
Semakin hari Rangga merasa frustasi karna permintaan sang istri yang aneh-aneh, kinar meminta Rangga untuk mencarikan mangga muda untuk dirinya, Kinar tidak mau jika orang lain yang mengambilnya. Kinar ingin agar suaminya mencari mangga dan memetiknya sendiri dari pohonnya.
Siang ini Rangga dan Frans mencari-cari mangga muda untuk Kinar, kemarin Rangga berhasil mendapatkan mangga tapi Kinar tidak mau memakan mangga itu karna mangga yang di ambil Rangga adalah mangga yang sudah setengah matang sedangkan Kinar menyuruh Rangga mencari mangga muda untuknya.
"Frans, berhenti"
Frans pun menghentikan mobil.
"Frans ada pohon mangga, kita harus mengambilnya"
"Kita harus mencari pemiliknya tuan baru di ambil"
"Ya sudah cepat kamu cari aku tunggu di sini saja menjaga mangganya jangan sampai ada yang ngambil" ucap Rangga yang berdiri dengan terus menatap mangga muda yang ada di pohonnya.
Frans mencari pemiliknya, setelah bertemu pemiliknya, Frans meminta mangga muda.
"Permisi Bu"
"Iya, ada yang bisa di bantu?"
"Apakah pohon mangga itu milik anda Bu?"
"Iya bener"
"Bolehkah saya meminta mangga mudanya Bu?"
"Boleh tuan, tapi gak ada orang yang mengambilnya"
"Gak apa-apa Bu, saya yang akan mengambilnya dengan memanjat pohonnya"
"Kamu yakin, karna pohonnya banyak semutnya"
"Iya gak apa-apa Bu"
"Ya sudah silahkan" ucap pemilik pohon mangga.
Frans pergi ke arah tuannya, ia menghampiri tuannya.
"Bagaimana Frans?" tanya Rangga
"Sudah tuan, mereka memberikan izin untuk kita mengambil mangga mudanya"
"Bagus Frans"
Frans dan Rangga belum bergerak untuk memanjat pohon mangga itu, karna Frans mengingat ucapan Kinar kalau Rangga harus mengambilnya dari pohon sendiri.
Sedangkan Rangga menunggu Frans memanjat karna Frans selalu melakukan apa yang tuannya inginkan.
Tiga puluh menit mereka berdiri saling berharap salah satu mereka memanjat mengambil mangga mudanya, Rangga akhirnya bicara melihat waktu terus berputar.
"Kamu kenapa hanya diam saja Frans, cepat ambilkan mangga mudanya" perintah Rangga
__ADS_1
"Bukannya tuan yang harus mengambilnya, kan tadi nona yang mengatakannya."
"Aku gak mau memanjat pohon Frans, kamu saja"
"Tapi tuan"
"Cepatlah Frans istriku sedang menunggu"
Mau gak mau Frans harus melakukannya karna demi tuannya dan nona Kinar dan juga tuan kecil yang belum lahir.
Frans mulai memanjat mengambil mangga muda, ia mulai memetiknya mangganya. beberapa buah mangga telah ia dapatkan sampai akhirnya Frans tak sengaja menyentuh tempat semut yang akhirnya semut itu keluar dari tempatnya dan mulai menggigit Frans.
Rangga yang sedang menunggu di bawah buah mangganya, Frans melemparkan mangganya karna sudah tidak tahan dengan serangan semut Frans melemparkannya sehingga Frans melemparkannya dengan menyentuh rumah semut yang jatuh bersamaan dengan mangga.
Rangga yang bersiap-bersiap menunggu di bawah dengan kedua tangannya untuk menangkap mangga yang jatuh. ia begitu bahagia ketika buah mangganya jatuh tepat di tangannya tapi ia tidak tau jika sarang semut jatuh bersama di tangannya.
Rangga yang mulai merasakan sesuatu yang menggigit, ia langsung membuka tangannya. betapa terkejut dirinya melihat sekumpulan semut di genggamnya yang sudah mulai berjalan dan menggigit tubuh Rangga.
"Sial, apa yang kamu berikan padaku Frans, kamu mau mati yaa" ucap Rangga dengan mulai mengeluarkan semut dari tubuhnya.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja" teriak Frans dengan menggaruk seluruh tubuhnya sampai akhirnya Frans terjatuh karna sudah tidak tahan lagi.
Ranggapun demikian, ia menggaruk seluruh tubuhnya karna gigitan semut. pemilik pohon mangga itu tertawa melihat Rangga dan Frans seperti sedang mengikuti lomba menggaruk. pemilik pohon mangga itu menahan tawanya.
Dalam perjalanan pulang Rangga dan Frans terus menggaruk tubuh mereka. dalam perjalanan tak terasa sudah hampir gelap, mereka seharian mencari buah mangga muda karna mereka sudah mencari seharian yang mereka dapatkan hanyalah buah mangga setengah matang dan itu membuat Kinar tidak memakannya karna kinar menginginkan buah mangga muda.
Sesampainya di rumah Rangga pergi mandi setelah menyerahkan buah mangga muda ke pembantunya agar membersihkan yang sebentar lagi Kinar memintahnya untuk di makan.
Rangga mulai membersihkan tubuhnya dengan melihat tubuhnya muncul bintul-bintul gigitan semut
Kinar yang mendengar Rangga yang sedang kesal, iaencoba memanggil suaminya.
"Sayang...sayang ada apa?"
"Gak ada apa-apa sayang"
"Benarkah sayang?"
"Iya, mangga yang kamu minta aku membawakannya" ucap Rangga di balik dinding kamar mandi dan kamar tidurnya.
"Aku mau kamu yang menyuapiku sayang"
"Baiklah, sebentar ya sayang"
Setelah selesai Rangga dan Kinar yang sudah siap-siap keluar dari kamar untuk makan mangga, tiba-tiba Kinar melihat tubuh Rangga memerah.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Kinar dengan memegang tubuh Rangga yang merah
"Gak apa-apa sayang"
"Beneran gak apa-apa? ini memerah sayang"
__ADS_1
"Itu hanya gigitan semut doang"
"Maaf ya sayang karna menyuruh kamu mengambilkan buah mangga muda. udah mangga mudanya"
"Gak apa-apa sayang, itu semua demi anak kita sayang" ucap Rangga dengan memeluk Kinar yang merasa bersalah.
Rangga menuntun Kinar keluar dari kamar menuju meja makan.
"Mangga yang kamu minta sudah di siapkan sayang" ucap Rangga
"Makasih sayang"
"Sama-sama sayang, apa sih yang gak buat anak kita. kamu menyuruhku mengambil pelangipun akan ku ambilkan"
"Benarkah sayang?" tanya Kinar dengan menatap Rangga.
Sayang aku hanya bercanda tolong jangan tanggapi dengan benar, mana ada pelangi ku ambil.
"Sayang benarkah?"
"Gak mungkin sayang, aku hanya bercanda" jawab Rangga dengan tertawa
"Aku pikir bener"
"Emang kamu mau ku bilkan apa sayang?"
"Awan sayang" jawab Kinar tanpa berpikir.
"Apa!! gak mungkin sayang"
"Kan kamu bilang bisa mengambilkan pelangi buat aku"
"Itu hanya sebagai pepatah saja sayang"
Rangga menyuapi Kinar makan mangga muda, tak terasa air liur Rangga terjatuh karna melihat Kinar memakan buah mangga muda.
"Sayang, kamu mau juga?" tanya Kinar
"Gak sayang, aku gak terlalu suka dengan mangga muda"
"Coba satu saja sayang, rasanya enak koq" ucap Kinar dengan memaksa Rangga.
Rangga yang mencoba menolak tapi sang istri selalu memaksanya sampai akhirnya ia pun memakannya dengan menggigit buah mangga muda dan di barengi dengan matanya tertutup karna mangganya begitu asam sehingga ia tidak tahan dengan harus menutup matanya.
"Buahahahaha..Sayang kamu lucu" ucap Kinar dengan tertawa melihat model Rangga ketika makan mangga muda sambil menutup matanya sebelah.
"Beneran sayang aku gak bohong ini asam banget, kamu gak boleh makan ini nanti anak kita kena sakit"
"Tapi aku hanya ingin makan mangga muda sayang"
"Tapi sayang"
__ADS_1
"Kumohon sayang, biarkan aku memakannya demi anak kita" bujuk Kinar karna Rangga suaminya tak mengizinkannya makan mangga muda karna asam.
Dan sampai akhirnya Rangga mengiyakan apa yang diminta oleh istrinya nanti.