Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 118


__ADS_3

Rangga merasa ada yang aneh dengan Kinar beberapa bulan ini, ia merasa kalau berat badan Kinar makin bertambah dan juga setiap ia mengajaknya untuk melakukan Kinar tidak pernah menolaknya bahkan dalam sebulan ini mereka melakukannya seminggu 3 kali. Rangga melakukannya seminggu 3 kali karena selama dua bulan ia pergi keluar kota menemani sang ayah untuk melihat proyek sekolah yang sedang di bangun di kota X.


Kinarpun merasa aneh kalau dirinya tidak seperti biasanya, sekarang ia tidak bisa banyak beraktivitas dirinya sering merasakan kecapean.


"Sayang...!" panggil Rangga dengan menatap Kinar yang sedang merapikan meja riasnya.


"Iya mas! ada apa ?" jawab Kinar dengan terus melanjutkan aktivitasnya.


"Aku merasa akhir-akhir ini berat badan kamu bertambah sayang"


"Benarkah?" tanya Kinar dengan terkejut. Kinar belum menyadari kalau berat badannya bartambah. sehingga ia langsung berdiri di depan cermin yang ada di hadapannya dan betapa herannya dia ketika melihat tubuhnya.


"Ia mas, berat badanku bertambah"

__ADS_1


"Tapi baguslah aku suka koq"


"Gak, aku gak boleh terlihat gendut mas."


"Tapi aku menyukainya kalau kamu gendut" ucap Rangga dengan berdiri di belakang istrinya dan memeluknya dengan Rangga mulai mencium pipi, telinga dan belakang leher Kinar.


"Mas, apa yang kamu lakukan" ucap Kinar dengan melepaskan tangan Rangga yang meligkar di pinggangnya.


Dengan cepat Rangga memutar tubuh Kinar agar menghadap ke hadapannya. tidak ingin Kinar berbicara banyak Rangga langsung mencium bibir sang istri. awalnya Kinar menolak dengan mendorong Rangga namun dengan usaha Rangga yang terus meraih bibir istrinya. kinarpun membalas ciuman itu.


Rangga menciumi bibir Kinar dan di balas oleh Kinar. namun tak hanya bibir saja yang aktif bahkan tangan Rangga aktif membuka kancing pakaian kinar. Kinar mengeratkan pelukannya ke leher Rangga dengan mereka beradu ciuman di bibir.


Rangga mulai melucuti semua pakaian sang istri dan tak lupa dirinya pun melepaskan pakaiannya sehingga mereka tak menggunakan pakaian sehelaipun. Dengan melakukannya sampai mencapai puncak yang mereka inginkan.

__ADS_1


Rangga dan Kinar beradu nafas dengan menuju puncak yang mereka nantikan, Rangga menarik nafasnya dan pindah kesamping tubuh istrinya dengan memeluk Kinar dan memakaikan selimut sampai ke leher, lalu Rangga mencium dahi dan juga bibir sang istri sambil mengucapkan aku sangat mencintaimu.


Kinar yang mendengar ucapan Rangga ia tersenyum dan mengeratkan pelukannya ke tubuh Rangga.


Rangga tidak tau apa yang Kinar pakai beberapa bulan ini, ia hanya merasa lebih menikmati dan menjadi candu untuk berhubungan dengan sang istri.


Selang beberapa jam tiba-tiba Rangga mulai menciumi wajah dan leher Kinar, tak lupa juga tangannya yang aktif mulai menyentuh sesuatu. namun Kinar menolaknya dengan menangkap tangan sang suami agar berhenti.


"Aku capek mas" ucap Kinar dengan suara yang sudah kecapean dan wajah yang mengantuk.


Rangga pun berhenti, ia langsung mencium dahi sang istri.


"Baiklah malam ini sampai di sini saja, sekarang kita istirahat, sini peluk aku dengan erat dan jangan pernah membelakangi ku karna aku tak ingin kamu memalingkan wajahmu dari hadapanku" ucap Rangga dengan mengiyakan apa yang di katakan Kinar. dan ia juga meminta Kinar terus berhadapan dengannya sambil memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Kinarpun menatap Rangga sambil tersenyum, dan mulai mengeratkan pelukannya.


__ADS_2