
Rico sedang mengamati hasil photonya saat hp dalam saku celana jins belelnya bedering. Pria dengan rambut berponi itu meletakan kameranya kemudian merogoh saku celananya. Kening rico mengeryit begitu mendapati nomor baru yang tidak dia kenal tertera di layar benda pipih miliknya.
“Siapa ya?” Gumam rico bingung.
Sesaat rico berpikir. Rico bingung untuk mengangkat atau mengabaikan saja telpon tersebut.
“Kalau nggak di angkat takutnya penting. Tapi kalau di angkat takutnya cuma orang iseng doang.” Bingung rico terus menatap layar menyala hp nya.
Rico menghela nafas. Pria itu memutuskan untuk menunggu. Kalau memang orang yang berkepentingan pasti akan terus menelpon, Pikir rico.
1 kali 2 kali bahkan sampai 3 kali nomor itu terus berusaha menghubunginya. Si mpunya nomor tersebut sepertinya memang orang yang tidak mudah menyerah.
“Oke. Mungkin memang penting.”
Rico langsung mengusap layar sentuh hp nya mengangkat telpon tersebut.
“Halo..”
“Kamu punya gangguan pendengaran ya?”
Rico mengeryit mendengar pertanyaan sinis yang langsung terlontar dari mulut si penelpon.
Suaranya kaya nggak asing.
“Maaf, saya pikir tadi hanya orang iseng. Ada perlu apa ya bu?”
Kesal sebenarnya, tapi rico merasa harus tetap menerapkan sopan santunya. Rico takut jika ternyata wanita judes itu adalah salah satu orang penting dari management.
“Kamu panggil saya apa? Ibu?”
Rico meringis. Entah apa yang salah dari cara rico berbicara pada wanita di seberang telpon itu.
“Maaf..” Kata rico pelan.
“Saya santi.”
“Santi?” Tanya balik rico merasa bingung. Banyak teman rico yang bernama santi. Tapi satupun tidak ada yang sejudes wanita di seberang telpon.
“Santi yang mana ya?”
__ADS_1
“Saya santi tantenya alesia. Jelas?"
Mata rico terbelalak. Bagaimana mungkin santi bisa mengetahui nomornya.
“Tante. Ada apa lagi tante nelpon saya? Saya tidak mau ada urusan apa apa sama tante. Dan saya juga nggak mau jadi berondong bayaranya tante.”
“Kamu pikir kamu siapa bisa menolak kemauan saya?”
Rico menyipitkan kedua matanya mendengar pertanyaan bernada meremehkan santi.
“Tante nggak berhak seenaknya sama saya.”
“Dengar anak tampan. Kalau kamu nggak mau bantu saya, saya akan bilang sama alesia kalau kamu menghamili saya. Oh, atau saya bilang saja sama leon kalau kamu adalah selingkuhan alesia. Itu akan lebih menarik sepertinya.”
Rico menelan ludahnya. Pria berponi itu menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Santi sedang mengancamnya. Dan kalau santi benar benar melakukanya alesia akan mendapat kesusahan. Rico memang mengagumi alesia, tapi untuk meraih hati alesia rico masih bisa memikirkanya berulang kali. Rico tau alesia hanya menganggapnya teman kerja.
“Jangan lakukan itu tante.”
“Asalkan kamu mau mengikuti kemauan saya alesia akan baik baik saja.” Balas santi santai.
Rico menarik nafas panjang dan menghembuskanya kasar.
Baiklah rico. Demi alesia.
“Bagus. Satu jam lagi saya tunggu kamu di caffe lina.”
Tut tuttt
Sambungan telpon di tutup oleh santi setelah itu. Wanita itu sama sekali tidak memberi kesempatan pada rico untuk menyetujui atau menolak ajakanya.
Rico menghela nafas frustasi. Rico menyesal karna menyapa santi kemarin. Harusnya rico terus saja berjalan lurus dan pura pura tidak melihat santi yang sedang memilih milih baju di pusat perbelanjaan.
Sementara di kediaman wijaya alesia sedang asik belajar memasak bersama bi inah dan asisten rumah tangga yang lain. Alesia melakukan itu karna memang alesia merasa itu adalah hal wajib yang harus wanita bisa.
“Nyonya hati hati motongnya ya takut kena jari nyonya.” Titah bi inah pada alesia yang sedang memotong wortel di atas talenan.
“Iya bi.. Tenang aja.” Jawab alesia santai.
Tanpa alesia sadari leon sedang memperhatikanya. Pria itu memang sengaja pulang siang ini untuk menemani istrinya makan siang bersama. Selain karna tidak mau alesia terus di omeli oleh santi, entah kenapa leon juga merasa selalu merindukan alesia. Leon ingin selalu bersama wanita itu. Dan perasaan itu muncul mulai dari kemarin siang.
__ADS_1
Alesia, apakah kamu akan bisa mengerti jika aku jujur nanti? Apa kamu bisa memahami maksud baik aku nanti?
“Leon? Kamu ngapain bengong disini?”
Leon tersentak mendengar pertanyaan santi. Pria tampan bersetelan jas hitam itu menoleh dan mengeryit melihat penampilan santi.
“Tante..”
“Hey kamu ngapain disini?” Tanya ulang santi.
“Ah aku lagi liatin alesia tante. Dia lagi belajar masak sama bi inah.” Senyum leon memberitahu santi dengan bangga.
Santi mengarahkan pandanganya pada alesia yang sedang fokus memotong sayuran. Merasa jengah santi pun berdecak. Bagi santi apapun yang alesia lakukan tidak akan mampu merubah pandanganya.
“Itu memang sudah seharusnya dia lakukan. Tidak usah berlebihan.”
Senyum leon memudar mendengarnya. Santi benar benar tidak bisa memandang baik pada istrinya. Malas berdebat leon pun mencoba mengalihkan pembicaraan dengan bertanya.
“Tante mau kemana?” Tanya leon kemudian.
Santi terdiam sesaat. Santi menghela nafas mencoba mencari alasan agar leon tidak mencurigainya.
“Tante cantik banget loh hari ini. Gaunya juga.. Kayanya baru yah?” Senyum leon menggoda santi.
“Apaan sih leon. Ini tuh gaun lama. Udah tante mau pergi sebentar. Ada janji sam ric eemm maksud tante pingkan.”
Leon mengangkat sebelah alisnya. Gelagat santi sangat aneh. Santi terlihat gugup dan seperti sedang mencari alasan untuk kepergianya. Dan lagi, santi terlihat tidak biasa sekarang. Wanita galak itu berdandan sedikit menor. Memang terlihat lebih cantik dan muda. Tapi menurut leon itu terlalu berlebihan jika hanya akan bertemu dengan pingkan.
“Udah yah le.. Kamu jangan lupa makan siang.”
“Ya tante.”
Leon menatap punggung santi yang menjauh. Sikap santi sama persis seperti dulu saat santi mulai merajut hubungan dengan bramono. Santi juga suka berdandan dulu saat berpacaran dengan bramono. Leon masih sangat mengingatnya karna dulu leon sudah duduk di bangku SMP. Sayangnya hubungan santi dan bramono di tentang keras oleh kedua orang tua santi yang tidak lain adalah oma dan opanya leon.
Leon menghela nafas. Leon sangat menyayangi santi seperti menyayangi orang tuanya sendiri. Bagaimanapun juga santi yang telah mengurus dan memastikan semua yang terbaik untuknya dulu dan mungkin sampai sekarang. Meskipun memang cara santi salah karna selalu menyudutkan alesia, wanita yang menjadi pilihan hati leon. Tapi leon sangat yakin niat santi baik padanya. Santi hanya perlu mengubah pandanganya pada alesia.
Tante.. Aku sangat sayang sama tante. Aku hanya bisa berharap dan mendo'akan semoga tante cepat menemukan orang yang tulus dan benar benar mencintai tante.
“Akh !!”
__ADS_1
Pekikan alesia berhasil membuyarkan lamunan leon. Pria itu langsung tersadar dan menatap pada alesia yang sedang mengibas ngibaskan tanganya di samping bi inah.
“Ya tuhan.. Alesia.”