Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 28


__ADS_3

"karinnnnn" suara ika menggema di seisi kelas IX IPA B membuat siswa siswi yang berada di dalam kelas menatap tajam kearahnya


Namun nyatanya hal itu tidak membuat ika merasa bersalah sama sekali. Hal itu terbukti saat dirinya tanpa tersenyum tanpa dosa kepada teman temannya kemudian kembali berseru nama karin dengan suara yang lebih dari sebelumnya


"karinnnn, gue kangen banget sama loh" serunya


Sementara teman teman kelasnya hanya menatap nanar kearahnya seakan paham jika mereka tidak dapat berbuat apa apa jika ika sudah memperlihatkan senyum polos tanpa dosa khasnya


"loh kemana aja sih" seru ika lagi namun dengan suara yang sudah sedikit rendah karena sudah berada di bangkunya. Tepat disebelah karin


"jawab karin" serunya Kembali saat tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya.


Karin hanya menghela nafasnya kasar. Dirinya sudah benar benar memahami sahabatnya yang satu ini. Ika tidak akan diam jika karin tidak menjawab pertanyaannya tersebut.


"jawab rin" rengek ika kembali


"bawel loh" seru karin "entar gue ceritain" sambung karin sambil meletakkan kepadanya pada meja yang beralaskan tangannya.


"siplah" jawab ika sambil senyum masam seakan mengerti jika keadaan karin saat ini tidak baik baik saja.


Sementara di bangku depan ikbal hanya menatap karin dengan senyum masamnya.


Dirinya tau jika sang kekasih sedang benar benar rapuh saat ini. Dirinya juga tau jika karin masih marah padanya. Hal itu dia rasakan saat dirinya memeluk karin guna menenangkan sang kekasih. Karin masih enggan untuk membalas pelukan darinya.

__ADS_1


Namun satu hal yang ikbal tau jika karin juga masih sama sayangnya seperti dirinya. Karena karin tidak menolak pelukannya .


"setidaknya itu lebih baik" lirih ikbal dalam hatinya



"serius loh" teriak ika saat mereka bertiga _karin, ika dan juga arya, berada di kantin


"hem" jawab karin singkat sambil meneguk minumannya


"jadi yang nabrak adik loh itu abangnya ikbal?"tanya ika coba memastika apa yang didengarnya barusan dan hanya dibalas anggukan lemah dari karin.


"dan loh___"perkataan ika terhenti saat arya menutup mulutnya dengan tangannya


Sementara ika hanya senyum manis tanpa dosa khas miliknya


"jadi loh serius pacaran sama ikbal?"tanya ika kembali namun dengan suara yang lebih kecil kali ini


Dan lagi lagi hanya dibalas anggukan lemah oleh karin


"jadi gimana rin?" kali ini arya yang menyuarakan pertanyaan


"entahlah ya"seru karin lemah

__ADS_1


"loh engga boleh bawa masalah ini sama hubungan loh dan ikbal rin. Ikbal mungkin juga engga tau hal ini dan loh engga boleh salahin dia soal ini" kata arya menyakinkan karin.


Yah arya sudah tidak lagi memiliki perasaan kepada karin. Hal itu sudah diterima saat pertama kali menyatakan perasaannya kepada karin namun ditolak. Toh baginya masih banyak cwek lain dan dirinya juga cukup tampan untuk hal itu. Pikir arya bangga


Yah maaf yah arya ini memang sangat percaya diri


mari kita lanjutkan


"gue juga engga mau kaya gini ya, gue sayang sama ikbal , gue juga engga salahin dia akan hal ini. Apalagi mama bilang jangan salahin orang lain dalam hal ini" kata karin.


Butuh beberapa saat untuk kembali membuka suaranya "tapi gue ngga mau munafik, hati gue sakit kalau lihat kondisi adik gue. Gue selalu ngerasa kesal setiap lihat ikbal karena ikbal mirip sama raka orang yang nabrak adik gue" lirih karin dengan mata memerah menahan tangis


"gue tau perasaan loh rin, tapi engga seharusnya___"perkataan ika terhenti saat karin tiba tiba saja memotong kalimatnya.


"udah ka jangan bahas masalah ini lagi"lirih karin sambil meninggalkan arya dan ika


"karin___" panggil ika namun terpotong oleh arya


"buarin karin tenangin dirinya dulu ka, kasih karin waktu buat itu"kata arya


Sementara ika hanya menghela nafasnya kasar


jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2