
Mereka telah sampai di rumah Rangga dan Kinar. saat ini mereka sedang menikmati nuansa keluarga. dengan saling mengobrol, tapi dengan asyiknya bercerita. Ria dan juga Lia tiba-tiba pamit untuk pergi bekerja.
"Maaf Tante, om, Lia mau pamit pergi dulu berangkat ke tempat kerja"
"Ria juga om, Tante"
Lia dan Ria pamit pergi bekerja. Arah tempat mereka bekerja searah sehingga mereka memutuskan naik taksi bersama-sama.
Tiga puluh menit Lia dan Ria pergi, tiba-tiba hp Anand berdering. ia menjawab panggilan dari tangan kanannya.
"Ada apa?"
"Maaf tuan"
"Ada apa?"
"Itu tuan, itu mereka"
"Ada apa, cepat jawab"
"Mereka kabur tuan"
Anand yang mendengarkan apa yang di katakan tangan kanannya, ia mengeraskan rahangnya. namun masih terlihat Santai ketika mendengar kabar seperti itu.
__ADS_1
Anand terdiam di tempat ia berdiri dengan mengenggam erat handphone miliknya.
"Ada apa Anand?" tanya Bram
"Tidak ada apa-apa kak" jawab Anand tetap dengan wajah yang tak terbacakan.
Anandpun pamit untuk pulang karna dirinya masih memiliki urusan yang harus ia lakukan. Anand melajukan mobilnya dengan kembali ketempat penyekapan Mira dan juga putrinya.
Anand marah besar dengan menanyakan bagaimana bisa mereka kabur sedangkan dalam terowongan itu banyak pengawal yang menjaganya. Anand terus menatap semua pengawalnya menatap wajah mereka.
"Kalian tau kan konsekuensinya bila berkhianat" teriak Anand dengan marah.
Semua pengawal ketakutan melihat wajah Anand yang benar-benar marah, kini rahang Anand terlihat mengeras, kedua tangannya mengepal sehingga tak tahan dengan emosinya ia memukul semua pengawalnya termasuk tangan kanannya.
Anand pergi keruangannya dengan meninggalkan semua pengawal yang terlihat kesakitan karna pukulan dari Anand.
Anand duduk di kursinya dengan memegang dagunya sambil menggertak giginya. Anand berpikir siapa yang berani berkhianat sehingga membantu Mira dan putrinya kabur.
Anand mengambil leptopnya dan menghidupkannya. Anand melihat sesuatu di leptopnya sehingga wajah yang tadi menegangkan berubah menjadi lucu. Anand tertawa ketika mengetahui siapa yang membantu mereka kabur dari tempat penyekapan.
Semua orang tak mengetahui kalau di sepanjang ruangan dan terowongan itu ia pakai cctv tapi cctv yang tak terlihat dan yang tau hanya dirinya tak seorangpun tau termasuk tangan kanannya.
"Ternyata kalian begitu bosan dalam hidup kalian sehingga mencari sesuatu yang bisa mengakibatkan nyawa kalian melayang hanya demi mendapatkan uang yang tak sepadan dengan kepercayaan yang aku berikan" ucap Anand dengan merasa tertantang dengan pengawalnya yang memilih berkhianat pada dirinya dan membantu musuhnya.
__ADS_1
Anand memainkan gelas yang berisikan minuman di gelasnya.
"Aku akan melihat sampai dimana kalian akan terus memata-mataiku" ucap Anand dengan terus menatap kedua pria yang membantu Mira dan juga serina kabur.
Anand melarang pengawalnya memantau Mira, ia ingin dirinya sendiri yang akan memantau Mira dan juga serina putrinya.
"Aku akan melihat sampai dimana kalian akan terus mencelakai Kinar." ucap Anand dengan meminum bir yang ada di mejanya.
*****
Rangga kini mulai merawat Kinar sebagai seorang suami. walaupun Kinar menolaknya tapi membuat Rangga dengan mengambil tindakan yaitu sedikit mengancam Kinar. kalau dirinya akan membuat Kinar melakukan sesuatu yang ia inginkan jika Kinar menolaknya melakukan tugasnya membantu Kinar agar segera cepat sembuh total.
Rangga membantu Kinar mulai dari mandi, mengganti pakaian, makan, bahkan turun dari tangga. Rangga menggendong istrinya sendiri yang membuat Kinar terlihat pasrah dengan apa yang suaminya lakukan.
Kedua orang tua mereka tersenyum ketika melihat sikap Rangga yang bertanggung jawab kepada istrinya.
"Hati-hati Rangga" ucap ny.tika ketika Rangga menggendong Kinar turun dari tangga.
Mereka semua berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama dengan keluarga. untuk makanpun Rangga begitu perhatian ke istrinya dengan menyuapi Kinar. Kinar yang begitu malu menolaknya namun tatapan Rangga seolah tidak menerima penolakan.
Tenang Kinar kamu cukup ikuti saja, dan membiarkan apa yang suami kamu lakukan, percuma menolaknya mengingat apa yang akan Rangga lakukan ketika dirimu akan sembuh nanti.
Kinar mengikuti apapun yang Rangga lakukan, bahkan Kinar membantahnya pun percuma, Rangga adalah pria yang benci penolakan dalam hal besar ataupun dalam hal kecil.
__ADS_1