
Siangnya leon mengajak alesia ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan alesia yang usianya sudah lebih dari 4 bulan. Leon dan alesia juga berencana untuk melakukan USG guna melihat dengan jelas perkembangan janin dalam kandungan alesia.
“Kamu kenapa?”
Alesia tersentak saat leon bertanya dan menyentuh lembut punggung tanganya.
“Ah aku? Aku nggak papa kok kak..” Jawab alesia gagap.
Leon menyipitkan kedua matanya tidak percaya. Alesia bukan tipe orang yang pendiam. Dan jika alesia sudah banyak diam bahkan melamun itu adalah tanda bahwa wanita itu memang sedang memikirkan sesuatu.
“Beneran?” Tanya leon.
“Iya.. Aku nggak papa.” Senyum alesia menjawab.
Leon mengangguk pelan. Leon sebenarnya ingin bertanya lebih detail tentang apa yang sedang mengganggu pikiran alesia. Tapi leon takut alesia akan kembali curiga padanya tentang ingatanya yang memang sudah sepenuhnya pulih.
“Nyonya alesia.”
Suara dokter cantik dengan rambut yang di kucir tinggi itu berhasil mengalihkan perhatian leon dan alesia. Leon menoleh dan mendapati dokter cantik itu sudah berdiri dengan jarak 1 meter darinya dan alesia menunggu di luar ruangan dokter tersebut.
“Maaf menunggu lama..” Katanya.
“Emm.. Kita bisa melakukan pemeriksaanya sekarang.” Lanjut dokter tersebut tersenyum ramah.
“Baik dok.” Balas alesia tersenyum.
Leon menghela nafas. Dengan lembut leon meraih tangan alesia dan membantu alesia bangkit dari duduknya.
“Hati hati..” Titahnya.
Selama menjalani pemeriksaan alesia terus di dampingi oleh leon. Bahkan tangan alesia tidak lepas dari genggaman tangan besar leon.
“Apa mau USG juga?” Tanya dokter itu setelah mengecek tensi alesia.
“Ya dok..”
Alesia yang hendak menjawab urung bersuara karna leon sudah lebih dulu menjawab. Alesia kemudian tertawa pelan. Suaminya tampak sangat semangat dan antusias.
“Kenapa ketawa?” Tanya leon bingung.
“Nggak, nggak papa..” Jawab alesia tersenyum.
Alesia dan leon menatap layar monitor dimana terlihat jelas janin dalam kandungan alesia.
__ADS_1
“Perkembanganya sangat bagus nyonya tuan. Kita bisa lihat disini dia begitu sehat di dalam sana..” Kata dokter menerangkan.
Tes
Air mata leon menetes dan jatuh tepat di perut terbuka alesia. Leon benar benar merasa terharu melihat buah cintanya tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam rahim istrinya.
Alesia yang merasakan tetesan air di perutnya langsung menoleh. Wanita itu tersenyum geli. Alesia maklum jika suaminya merasa terharu karna alesiapun merasakan hal yang sama.
“Apa tuan dan nyonya juga ingin tau jenis kelaminya?”
Alesia melirik suaminya. Alesia menebak mungkin leon tidak mendengar pertanyaan dokter karna terlalu fokus menatap layar monitor di depanya.
“Ah itu.. Nanti saja dokter.” Jawab alesia.
”Baiklah. Seharusnya sudah terlihat jelas nyonya karna kita menggunakan USG 4 dimensi. Tapi anda juga bisa melihat sendiri bukan janin anda seakan malu dan terus menutupinya.” Tawa pelan dokter cantik itu.
Alesia ikut tertawa. Posisi janinya memang terus miring seolah berusaha menutupi jenis kelaminya.
Selesai memeriksakan kandungan alesia, leon mengajak alesia untuk jalan jalan sebentar. Leon sengaja mengajak istrinya ke sebuah pusat perbelanjaan guna membeli apa yang mungkin memang di butuhkan oleh alesia.
“Kamu ada yang mau di beli kak?” Tanya alesia menatap leon saat memasuki mall di pusat kota.
”Nggak ada.” Jawab leon jujur.
Alesia berhenti melangkahkan kakinya dan menatap tidak mengerti pada suaminya.
Leon tersenyum. Pria tampan itu menoleh menatap wajah kebingungan istrinya.
“Aku pikir kamu butuh sesuatu.” Jawabnya.
Alesia diam dan tampak berpikir. Semua yang dia butuhkan sudah terpenuhi. Selain leon yang membelikanya begitu rajin alesia juga sering membeli barang barang yang di butuhkanya melalui toko online.
”Nggak ada. Semuanya sudah lengkap.” Geleng alesia kemudian.
Leon menganggukan kepalanya. Saat leon mengedarkan pandanganya, leon tidak sengaja melihat santi dan rico yang sedang berdiri sejajar di tangga eskalator.
”Itukan tante..” Gumamnya.
Alesia mengeryit. Alesia mengikuti arah pandang suaminya. Kedua matanya membulat sempurna melihat rico dan santi yang sedang bersama. Alesia gagap seketika. Hubungan santi dan leon sedang tidak baik dan jika sampai leon menghampiri santi mereka pasti akan kembali berdebat.
Ya tuhan rico.. Bagaimana ini? Kak leon sangat membenci rico..
“Alesia itu..”
__ADS_1
“Aduh.. Aduduh kak.. Aku pengin pipis..” Sela alesia berpura pura.
Leon menoleh pada alesia. Pria itu bimbang seketika. Leon ingin menghampiri santi tapi leon juga tidak mungkin membiarkan alesia ke toilet seorang diri.
“Tapi itu..”
“Kak.. Aku udah nggak tahan nih.. Kebelet banget..” Sela alesia lagi.
“Oke oke.. Kita ke toilet sekarang.”
Leon menoleh sekali lagi pada santi dan rico yang sudah mulai berjalan di antara para pengunjung lainya. Leon berharap setelah mengantar alesia, dirinya masih bisa mencari tantenya dan rico.
Apa yang tante lakukan dengan rico? Ada hubungan apa mereka berdua?
Leon mondar mandir di depan pintu toilet wanita. Pria tampan itu beberapa kali berdecak karna alesia begitu lama berada di dalam toilet. Kali ini leon benar benar tidak sabar. Melihat santi bersama rico membuat leon merasa sangat penasaran. Apa lagi leon juga tau rico selalu berusaha mendekati istrinya dulu.
“Kak..” Panggil alesia yang baru saja keluar dari toilet.
Alesia sebenarnya tidak pipis di toilet. Wanita itu hanya berbohong demi mengulur waktu suaminya.
Ya tuhan.. Semoga tante dan rico sudah pergi dari sini.
“Udah?” Tanya leon menatap alesia.
Alesia menganggukan kepalanya. Alesia sebenarnya tidak ingin membohongi suaminya. Tapi jika alesia tidak berbohong leon mungkin sekarang sedang berdebat dengan santi.
“Alesia. Aku tadi liat tante sama seorang yang aku tidak tau siapa. Jadi tolong kamu tetap disini sebentar. Aku akan mencari tante.”
Lagi dan lagi leon harus berbohong pada istrinya sendiri. Leon sebenarnya tau santi berjalan bersama rico. Tapi leon harus pura pura tidak tau siapa rico di depan alesia.
“Eemm.. Ya mungkin tante lagi pergi sama temenya kak.. Kamu nggak perlu sekhawatir itu..”
Leon terdiam. Leon tau siapa saja teman teman santi. Dan kebanyakan bahkan hampir semua teman santi adalah wanita.
“Aku capek.. Kita pulang aja ya..” Rengek alesia kemudian.
Leon menghela nafas. Memutari seluruh mall itu juga belum tentu dirinya bisa menemukan rico dan santi. Mungkin juga santi dan rico sudah pergi dari sana.
Baiklah.. Sabar leon.. Kamu bisa mencari tahu nanti.
“Ya udah.. Kita pulang sekarang.” Angguk leon tersenyum lembut menatap alesia.
Alesia menghela nafas lega. Untung saja alesia berhasil membohongi leon. Kalau tidak mungkin akan timbul masalah baru jika sampai leon menghampiri santi dan rico.
__ADS_1
Leon menggandeng tangan alesia dan mengajaknya berlalu dari depan toilet.
Maafin aku kak.. Aku terpaksa membohongi kamu..