kerjanya. Kinar kembali ke kamar, ia membaringkan tubuhnya dengan sendirinya mata Kinar mulai tertutup. merasa begitu Lela membuat Kinar tertidur dengan cepat.
Keesokan paginya Kinar terbangun dari tidurnya dan melihat saat ini Rangga memeluk Kinar dengan erat.
Kapan dia masuk kemari, kenapa aku tidak mengetahuinya. apa aku begitu terlelap sehingga tidak merasakan apa-apa.
"Kamu sudah bangun sayang"
"Iya"
"Biarkan aku memelukmu sebentar saja"
"Baiklah"
Kinar terus menatap wajah suaminya, yang saat ini Rangga masih dengan memejamkan matanya.kinar menyentuh pipi suaminya sambil tersenyum.
__ADS_1
Ketika Kinar beranjak dari tepat tidur. Rangga menahannya lagi.
"Biarkan seperti ini, aku menginginkannya"
"Baiklah, kamu bisa memelukku kapanpun kamu mau."
Rangga tersenyum kecil mendengar apa yang Kinar katakan. beberapa menit kemudian Rangga bangun setelah ia mencium dahi milik istrinya. Rangga pergi mandi dan bersiap-siap berangkat ke kantor.
Kinar mencoba mengajaknya untuk sarapan sekali lagi tapi Rangga menolaknya, Rangga hanya meminum susu saja dan tak lupa ia memeluk istrinya dan mencium dahinya.
Rangga begitu buru-buru berangkat ke kantor, dalam perjalanan Rangga tidak langsung ke kantor tapi ia langsung mendatangi kantor Beautiful. hari ini Rangga benar-benar berusaha setelah ia menolak mentah-mentah apa yang pendiri kampus katakan padanya.
Sejam menunggu seseorang datang menghampiri mereka, dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan.
Rangga dan Frans kagum melihat ruangan sang pengusaha beautiful ketika melihat begitu banyaknya piagam yang tertempel di ruangan kantor.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang yang saat ini duduk di hadapan Rangga yang di batasi oleh meja kerja
"Oh iya perkenalkan saya Rangga Wijaya dan ini sekretaris saya."
"Tuan Rangga email yang anda kirimkan kami sudah baca. dan apa yang tercantum kami menyetujuinya"
"Baiklah nona, ini berkasnya"
Wanita itu membaca semua berkas-berkas yang akan ia tanda tangani. namun sebelum mendatangani wanita itu menatap Rangga.
"Anda tau bagaimama dalam berbisnis, saya tidak ingin mendapatkan kekecewaan apalagi saat ini perusahaan anda bisa di katakan sudah hampir mendekati kata bangkrut"
"Saya akan berusaha memulihkan perusahaan saya, dan saya tidak akan mengecewakan anda nona"
"Baguslah, anda harus ingat apa yang saya katakan tuan Rangga."
Rangga tersenyum ketika melihat wanita itu mulai menanda tangani semua berkas bekerja sama.
"Terima kasih"
"Saya ingin anda membuktikannya tuan Rangga"
"Baiklah, saya akan berusaha."
"Senang bisa bekerja sama dengan anda" wanita itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
__ADS_1