Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 12


__ADS_3

Seperti hari- hari biasanya, setelah bel berbunyi semua siswa kini telah berhamburan keluar gerban sekolah. Hari ini Karin tidak di jemput papanya. Semenjak kejadian 2 bulan yang lalu, kini karin lebih memilih melakukan segala sesuatu sendiri.


Karin enggan untuk merepotkan orang tuanya. Hal tersebut membuat karin Mau tidak mau naik angkutan umum untuk pulang kerumahnya atau memesan grab bike


“karinn “ panggil ikbal


“ehh bal , kenapa? “ kata Karin


“ lohh engga di jemput “ ikbal sambil berjalan di samping Karin


“ engga , papa lagi ada urusan. Ini mau jalan ke halte tunggu bus “ sambung Karin


“ ohh “ ikbal sambil melihat kearah jalan depan tatapan sedih


“ rinn gue inta maaf yah karena pernah ngebentak loh , gue rasa sikap gue keterlaluan sampai sampai sekarang lohh kaya benci sama gue " ikbal sambil terus fokus pada jalanan


"ahh engga kok" balas karin "gue ada beberapa masalah pribadi, engga ada hubungannya sama loh" sambungnya sambil tersenyum melihat ikbal

__ADS_1


""tapi rinn..." perkataan ikbal terhenti


"udahh engga usah di pikirin lagi " kata karin mencairkan suasana "gue balik dulu yahh " sambungnya sambil meninggalkan ikbal


"karin tunggu" ikbal menarik tangan karin "nih buat lohh .Ucapan permintaan maaf , gue harap lohh terimah yahh " kata ikbal sambil memberikan sebungkus coklat pada karin dan berjalan meninggalkan karin sambil tersenyum bahagia




Karin menatap kepergian ikbal hingga tubuh anak laki laki itu sudah tak nampak di matanya. Dia hanya tersenyum canggung melihat coklat yanh di berikan ikbal.


Semua siswa sibuk dengan urusan masing masing. Yahh ini adalah jam istirahat bagi siswa. Setelah berkelut dengan pelajaran , kini siswa bisa sedikit bernafas lega sambil berbincang bincang dengan teman ataupun mengisi tenaga untuk bekal pelajaran selanjutnya. Namun tidak untuk karin. Gadis belia tersebut lebih memilih untuk duduk diam seorang diri di dalam kelas. Pikiran gadis tersebut seolah melayang layang entah kemana , namun raganya masih tetap ada dalam kelas tersebut.


"rin ke kantin yukk" kata ika sambil duduk di kursi depan karin.


Tidak jawaban dari orang yang dipanggil, hal tersebut membuat ika geram " karin woii, kesambet lohh"kata ika dengan suara yang keras .

__ADS_1


"santai njirr gue engga budek" karin sambil menutup telinganya.


Sedangkan ika hanya tertawa melihat sahabatnya itu


"ke kantin yukk , isi tenaga "katanya sambil menarik lengan karin untuk mengikuti langkahnya.


Begitu sampai di kantin, karin memilih langsung duduk pada bangku sementara ika langsung ke kedai makanan untuk memesan makanan untuknya dan karin. Ika menyadari perubahan sikap karin yang murung sejak pagi ini.


Oleh karena itu, dirinyalah yang langsung memesan makanan tanpa berdebat dengan karin.


Karin masih saja sibuk dengan lamunannya. Entah hal apa yang dia pikirkan, hanya karinlah yang tau.


"gabung yahh" suara laki laki itu sukses membuyarkan lamunan karin. Kini dia menatap anak laki laki yang duduk di depannya.


"duduk aja bal" kata karin sambil tersenyum


" makasih rin"kata ikbal sambil membalas senyuman karin.

__ADS_1


maaf typo bertebaran dimana mana


jangan lupa like dan comennya 😊😊


__ADS_2