Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 4


__ADS_3

“ ihh apa-apaan loh” balas Karin dengan menatap ika yang sok manis menurutnya ” engga usah sok cantik dehh pake senyum- senyum lagi. Kegatelan banget woii “ balas Karin dengan nada menyindir


“ ihh Karin astaga engga boleh gitu aku kan teman kamu kok gitu sih ngomonnya” ika sambil terus memasang sikap manisnya


” idiihhh “ kata Karin mencibir sikap sok manis ika


“ ohh yang bal ngapai loh disini, mau makan juga” tanya Karin yang kini menatap laki–laki yang dari tadi memperhatikan perdebatanya dengan ika.Yah ikbal anak laki-laki yang menyapa Karin.


“ engga kok Cuma mau bungkus aja nanti makan dirumah aja” balas ikbal yang masih terus berdiri di tempatnya yang semula


“ohhh” ucap Karin cuek sambil kembali focus dengan es miliknya


Sementara ika masih duduk dengan posisi yang sama dan terus mempertahankan sikap manisnya.


“ udah woiii senyumnya biasa aja, nanti dikira orang gila baru tau rasa lohh” ucap Karin yang menyadari sikap temannya yang tidak berubah dari tadi dihadapannya sambil terus membelakanginya dengan menghadap kedapa ikbal yang jelas – jelas tidak mempertakannya.


“ ihsss diam lohh” kata ika dengan suara yang dikecilkan “ lagi proses awal pendekatan nih” sambungnya sambil berbalik menghadap Karin


“ehhh loh katanya tadi engga kenal dia tapi tau namanya” balas ika yang kini telah sempurna menghadap Karin di depannya


“ emang kenapa kalau kenal” kata Karin cuek


“ kenalin dong “balas ika dengan memperlihatnya raut wajah penuh mengharapan


“ ok dehh” balas Karin sambil tersenyum penuh arti


“nah gitu tong “ balas ika dengan senyum


Karin yang kini telah berdiri dari kursinya langsung berjalan menghampiri ikbal yang masih pada posisi awalnya menunggu es pesannya.

__ADS_1


“ bal duduk di meja situ yukk, emang engga pegel lohh berdiri terus disini ” kata Karin yang langsung menarik tangan ikbal tanpa mendengar jawaban ikbal


“ nahhh duduk di samping gue yahh jangan ngomon lohh” kata Karin sambil terus berjalan kearah meja dimana ika telah duduk dengan senyuman yang masih ada diwajahnya namun dengan nada suara yang di kecilkan


“ terus kalau gue engga bisa ngomon nanti pas ditanya sama teman loh guee harus apa “ kata ikbal yang heran dengan perintah Karin padanya


“ihhh kecilin suara lohh” kata Karin dengan nada juteknya yang kini berhenti dan menghadap ikbal “ pokoknya jawab seperlunya aja jangan terlalu banyak dan yahh satu lagi jangan kaget apapun yg akan terjadi entar” katanya yang kini kembali berjalan kearah meja dimana ika telah menunggu dengan wajah heran meilhat keduanya. "udahh diem aja " sambungnya yang melihat ikbal akan membalas ucapannya.


Sesampainya di meja mereka pun duduk. Karin kembali duduk di tempatnya semula sedangkan ikbal duduk di samping gadis itu sesuai dengan apa yang Karin katakan padanya. Hhhh lucukan ikbal turut pada perintah Karin kata pacarnya aja:>>>


“dekkk ini pesannya udah siap” kata penjual es begitu keduanya baru saja mendaratkan patat mereka pada kursi


“masss esnya di taroh di gelas aja langsung bawa kesini engga jadi di bungkus” balas Karin tanpa melihat bagaimana respon ikbal


“ iy mas soalnya kita mau ngobrol dulu “ kata ika yang juga setuju


“ yahhh dahh deh” balas penjual es sambil memasang wajah sedikit kesal karena kelabilan remaja- remaja tersebut


“ nanti pelangganya kabur lohh kalau begitu, nanti cepat tua juga terus istrinya engga suka lagi gimana?? “ lanjut Karin menggoda penjual es


“ ehh engga kok dehh” balas penjual es yang kini telah tersenyum mendengar perkataan Karin


Yahhh begitulah Karin kadang bikin emosi kadang pula bikin suasana menyenangkan. Mungkin itulah alasan ika sangat mudah berteman dengannya


“ ini dekk” kata penjaul es yag langsung di sambut dengan anggukan dan ucapan terima kasih dari ikbal


“ ohhh yah bal ini ika teman kelas gue dan ika” Karin memutar bola mata malas “ini ikbal teman smp gue” Kata Karin memperkenalkan keduanya


“ hai “ kata ika kepada ikbal

__ADS_1


“hai juga” balas ikbal


“Tinggal dimana” Tanya ika


“di perumahan X bekalang sekolah” balas ikbal


“ ohh yahh…” pertanyaan ika terhenti


“ udadah udahh engga usah pake perkenalan gitu dehh buang- buang waktu tau engga” kata Karin yang merasa di cueki oleh keduanya


” kalau mau perkenalan mending tukaran biodata aja “ sambungnya


“ ehh apa- apaan sihh loh rin” yang langsung mendapat tatapan tajam dari ika


Sedangkan ikbal hanya tersenyum melihat Karin bersikap seolah cemburu


“cemburu loh rin” kata ikbal yang langsung mendapat jitakan di kepalanya dan dan tatapan marah dari Karin


“ diem lohh “ kata Karin dengan wajah cemberut


“kalian pacaran yah “ kata ika yang langsung menatap kedua orang dihadapannya


“ eng…..” belum sempat ikbal melanjutkan kalimatnya tiba-tiba saja satu sendok es kelapa mendarat di mulutnya


“ iy kita pacaran” kata Karin yang langsung mendapat pelototan dari ika


“ serius lohh kok gue engga tau sihh “ kata ika dengan raut wajah tampak kecewa


Sedangkan ikbal hanya diam membeku mendengarkan perkataan Karin

__ADS_1


Karin yang menyadari epspresi ikbal langsung menyenggol lengan ikbal “ kenapa sayang?? engga usah kaget gitu dong, kan engga selamanya hubungan kita disembunyikan terus, nanti kalau engga di kasih tau ke orang kamunya di ambil “ kata karin yang sambil menyodorkan es kelapa kepada ikbal dengan nada suara manja


“ ehhh sorry yah rin guee engga tau kalau dia pacar lohh” kata ika yang merasa sedikit tidak enak dengan karin


__ADS_2