Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 21


__ADS_3

"karinn... Bilang sama gue siapa cwok yang loh suka" suara ika begitu mengema di telinga ikbal, padahal ika sang pemilik suara belum nampak di depannya


"ahhh kepo loh" kata karin yang kini masuk kedalam kelas yang di ikuti oleh ika di belakangnya


"jawab karin.. Gue itu dari tadi nunggu loh cuma buat tanya hal ini" seru ika sambil menarik lengan karin untuk berhenti dan menjawab pertanyaannya


" rahasia " seru karin yang kini membuat ika semakin penasaran


" karinn...." rengek ika sambil kembali membututi karin yang telah kembali berjalan ke kursinya


Sedangkan karin hanya acuh membuat sahabatnya itu semakin penasaran



Pelajaran pertama dan kedua telah berlalu kini , kini karin telah mengisi tenaga di kantin bersama dengan arya dan ika. Sejak kejadian pagi tadi dimana karin tidak menbocorkan siapa yang cwok yang dia suka, ika masih saja berusaha untuk mencari tau hal tersebut.


Apalagi saat ini arya juga sama keponya dengan ika.


Bagaimana tidak? Karin selama ini tidak pernah menampakkan tanda tanda bahwa dia menyukai seseorang . Hal tersebut lantas membuat sahabat sahabatnya berseru penasaran akan hal tersebut


"karinn.. Siapa sih yang loh suka" kalimat itu kembali keluar dari mulut ika membuat karin menghela nafas panjang.


" udah dehh bosen guee denger kalimat itu" gerutu karin sambil memasukkan Makanan dalam mulutnya.


"maka jawab gue" bentak ika yang kini semakin penasaran dengan cwok yang di maksud karin.


"jawab aja rin kasihan tuh ika, kepo maksimal" kata arya


"allahh eloh juga sama aja" kata karin yang sukses membuat arya tertawa

__ADS_1


"tau aja loh" sambung arya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"nanti" jawab karin singkat yang membuat kedua sahabatnya menghela nafas panjangnya


Disisi lain ikbal yang berada tidak jauh dari kursi mereka bertiga juga merasa penasaran dengan cwok yang di maksud karin.


Mungkinkah itu dirinya?? Tapi bagaimana jika itu bukan dia? Apalagi mengingat banyaknya cwok yang mendekati karin. Apakah dia siap menjauh dari karin?


Ikbal menghela nafas panjangnya. Sesaat kemudian dirinya dikagetkan dengan suara seorang anak gadis yang berada di sampingnya


"boleh duduk engga? " tanya anak perempuan itu yang langsung membuat ikbal mengerutkan alisnya menatap gadis tersebut


Belum ada jawaban dari ikbal , kini ada gadis tersebut telah duduk tepat di samping ikbal.


Namun enggan untuk berkomentar lebih jauh ikbal lebih memilih diam dan kembali memakan makanannya


"nama gue rara, nama loh siapa?" tanya gadis tersebut sambil menatap ikbal


Sementara disisi lain karin yang melihat ikbal, merasa jengkel melihatnya.


"katanya suka sama gue, tapi sekarang malah duduk sama cwek lain. Dasar!! " seru karin dalam hatinya



Mata pelajaran bahasa indonesia tadi siang membuat karin menghela nafas panjangnya. Bagaimana tidak? Gurunya membagi mereka dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas yang harus di kumpulkan besok pagi. Teman kelompoknya sepakat untuk mengerjakan tugas mereka sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Mau tidak mau karin harus mengikuti inginan teman temannya tersebut.


Dan disinilah karin sekarang berdiri sendiri menunggu kendaraan yang akan mengantarnya pulang. Sambil memencet layar hp-nya sesekali karin menghembuskan nafasnya secara berat. Sesekali terdengar celaan dari bibirnya.


"sialan... Kenapa nih hp?" gerutu karin saat layar hpnya tiba tiba saja mati tanpa alasan. Hal yersebut membuatnya bergerutu kesal sambil menghentak hentaka kakinya.

__ADS_1


"mati guee, gimana pulangnya kalau gini" suara karin terdengar frustasi.


Sambil menatap arlori yang melingkar di lengannya karin kembali bergerutu kesal


**


"apaan sih" suara laki laki itu terdengar familiar ditelinga karin membuatnya melirik sekitarnya, untuk mencari sumber suara tersebut.


Tepat di belakangnya, ikbal tengah berbicara dengan seorang anak perempuan yang belum pernah dilihat karin sebelumnya.


Anak perempuan tersebut terlihat begitu feminim dan cantik. Raut wajah kesal terpampan di wajah ikbal, namun tidak bagi gadis tersebut. Sesekali terlihat gadis tersebut berusaha memperlihatkan senyum manisnya kepada ikbal yang justru di balas tajam oleh ikbal


"please bal kali ini aja, gue engga bawa kendaraan soalnya." suara anak perempuan itu terdengan memelas sambil menatap ikbal


Sementara ikbal hanya menatapnya dengan menaikkan sebelah alisnya "masa loh tega lihat anak cwek pulang sendirian malam malam gini" sambung anak perempuan tersebut


"loh kan bisa telpon supir loh buat jemput loh" kata ikbal yang kini memilih berjalan meninggalkan anak perempuan didepannya tersebut.


" please bal kali ini aja" rengek anak perempuan tersebut


Ikbal hanya menghela nafas panjangnya mendengar permintaan anak perempuan tersebut. Ada rasa kasihan dalam diri ikbal. Apalagi saat melirik arloji di tangannyanyang sudah menunjukkan pukul 22.06 malam.


Namun sebelum menyetujui permintaan anak perempuan tersebut, mata ikbal melebar melihat karin berdiri tidak jauh dari posisinya saat ini.


Tatapan karin seakan menusuk tajam diri ikbal . Sambil menelan salivanya ikbal berusaha mengatur deret nafasnya. Rasa bersalah berukir diwajahnya. Ikbal mengutuk dirinya sendiri karena perbuatannya yang entanlah dari mana menurutnya salah


Ikbal dan karin tidak memiliki hubungan apa apa, terlebih kemarin malam saat ikbal mengungkapkan perasaannya kepada karin, karin belum memberikannya jawaban.


Namun rasa bersalah tetap menggerogoki diri ikbal. Dia merasa dirinya benar benar sial berada dalam situasi seperti saat ini.

__ADS_1


Ikbal menyakini bahwa karin pasti akan berpikir kalau ungkapan perasaanya kemarin hanyalah omong kosong belaka. Sambil menghela nafas panjang ikbal melangkah mendekati karin yang masih setia menatap tajam kearahnya.


jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis😊😊


__ADS_2