
Prolog
Desiran angin meniup tirai jendala sebuah kamar yang masih sepi, sepi bukan berarti kamar tersebut tak bertuan , melainkan pemiliknya yang masih enggan untuk bangun dan menyambut pagi hari ini. Apalagi suasana pagi ini yang memang terbilang sangat damai:> . Bagaimana tidak?
Hanya ada suara angin yang lembut dan kicauan beberapa burung yang terdengar samar samar, ditambah lagi dengan sinar matahari yang tidak terik, karena sebagian besar masih tertutupi oleh awan mendung. Hal tersebut sangat nyaman bagi seorang gadis yang masih terlelap dalam dunia fantasi mimpinya yang begitu indah. Bahkan alaram jam waker pun tidak berarti apa-apa bagi gadis tersebut, mungkin saking indahnya terhanyut dalam dunia fantasi mimpinya:>.
Yah dialah Karin gadis belia yang selalu tidur seperti orang mati dipagi hari :>. Namun bukan berarti Karin tidak dapat bangun dengan sangat mudah di pagi hari karena nyata ada sebuah hal yang bahkan sangat sulit di pahami oleh sebagian orang dari gadis ini.Tidak percaya??? Lihat saja sendiri.
Karena saya pun masih tidak mengerti dengan jalan pikirannya:
Terdengar hentakan langkah kali yang mulai mendekati kamar tersebut, hentakan tersebut terdengar begitu nyaring di telinga sang gadis yang masih nyaman dalam balutan selimut miliknya.
''Tok tok tok'' suara ketukan itu terdengan biasa saja namum nampaknya mampu membangunkan gadis tersebut dari dunia fantasinya. Bahkan suara ketukan tersebut jauh lebih lebat dari alaram jam wakernya yang begitu berisik bagi sebagian orang.
“ iy ma aku udah bangun kok ini juga sudah selesai mandi” kata karin tersebut yang nyatanya baru saja bangun dari tidurnya dan langsung lari kedalam kamar mandi
“ ok kalau begitu cepatlah sedikit “ ucap ratna ibu sang gadis
“ok ma lima menit lagi” ucap sang Karin
Ratna pun berjalan meninggalkan kamar tersebut.
__ADS_1
Percayakan!!! Sudah saya ucapkan sebelumnya ada yang aneh dengan gadis tersebut:>>>>
Tak butuh waktu lama Karin pun telah siap dengan seragam sekolahnya dan bergegas kearah ruang makan untuk sarapan.
“hari ini hari pertama kamu masuk SMA N kan??? Mama harap kamu tidak bikin ulah yang aneh-aneh” ucap sang mama santai namun penuh penekanan di setiap katanya
“iy ma “ jawab Karin singkat
Bagaimana tidak Karin memang adalah anak perempuan namun kelakuannya melebihi anak laki-laki pada umumnya. Percaya tidak saat SD dia pernah membuat beberapa teman laki-lakinya terluka hanya karena tidak meminjamkannya gasing yang dimiliki oleh temannya, aneh bukan?? Seorang anak perempaun yang ingin bermain gasing namun tidak mendapat respon dari temannya dan malah menghantam teman temannya tersebut. Bukan hanya itu Karin juga pernah berkelahi dengan temannya saat SMP untuk urusan yang bisa dibilang tidak berfaedah. Bagaimana tidak ?? hanya karena beberapa temannya berfoto didepan kelas dan tidak mengajak dirinya dia pun menyiram teman temannya dengan air yang berujung pemukulan dan berakhir di BP.
Jangan heran bukankah saya sudah katakan bahwa ada yang aneh dengan gadis tersebut. Namun dibalik sikap keras Karin sebenarnya dia memiliki satu sikap yang sangat baik yaitu sangat peduli kepada sesama:>itu terbukti saat beberapa teman kelasnya perempuannya di ganggu oleh anak laki-laki kelas lain , dialah yang bertindak sebagai super hiro dalam sinema tersebut dan menghajar anak laki-laki tersebut . Yahhh walaupun akhirnya dia harus menerima hukuman atas perbuatannya, namun itu tidak berarti apa-apa bagi Karin .
“ hhh tidak akan lagi kok ma” jawab Karin dengan nada di buat buat
Yahhh walaupun Karin adalah anak yang nakal namun dia sangat hormat pada mamanya, mungkin karena ajaran sang mamanya yang sangat keras kepadanya .
“ rin sudah selesai nak ayo berangkat” teriakan seorang laki-laki yang tak lain adalah ayah Karin
Jika sebagian dari kalian bertanya Tanya kenapa Karin dan mamanya sarapan bersama namun tidak dengan sang ayah??? Jawabanya bukan karena keluarga mereka tidak harmonis , namun karena sang ayah memang sangat jarang sarapan pagi bersama anak dan istrinya. Setiap pagi ayahnya lebih memilih melihat kendaraan kesayangannya untuk mengantar sang anak kesekolah.
“udah pa” jawab Karin yang berdiri lalu pamit pada sang mama dan tak lupa mencium punggung tangan sang mama
__ADS_1
“ hati-hati” balas sang mama
Di halaman rumah
“pa otw yuk” kata Karin yang melihat sang ayah duduk di kursi teras .
Tanpa menjawab sang ayah segera bergegas berdiri dan menunju motor kesanyangannya untuk mengantar sang anak kesekolah.
Jangan Tanya mengapa Karin tidak menggunakan mobil untuk kesekolah!! Keluarga Karin bisa di bilang keluarga yang sederhana hanya memiliki kendaraan roda dua, bukan karena ayah orang tua Karin tidak mampu untuk membelinya. Tapi bagi orang tua Karin itu tidak perluh. lebih baik uangnya mereka tabung untuk keperluan sekolah anak anaknya . yah itulah pemikiran oranh tua karin. Karena bagi orang tua Karin pendidikan memang adalah sebuah aset paling berharga untuk bekal masa depan anak anaknya.
Ohhh yahhh jangan salah paham, Karin bukanlah anak tunggal di keluarganya. Dia memilki seorang adik laki-laki yang usianya terpaut 6 tahun darinya.l yang bernama Kevin. Mungkin sebagian dari kalian berspekulasi menyatakan bahwa perbedean usia mereka sangat jauh sehingga kasih sayang antara keduanya sangat baik:> namun nyatanya tidak!!!!
Karin dan sang adik selalu saja bertengkar melebihi tom dan jerry sehingga yang tak kala membuat orang tua mereka pusing tujuh keliling karena perbuatan meraka. Hal tersebut membuat keduanya jarang bertemu di pagi hari. selain karena asalan bertengkar, sebenarnya jarak sekolah mereka juga menjadi alasan keduanya jarang bertemu di pagi hari. Saat Karin berangkat kesekolah sang adik masih berada di kamarnya ,itu karena jarak sekolah Karin yang lumayan jauh sehingga harus berangkat lebih awal, berbeda dengan sang adik yang letak sekolahnya hanya berjarak sekiran 50 meter dari rumahnya.
“pa lewatnya jalan pintas aja soalnya aku mau singgah dirumah mirna ( teman smp Karin) siapa tau dia masih ada kan, biar disekolah baru tidak sendirian pa, kan belum punya teman” ucap Karin saat berada di atas motor yang di kendarai oleh ayahnya.
“ oklah terserah kamu saya “ balas singkat papa Karin
“ okok pa” balas Karin
Yah sebagai murid angkatan pertama ini adalah hari pertama Karin masuk sekolah SMA N, SMA N adalah salah satu SMA favorit di kota tempat Karin tinggal. Walaupn terkenal sebagai anak nakal, Karin juga bisa dikatan anak yang lumayan pintar . Buktinya saat SMP Karin ingin masuk salah satu SMP favorit di kotanya dan dia berhasil masuk dengan kelas farorit atau kelas unggulan, walaupun akhirnya pada semester 3 dia harus bergeser ke kelas yang lain karena ada yang mengalahkan nilainya. Maklumlah system penempatan kelas di SMP tersebut selalu berdasarkan nilai pada kelas unggulannya.
__ADS_1