Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
Bertanya tanya Part 2


__ADS_3

Pak no menghentikan mobilnya di parkiran di depan gedung perusahaan milik santi.


“Sudah sampai nyonya.” Kata pak no memberitahu.


“Iya pak..”


Alesia kemudian turun dari mobil dan melangkah santai memasuki gedung perusahaan santi. Alesia bertanya pada petugas tentang santi. Dan petugas tersebut langsung menelpon sekertaris santi yang langsung menyuruh alesia untuk naik ke lantai dimana ruangan santi berada.


Alesia memasuki ruangan santi. Sekertaris santi mengatakan pada alesia supaya alesia menunggu di dalam ruangan santi saja karna saat itu santi sedang rapat.


Alesia mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan kerja santi yang begitu luas. Alesia tersenyum. Selera santi memang sudah tidak di ragukan lagi. Selalu berkelas dan mewah.


Ceklek


Alesia menoleh ketika mendengar suara pintu yang di buka. Disana muncul seorang Office girl yang membawa nampan yang di atasnya bertengger cangkir beserta tatakanya.


“Minumnya bu..” Kata si Office girl sambil meletakan secangkir teh hangat di atas meja di depan sofa dimana di sampingnya ada alesia yang sedang berdiri.


“Ah ya mbak. Makasih yah..” Senyum alesia.


“Sama sama bu. Saya permisi.”


Office girl itu berjalan cepat menuju pintu kemudian keluar kembali dari ruangan santi meninggalkan alesia sendiri.


Alesia tersenyum. Alesia tidak pernah tau sebelumnya jika santi memiliki perusahaan sendiri. Yang alesia tau selama ini santi mempunyai bisnis kuliner yang di tangani oleh orang kepercayaanya. Tidak heran santi tidak pernah sekalipun meminta uang pada leon.


Alesia menunggu cukup lama. Bahkan sampai setengah jam menunggu santi belum juga muncul.


“Apa menjadi CEO sesibuk itu ya?” Gumam alesia menghela napas.


Alesia kemudian merogoh tas kecil yang di bawanya. Alesia berniat mengusir rasa jenuhnya dengan memainkan hp nya.


1 Jam kemudian santi masuk ke dalam ruanganya dan tersenyum mendapati alesia yang sedang berbaring terlentang di atas sofa panjang sambil membaca majalah yang ada di meja kaca depan sofa tempatnya berbaring.


Santi menghela napas pelan. Santi tau alesia sudah menunggunya lama. 1 jam lebih alesia menunggu dan tetap berada di sana dengan sabar tanpa sekalipun menelponya.


Santi kemudian melangkah pelan mendekat pada alesia yang belum menyadari kehadiranya. Mungkin karna terlalu fokus dengan majalah yang sedang di bacanya.


“Ekhem !!


Santi berdehem untuk menyadarkan alesia dan ternyata caranya berhasil. Alesia langsung tersadar dan menyingkirkan majalah yang menutupi wajahnya.


“Tante..”

__ADS_1


Alesia tersenyum kemudian segera bangkit dari berbaringnya. Alesia berdiri dan langsung menyalimi santi yang hanya diam saja.


“Duduk lagi.”


Santi menyuruh alesia dengan suara dingin juga tatapan datarnya. Wanita itu benar benar sangat pintar menyembunyikan apa yang di rasakanya.


“Ada apa kamu kesini?” Tanyanya setelah alesia duduk kembali di sofa.


Alesia terdiam kemudian tersenyum kembali.


“Aku cuma mau ketemu sama tante. Nggak ganggu kan?”


Santi berdecak pelan. Santi mendudukan dirinya di samping alesia yang terus tersenyum menatapnya.


“Sebenarnya kamu mengganggu waktu kerja saya.” Katanya.


Alesia menghela napas. Alesia mengangguk mengerti. Santi juga pasti sangat sibuk dengan segudang pekerjaanya. Sama seperti leon, suaminya.


“Aku cuma pengin ngobrol sama tante. Sudah lama juga tante tidak datang ke rumah.”


Santi melirik alesia. Santi yakin alesia pasti belum mengetahui tentang kesembuhan yang di sembunyikan leon. Santi juga yakin alesia sudah terlalu banyak di bohongi oleh leon.


“Ini tentang kak leon tante..”


Alesia buru buru menggelengkan kepalanya. Alesia tidak mau santi sampai salah paham dan memarahi suaminya.


“Bukan itu tante..”


“Lalu?” Tanya santi menyela dengan cepat.


“Saya banyak pekerjaan alesia. Jangan membuang buang waktu saya.” Lanjutnya.


Alesia menelan ludahnya. Alesia tidak tau harus memulai darimana.


Santi melirik alesia yang diam dengan wajah kebingungan. Santi tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika alesia tau leon membohonginya.


“Kak leon.. Dia mengingat tentang masa lalunya. Apa itu artinya kak leon juga sudah bisa mengingat tentang tante?” Tanya alesia pelan.


Santi tidak tau harus menjawab apa. Tentu saja leon mengingat masa lalunya karna leon memang sudah sembuh. Hanya leon masih menyembunyikanya dari alesia.


“Saya tidak tau.”


Pada akhirnya santi memilih untuk ikut berpura pura tidak tau apa apa. Santi merasa lebih baik alesia tau sendiri dari pada harus di beritahu olehnya.

__ADS_1


“Tante tapi...”


“Jangan bertanya tentang apapun yang saya tidak tau. Leon itu suami kamu. Kamu yang setiap hari bersama dia alesia.” Sela santi.


Alesia langsung bungkam. Alesia juga merasa dirinya salah jika menanyakan itu pada santi. Tapi alesia tidak tau harus lari pada siapa lagi selain pada santi.


“Aku percaya sama kak leon tante, tapi..”


“Kalau begitu ukur saja rasa percaya kamu dengan rasa cinta kamu sama leon. Kalau kamu masih ragu itu artinya kamu hanya sedikit mencintainya.”


Alesia diam lagi karena santi menyelanya. Alesia sangat mencintai leon. Tapi alesia merasa ragu pada leon.


“Rasa cinta dan kepercayaan tidak selalu sama tante..”


Santi tersenyum. Memang tidak sama. Tapi setidaknya orang yang mencintai akan mempercayai. Mungkin alesia nanti akan kecewa tapi santi tidak bisa membantu apa apa. Santi juga kecewa karna leon membohonginya. Santi tidak menyangka bahkan tidak percaya leon yang selalu jujur kini bisa menjelma menjadi seorang yang pandai melontarkan kebohongan.


“Memang tidak sama alesia. Tapi setidaknya kamu akan percaya jika kamu mencintai leon.”


Alesia menghela napas. Alesia juga ingin sepenuhnya percaya tapi keraguan selalu muncul di hatinya.


“Tante aku...”


“Akan lebih baik jika kamu tanyakan semuanya langsung pada leon. Jangan takut dia marah atau kecewa karna menganggap kamu tidak percaya. Yang kamu harus yakini adalah leon akan jujur kalau memang leon menutupi sesuatu dari kamu.”


Alesia mengeryit.


“Menutupi sesuatu dari aku?”


Santi menghela napas. Setidaknya santi tau alasan kenapa leon berbohong padanya juga pada alesia.


“Tanyakan pelan pelan. Jangan gunakan emosi. Tapi gunakan hati untuk bisa mengerti.”


“Saya ada janji dengan client alesia. Lebih baik sekarang kamu pulang.”


Santi bangkit dari duduknya di samping alesia kemudian melangkah menuju meja kerjanya. Santi meraih laptopnya dan terlihat mengecek sesuatu sebelum akhirnya kembali melangkah keluar meninggalkan alesia yang masih diam di tempatnya duduk.


Apa maksudnya? Kenapa semuanya begitu sangat membingungkan?


Sepanjang perjalanan menuju pulang alesia terus memikirkan apa yang di katakan oleh santi. Alesia benar benar tidak paham. Ucapan santi benar benar semakin membuatnya penasaran.


Apa sebenarnya tante tau sesuatu?


Decakan pelan keluar dari bibir alesia. Menemui santi pun sama sekali tidak mendapatkan hasil apapun.

__ADS_1


Apa yang sebenarnya kak leon sembunyikan selama ini? Kenapa bunda begitu mencurigainya?


__ADS_2