
Rico datang menemui leon dengan kemantapan hatinya. Pria berponi itu bahkan rela meninggalkan pekerjaanya demi bisa bertemu dan mengobrol langsung dengan keponakan dari wanita yang saat ini telah berhasil menguasai hatinya.
“Bawa mobil saya.”
Rico mengeryit.
Dia memintaku menjadi supirnya?
Rico merasa leon tidak jauh berbeda dengan santi. Begitu arogan dan suka seenaknya memerintah seseorang.
Baiklah, turuti saja rico. Demi tante santi.
“Baik pak. Pak leon mau kemana?” Senyum rico bertanya dan menatap leon yang mulai bangkit dari kursi kebesaranya.
“Pulang ke rumah saya. Kamu sudah tau kan alamatnya?”
Rico menelan ludahnya susah payah. Entah kenapa pertanyaan leon seperti sebuah sindiran untuknya yang saat itu mengantar alesia pulang menggunakan motor setelah bertemu denganya.
“Ya pak. Saya tau."
Leon melenggang lebih dulu meninggalkan rico yang masih di tempatnya. Leon benar benar lemas sekarang. Beruntung rico mau datang tanpa mengundur waktu untuk bertemu denganya.
Rico mengendarai mobil leon dengan kecepatan sedang. Jalanan yang cukup ramai saat itu sama sekali tidak membuat rico merasa sulit meskipun memang jantungnya terus berpacu cepat karna duduk bersebelahan dengan leon.
Rico melirik leon yang terus diam dengan tatapan lurus. Rico melihat leon beberapa kali menguap dan mengucek matanya yang sedikit memerah.
“Jadi apa yang mau kamu tanyakan pada saya?”
Leon tau rico meliriknya beberapa kali. Leon juga tau rico sedang tidak tenang di tempatnya. Entah karna apa leon sendiri tidak bisa menebak. Tapi leon meyakini semua itu pasti karna santi, tantenya.
Apa mungkin tante berhasil membuat si poni ini jatuh cinta?
Rico berdehem. Sebenarnya rico juga bingung harus bagaimana memulainya.
“Tentang tuan bramono pak, sebenarnya tante santi ada hubungan apa dengan dia?”
Leon mengangkat sebelah alisnya. Jika leon menjawab yang sebenarnya rico pasti akan memberitahu pada alesia. Dan itu artinya kebohonganya pada alesia akan terbongkar.
“Tentang itu saya tidak tau.” Jawab leon sembari menguap.
__ADS_1
“Tapikan pak, Bukanya anda adalah orang rerdekat tante santi?”
Leon menoleh menatap rico yang begitu berani bertanya seperti itu padanya.
“Saya memang orang yang paling dekat dengan tante saya. Tapi bukan berarti saya tau segalanya tentang dia. Lagian untuk kamu menanyakan hal seperti itu pada saya? Kenapa nggak kamu tanyakan langsung saja sama tante saya?”
Rico menelan ludahnya. Rico pikir leon akan menjelaskan padanya. Tapi nyatanya leon malah marah dan menanyakan kenapa rico tidak langsung menanyakanya pada santi.
“Kamu tidak berani? Huh, pria macam apa kamu ini sampai menanyakan hal sepele seperti itu saja tidak berani. Payah.”
Rico mencengkram erat stir mobil mewah leon. Rico marah mendengar apa yang di katakan oleh leon.
Dasar orang kaya tidak punya hati. Bisanya cuma marah dan marah.
“Begini pak leon, saya di suruh untuk bersandiwara di depan tuan bramono oleh tante santi. Tante santi bahkan mengatakan pada tuan bramono bahwa saya adalah calon suaminya.”
Jeda sejenak. Rico mungkin harus lebih dulu menjelaskanya agar leon mengerti.
“Tapi tante santi tidak pernah memberitahu saya siapa tuan bramono sebenarnya.”
Leon menghela napas. Leon tau bramono memang sedang berusaha mendekati santi kembali. Bramono bahkan pernah menanyakan padanya tentang hubungan santi dan rico yang sebenarnya.
Rico menahan napas sejenak. Rico ingin sebenarnya menyelidiki semuanya tapi rico tidak punya waktu untuk itu. Rico harus bekerja agar tetap bisa menafkahi adik dan ibunya di kampung.
“Saya tidak punya banyak waktu pak. Saya harus bekerja dan bekerja demi bisa menyambung hidup.” Jawab rico.
Leon tersenyum sinis.
“Alasan macam apa itu?”
Rico tersenyum mendengarnya. Rico tau leon dan santi sangat banyak uang. Mereka bisa melakukan apa saja dengan uang yang mereka miliki.
“Kamu bisa menyuruh dan membayar seseorang untuk menyelidikinya. Jangan bodoh.” Kata leon lagi.
“Justru karna saya bukan orang bodoh makanya saya bertanya langsung pada anda pak leon. Saya tidak punya banyak uang untuk membayar detektif. Saya harus tetap bekerja demi bisa membiayai sekolah adik saya.”
Leon mendelik. Leon tidak pernah sedikitpun mengira bahwa rico adalah pria pas pasan yang gila bekerja demi uang. Leon pikir rico hanya seorang photographer yang tidak mempunyai beban. Tapi ternyata di balik pekerjaan yang hanya menghasilkan uang tidak seberapanya rico memiliki tanggung jawab besar. Rico mempunyai orang yang sangat mengandalkanya.
Leon menghela napas. Leon berusaha untuk terlihat tidak terkejut.
__ADS_1
“Kenapa kamu ingin tau tentang tante saya dan bramono?” Tanya leon dengan tatapan lurus ke depan.
“Karna saya mencintai tante santi pak. Maaf kalau saya dan perasaan saya lancang. Tapi saya benar benar tidak bisa bohong. Saya tidak bisa menjauh ataupun di jauhi oleh tante santi.”
Leon melirik rico diam diam.
“Apa karna uang?” Tanyanya tersenyum miring.
Rico tersenyum lagi.
“Kalau hanya karna uang mungkin dari awal saya sudah memeras tante santi pak.”
Leon melirik rico lagi. Kedua matanya menyipit tidak percaya dengan apa yang di katakan rico. Rico sangat membutuhkan uang. Rasanya tidak mungkin jika rico benar benar tulus pada tantenya yang sudah tidak lagi muda.
“Saya tulus pak. Saya mencintai tante santi tulus. Awalnya saya juga bingung dan merasa aneh bahkan merasa lucu. Tapi rasa ini nyata juga dalam pak.”
“Lalu apa tujuan kamu bertanya pada saya? Apa agar saya tau lalu membantu kamu?”
Rico terdiam sesaat. Niatnya bukan untuk meminta dukungan dari leon melainkan hanya ingin tau tentang hubungan santi dan bramono.
“Tujuan saya hanya ingin tau tentang hubungan tante santi dan tuan bramono pak. Wajar bukan saya ingin tau tentang wanita yang saya cintai?”
Leon tidak bisa menampik. Dirinya juga selalu ingin tau tentang alesia dulu saat mulai jatuh hati. Dan mungkin sekarang apa yang pernah di rasakanya sedang di rasakan oleh leon.
Rico menghentikan mobil leon karna memang mereka berdua sudah sampai di depan pintu gerbang rumah leon dan alesia.
“Sudah sampai pak.” Senyum rico.
Leon menghela napas. Keningnya mengeryit begitu melihat rico yang malah seperti akan turun dari mobil mewahnya.
“Kamu mau kemana?” Tanya leon bingung.
“Saya ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan pak. Terimakasih untuk waktunya.” Senyum rico kemudian turun dari mobil leon.
Leon terdiam. Kata terimakasih seharusnya leon yang mengucapkanya pada rico karna rico sudah berjasa menjadi supir dan mengantarnya pulang dengan selamat.
Apa mungkin dia benar benar mencintai tante. Atau hanya karna uang saja?
Leon ikut bahagia jika santi bahagia. Tapi leon juga tidak bisa begitu saja percaya pada rico yang mengatakan mencintai santi.
__ADS_1