
Tidak ada perbincangan selama motor ikbal berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya. Ikbal masih saja fokus mengendarai sepeda motornya sementara karin duduk di belakang dengan wajah di tekuk sambil terus mengomel dalam hatinya.
"karin???" suara ikbal menggema ditelinga karin
" hemm" jawab karin seadanya
" mulai sekarang kita pacaran yah"
" ehh apaan sih loh" jawab karin"emang gue mau sama loh??" sambungnya
"ehh kan loh sendiri tadi yang bilang kalau loh pacar gue. Itu artinya loh udah terima gue" jawab ikbal.
Sementara karin kini hanya bersemu merah kembali meninggat kata yang dia ucapkan beberapa saat yang lalu
"tadi itu...... gue cuma.....cuma bercanda " jawab karin dengan nada terbata bata
"njirr kalau engga ikhlas engga usah anteri gue" omel karin saat Motor yang dikendai ikbal tiba tiba saja berhenti
helaan nafas kasar ikbal lontarkan. sesaat kwmudian kembali membuka suaranya"kita mudah sampai karin.." balas ikbal
Karin menatap sekelilingnya. Dan benar saja kini motor ikbal terparkir di halaman rumahnya.Mungkin karena karena asyik mengomel sehingga tidak menyadari kalau mereka telah tiba di rumahnya
"ohh ok makasih" jawab karin sambil berjalan masuk kerumahnya
Namun langkahnya terhenti saat tangan seseorang mencengram tangannya "loh belum jawab gue" kata ikbal
"jawab yang mana sih" sela karin berusaha pengalihkan pembicaraan
Ikbal menatap karin dengan alis terangkat sebelah. Dirinya tau jika karin berusaha mengalihkan membicaran mereka .
" jawab" suara ikbal kali ini terdengar lebih keras membuat karin terkejut
"ehhh.... Gimana yah" kata karin gugup dengan wajah memerah.
" ok engga usah dijawab. Intinya mulai malam ini loh pacar gue" kata ikbal sambil memperlihatkan senyum manisnya
__ADS_1
"enak aj...." perkataan karin terhenti saat tiba tiba saja ikbal mengecup pipinya
Cup
"Mimpi indah sayang" kata ikbal kemudian berbalik dan menginggalkan karin yang merena karena perlakuan ikbal
Karin masuk kedalam kelas dengan senyum yang terukir di bibir manisnya. Semenjak kejadian tadi malam senyum itu tidak pernah luntur dari bibirnya. Bahkan senyum itu kadang kala di ikuti dengan tawa kala dirinya mengingat kalau dirinya dan ikbal telah pacaran.
Yah pacaran
"kenapa sih rin?" tanya ika yang terus memperhatikan karin sejak tadi
"dari tadi loh itu senyum terus Udah kaya orang gila" sambungnya
Tidak ada jawaban dari karin. Namun senyum itu masih tidak luntur dari bibirnya
Ika menghela nafas panjangnya. Dirinya benar benar di buat penasarsn dengan sahabatnya itu
"bisa mati muda gue gara gara penasaran nih" keluhnya
"hai karin" suara itu berasal dari bangku depan dan memperlihatkan wajah anak laki laki dengan senyum manis
Deg
Deg
Deg
jantung karin kembali berdetak hanya dengan senyum anak laki laki tersebut. Senyum menawan dan sangat manis menurut karin.
Sangat manis??? Yah itu menurut karin yah
Ditambah lagi dengan kulit hitam manis menjadikan anak laki laki itu sengat menawan bagi karin.
__ADS_1
Wajah karin seketika memerah melihat senyum ikbal. Di tambah lagi mengingat kalau cwok dengan senyum menawan di depannya itu adalah pacarnya.
Yah pacar karin
" hai bal" sapanya dengan suara lembut
"ehhh njirrr, jijik gue denger loh bicara lembut kaya gitu" cibir ika
"ishhh diam loh" bentak karin pada ika
" kenapa bal" lanjutnya dengan nada cuek seperti biasanya karena ika telah berhasil merusak moodnya pagi ini.
Padahal karin ingin memberikan kesan baik pada pacarnya itu namun semua telah rusak.
"engga kok" lanjut ikbal kemudian kembali ke bangkunya
"ihhh apaan sih" batin karin
Ting ting
Karin membuka layar hp nya dengan perasaan kesal. Namun itu tidak bertahan lama saat melihat pesan yang masuk dari ikbal
ikbal
"entar ke kantin bareng yah"
By pacar
"ihh apaan sih" lirih karin pelan dengan senyum malu di terukir di bibirnya sambil menatap ikbal yang berada hanya beberapa meter di depannya
Sementara ikbal juga tersenyum sambil menatap karin dengan alis terangkat seolah minta jawaban dari pesannya
Dan di balas anggukan dari karin
"makan bareng pacar" guman karin kemudian tersenyum sendiri
__ADS_1
sedangkan ika hanya mengeleng kepala melihat tingkat aneh karin
jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis😊😊