
Keesokan harinya Karin berangkat ke sekolah seperti biasanya. Segala kegiatan yang dia lakukan juga masih sama seperti biasanya, memperhatikan pelajaran, ngobrol pas guru menjelaskan (jika perajaran yang tidak dia sukai, walaupun sebenarnya hampir semua pelajaran dia tidak sukai:>>). Dan juga mengganggu ika tentunya. Yah kelihatannya mengacak acak mood ika adalah sebuah kebiasan yang menyenangkan bagi Karin saat ini. Apalagi saat tau kalau temannya itu adalah salah satu cewek yang menjadi promadona di sekolahnya.
Ika yang memiliki penampilan menarik di tambah dengan body yang aduh haii dan tinggi sekitar 160 cm membuat banyak cowok seangkatannya bahkan kakak kelasnya mengaguminya . Bahkan setiap ada cowok yang berniat berkenalan dengan ika, karinlah yang paling heboh dan semangat 45 .
hahah bagaimana tidak , sebelum cowok itu mendekat ika, Karin lebih dahulu menilainya, jika menurutnya cowok itu masuk dalam criteria ika, maka Karin akan langsung menolak cowok tersebut dan berkata ika sudah punya pacar dan lohh bukan kriterianya. Namun sebaliknya, jka cowok itu bukan criteria ika maka Karin akan dengan sangat senang hati dan mengupayahkan segala macam cara untuk mendekatkannya dengan ika, yahh walaupun ika menolak, dia akan berusaha terus berusaha hingga ika benar- benar dibuat pusing dengan sikap Karin. Dan itu merupakan suatu kebahagiaan hakiki bagi Karin melihat ika memasang wajah cemberutnya.
Seperti halnya yang dilakukan Karin hari ini dia mengajak ika makan di katin dan memperkenalkan seorang cowok yang mengaku fans dengan ika. Yang tentu saja langsung mendapat hadiah cubitan dilengannya dan pandangan penuh intimidasi dari ika.
“ hhhhh biasa aja dongg itu muka “ Karin sambil meneguk minumannya
Ika hanya memutar bola matanya malas untuk menanggapi perkataan Karin dan memilih focus pada hpnya
__ADS_1
“bal kalau ketemu gue sapa kekk , bangga banget lohh sok engga kenal sama gue” kata Karin melihat ikbal yang masuk ke kantin dimana hanya ada ika dan Karin disana karena sekarang memang adalah jam pelajaran namun guru mereka tidak hadir sehingga keduanya memilih ke kantin
“ hai rin “ sapa ikbal langsung
“ ahhh basi lohh , udah dehh enga usah lagi kenal sama gue dehh “ sahutnya yang merasa jengkel denga sikap ikbal.
Karin merasa ikbal selalu tidak menghiraukannya saat mereka berpapasan seakan tidak kenal
“ahhh apaan sih loh rin, jangan ganggu ikbal kaya gitu dong!! Engga usah hiraukan Karin bal, dia memang kaya gitu” kata ika yang menatap ikbal sesaat kemudian kembali memusatkan perhatian pada hpnya
“ahhhh emang lohh engga care banget jadi teman “ Karin sambil terus cemberut “ atau mungkin lohh takut pacar loh ngambek kalau loh dekat sama cewek lain “ sambungnya dengan nada tertawa “ dasar budak cinta” lanjutnya
__ADS_1
Yahh begitulah Karin , sudah ditebak dan memiliki sikap yang bisa berubah 180 derajat hanya dengan hitungan menit
“ ahh kepo lohh rin “kata ika yang kini menyimpang Hpnya dan kini melihat Karin dengan tatapan curiga “atau loh suka ikbal yahh jadinya cemburu “ lanjut ika penuh curiga "ciee cieee"lanjutnya
“ ehhh apa sih lohh “ kata Karin dengan wajah memerah
“ ahh ngaku aja lohh” ika dengan nada menyindir melihat ekspresi Karin yang berubah “ hhh tuhh muka lohh merah hahhahah “ lanjutnya
“ ahh apaan sihh lohh engga kok “ kata Karin yang langsung meninggalkan keduanya
“ guee ke toilet dulu kebelet nihh “ lanjutnya
__ADS_1
“ahh alasan loh “ kata ika yang kini juga berdiri menuju kelasnya karena sebentar lagi pelajaran selanjutnya akan berlangsung
Sedangkan ikbal hanya menatap kepergian keduanya