
Sudah hampir 2 bulan semenjak peristiwa tersebut terjadi. Kini hubungan ikbal dan karin kembali seperti saat SMP dulu. Bahkan karin terkesan dingin pada ikbal.
Contohnya saja saat guru membagi mereka kedalam kelompok untuk diskusi tentang pelajaran bahasa Indonesia. Ikbal memberanikan diri untuk bertanya pada karin namun, gadis tersebut hanya diam seolah enggan untuk menanggapi pertanyaan ikbal.
Bukan hanya itu ikbal juga pernah secara sengaja duduk di bangku yang sama dengan karin dan ika saat berada di kantin. Dan karin hanya diam seolah olah menggap ikbal tak ada.
Ikbal merasakan aneh dengan sikap karin. Bahakan menurutnya karin jauh lebih cuek dan dingin padanya saat ini daripada saat SMP dulu. "bukankah hubungan kita sudah lebih baik saat kejadian di kedai es?" tanya ikbal dalam hatinya "tapi kenapa sekarang jadi begini rin?? " sambungnya.
Ada rasa aneh dalam hati ikbal melihat sikap karin sekarang ini. Karin yang dulunya selalu tersenyum dan ceria seakan berubah menurutnya.
“ akhir- akhir ini loh berubah rin” ika sambil menatap Karin yang kini duduk sambil meminum minumannya
“ ahh engga kok “ cela Karin
“ perasaan loh aja tuuhh “ sambungnya dengan nada cuek sambil terus meminum minumannya
“ ahh engga kok “ kata ika sambil memperhatikan Karin dengan focus
__ADS_1
” lohh itu berubah semenjak hari itu “ sambung ika
“ ahh engga kok “ kata Karin sambil terus meminum mimumannya “ ahh engga usah bahas masalah itu “sambungnya
“ehhh oklah” ika sambil mengambil hp disakunya enggan untuk mengungkit masalah yang terjadi 2 bulan yang lalu.
Kini kedua sahabat tersebut diam dan focus pada dunia masing masing masing ,hingga suara Karin bergema memenuhi kantin
“woii arya sini lohh “kata Karin yang langsung di tatap dengan tajam oleh ika
“woii suara lohh kaya toa aja :< berisik tau “ ika sambil memegang telinganya
“ hai sayang sayangnya abang “ sapa arya yang kini dulu di samping Karin
“najisss “ ika sambil kembali focus pada hpnya
“lohh kangen yah sama gue “ kata arya sambil senyum menatap Karin “ sini puluk dulu" sambungnya sambil bersiap memeluk Karin
__ADS_1
“ wahhh benari lohh “ kata Karin “ mentang mentang gue baik sama loh , loh mau bertindak seenaknya “ sambungnya sambil menarik kerah baju arya
“hajar aja rin “ kata ika sambil menaruh hpnya dan kini menatap arya " nihh bocah emang perluh dikasih pukulan biar tau rasa. Masa udah hamper seminggu engga pernah traktir kita” sambung ika yang kini mengepalkan tangan untuk memukul arya
“ehhh gue engga mau dipukul pake tangan “ arya sambil melepaskan tangan Karin yang memegang kerah bajunya “ gue mau di pukul pake pelukan aja ka “ sambung arya sambil berdiri siap memeluk ika
“ ehh setan lohh yah” kata Karin sambil menarik arya untuk duduk kembali di tempatanya
“ehh karinn.... cemburu yahh “ arya sambil menatap Karin “ yah udah dehh sini peluk abang berdua aja “ sambungnya sambil menatap Karin dan ika secara bersamaan dengan nada menggoda
Hal tersebut suksek membuat kedua sabahat tersebut menjitak kepala arya secara bersamaan dan itu suksek membuat arya mengaduh kesakitan
“ ahh engga asik lohh pada” arya sambil cemberut. Sedangkan Karin dan ika hanya tertawa melihat arya .
Semenjak perkenalan pertama meraka kini ketiganya memang telah berteman akrab. Bahkan saat ika dan Karin keluar untuk sekedar refresing arya selalu ikut dengan mereka dengan alasan menjada kedua temannya tersebut. Bahkan saat Karin minta untuk di jemput saat pulang dari tempat lesnya, arya selalu ada buatnya. Bukan hanya itu , pernah juga suatu waktu ika minta di belikan kuota internet saat jam 1 malam dengan alasan kuotanya habis dan ada urusan mendesak, arya terpaksa datang dan membelikannya. Bahkan banyak orang yang heran dengan ketiganya mengapa mereka bisa begitu akrab bahkan dengan waktu pertemanan yang begitu singkat.
Tapi yahh itulah persahabatan, kadang waktu mengenal lama tidak menjamin bahwa persahaabatan itu akan erat dan kuat, seperti ketiga anak belia yang kini tidak dapat terpisahkan satu sama lain.
__ADS_1
jangan lupa like dan komenny😊😊maaf typo bertebaran