
Alesia melambaikan tanganya saat mobil leon berlalu keluar dari pekarangan luas rumahnya. Alesia menghela nafas. Siang ini alesia mempunyai janji bertemu dengan rico untuk membahas masalah santi. Dan rencananya alesia akan berangkat ke tempat bertemunya dengan rico setelah ini tentunya tanpa sepengetahuan leon.
Alesia mendudukan dirinya di meja yang berada di sudut ruangan caffe tempatnya berjanji bertemu dengan rico. Alesia tidak memberitahu leon tentang janji temunya dengan rico karna alesia tau leon pasti tidak akan mengizinkanya menemui rico.
Hh.. Semoga kak leon nggak marah..
Alesia merogoh tas kecilnya. Alesia mengambil hp nya untuk menghubungi rico memberitahu pria itu bahwa alesia sudah sampai di caffe.
“Co, aku udah sampai. Kamu dimana?” Tanya alesia menempelkan hp miliknya di telinga sebelah kananya.
“Aku di jalan. Mungkin akan sedikit terlambat al.. Jalanan sedikit macet.”
Alesia memutar jengah kedua bola matanya. Entah sampai kapan kota tempatnya tinggal terus mengalami kemacetan.
“Baiklah. Aku tunggu kamu.”
Alesia memutuskan sambungan telponya. Jika bukan karna santi alesia tidak mau menunggu apa lagi sampai mengiyakan ajakan rico untuk bertemu. Selain karna tidak ingin menimbulkan fitnah, alesia juga merasa sedikit risih karna rico selalu banyak basa basi yang menurut alesia garing.
Demi tante alesia.. Demi tante kamu harus bertahan meskipun rico terlalu banyak basa basi
Alesia memanggil seorang pelayan di caffe itu. Alesia memesan minuman dan makanan ringan untuk menemaninya menunggu rico sampai datang. Alesia tau rico tidak mungkin bisa cepat datang. Pria itu pasti akan memerlukan waktu yang lama untuk sampai di caffe tempatnya bertemu dengan alesia.
Cukup lama menunggu akhirnya rico sampai. Pria itu tersenyum manis melihat alesia yang sedang memainkan hp sambil sesekali menyuapkan cemilan ringan ke dalam mulutnya.
Alesia... Kamu selalu membuat aku merasa kagum.
Rico melangkah cepat menghampiri alesia yang sedang menunggunya.
“Sorry yah lama.. Jalanan macet banget tadi.”
Alesia mengeryit melihat penampilan rico. Lama tidak bertemu dengan pria itu membuat alesia merasa pangling.
“Kenapa al?” Tanya rico bingung.
“Co, kamu terlihat lebih muda dengan rambut poni.” Tawa pelan alesia.
Alesia tidak bohong. Photographer itu memang terlihat lebih muda juga tampan dengan penampilanya yang sekarang.
“Kamu bisa aja. Aku duduk yah?”
Alesia menganggukan kepalanya. Alesia kemudian mengangkat tanganya memanggil pelayan yang langsung mendekat ke arahnya.
“Hari ini aku yang traktir. Kamu mau pesan apa aja boleh.” Katanya.
Rico tersenyum geli. Alesia memang selalu baik.pada siapapun.
__ADS_1
“Mbak lemon tea nya satu yah.” Kata rico pada pelayan tersebut.
“Baik tuan, ada lagi?” Angguk si pelayan mencatat pesanan rico kemudian bertanya lagi dengan sopan.
“Ah udah. Itu saja.” Senyum rico.
Alesia mengeryit. Rico tampak berbeda dari segala segi menurutnya.
“Kamu apa kabar?” Tanya rico menatap alesia.
“Seperti yang kamu lihat. Aku baik.” Jawab alesia.
“Syukurlah..” Angguk rico pelan.
Alesia menghela nafas.
“Co, langsung aja ya. Apa hubungan kamu sama tante?” Tanya alesia tanpa mau terlalu lama basa basi.
Rico terdiam sesaat. Rico sendiri tidak tau di sebut apa hubunganya dengan santi. Santi selalu memintanya meluangkan waktu untuknya. Dan itu hampir setiap hari.
“Aku nggak ada hubungan apapun sama tante kamu..” Jawab rico pelan.
Alesia tertawa pelan.
“Jangan bercanda.”
Jeda sejenak. Alesia mungkin tidak akan percaya jika rico menuruti semua kemauan santi demi melindungi hubungan alesia dan leon.
“Hanya apa?” Tanya alesia tidak sabaran.
“Aku hanya berniat menolong tante kamu saja. Aku tidak tega karna tante kamu merasa terganggu oleh pria bernama bramono.” Jawab rico bohong.
“Bramono? Siapa bramono? Apa hubunganya sama tante?”
“Aku juga tidak tau.” Jawab rico.
Alesia menyipitkan kedua matanya. Alesia tau rico memang orang yang baik. Tapi membantu santi tanpa alasan rasanya sangat aneh. Apa lagi rico tidak pernah mengenal santi sebelumnya.
“Co, kamu jangan bohong sama aku. Tante santi sangat tidak menyukai aku. Jangan bersekongkol denganya.”
Rico mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Rico juga tau santi tidak menyukai alesia. Buktinya santi mengancam akan mengadukan tentang hubungan terlarang tidak benarnya dengan alesia jika rico tidak mau membantunya.
“Oke, jadi begini. Tante santi mengira aku dan kamu memiliki hubungan khusus. Dan tante santi meminta aku untuk menjadi pacar pura puranya di depan bramono.”
“Tapi apa hubunganya?” Tanya alesia tidak faham.
__ADS_1
“Al, tante santi mengancam aku. Dia bilang dia akan kasih tau suami kamu tentang aku dan kamu yang memiliki hubungan khusus. Aku nggak mau kamu susah al. Makanya aku turuti kemauan tante santi. Meskipun harus pura pura menjadi berondongnya.”
Alesia terdiam mendengarnya. Rico sedang melindungi hubunganya dan leon.
“Aku nggak mau kamu dan pak leon sampe bertengkar cuma gara gara aku. Makanya aku turutin semua kemauan tante santi. Hampir setiap hari aku bahkan harus siap datang jika tante santi meminta.”
Alesia menghela nafas. Alesia bersyukur karna apa yang di takutkanya ternyata hanya perasaanya saja. Tapi di sisi lain alesia juga merasa kasihan pada rico. Alesia tau bagaimana santi. Santi pasti terus memarahi rico.
“Makasih ya co..”
Rico tersenyum.
“Ya...” Balasnya merasa senang.
Deringan hp alesia membuat alesia langsung meraih benda pipih yang ada di samping piring berisi cemilan ringanya di atas meja.
Kak leon..
Alesia menelan ludahnya. Sebentar lagi waktu makan siang tiba. Leon pasti sudah akan pulang untuk menemaninya makan siang di rumah. Sedang alesia sendiri tidak ada di rumah. Segera pulangpun pasti tidak akan bisa sampai lebih dulu di rumah sebelum leon.
“Kenapa nggak di angkat?” Tanya rico bingung menatap alesia yang tampak resah.
“Eemm.. Aku harus pulang sekarang co. Kak leon sudah dalam perjalanan pulang ke rumah. Aku nggak bilang mau keluar tadi pagi.”
Alesia memasukan hp nya ke dalam tas yang di bawanya. Wanita itu tidak lupa mengeluarkan 2 lembar uang seratus ribuan dan meletakanya di atas meja untuk membayar minumanya dan rico juga cemilan yang di pesanya.
“Aku antar pulang yah?” Tanya rico menawarkan.
“Nggak usah co. Kalau kak leon lihat kamu yang ada nanti malah bikin masalah.” Tolak alesia.
“Ayolah al.. Menjelang waktu makan siang begini pasti macet banget. Apa lagi nyari taxi. Bakalan susah banget al..”
“Tapi...”
“Naik motor sama aku kita bisa motong jalan.” Sela rico pelan.
Alesia menghela nafas. Tidak ada pilihan lain saat ini selain menerima tawaran dari rico.
“Baiklah.” Setuju alesia sambil menghela nafas.
Rico tersenyum mendengarnya. Pria berponi itu langsung bangkit dari duduknya semangat. Rico mempersilahkan untuk alesia melangkah lebih dulu darinya.
“Hati hati ya co..” Kata alesia saat rico mulai menghidupkan mesin motornya.
Alesia duduk di boncengan rico dengan perasaan khawatir. Jantungnya berdegub kencang takut terjadi sesuatu yang buruk pada janin dalam kandunganya.
__ADS_1
Tenang alesia.. Semuanya akan baik baik saja..
“Iya.. Santai aja al. Kamu aman sama aku..”