Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 10


__ADS_3

Begitu bel tanpa istirahat berbunyi, Karin telah berjalan ke kantin bersama dengan ika tentunya. Semua siswa tau dimana ada Karin, pasti ada ika . yah keduanya bagaikan amplop dan perangko yang selalu bersama.


Karin telah menceritakan pada ika bahwa hari ini ada teman barunya yang akan mentraktir mereka berdua, dan tentu saja ika sangat suka dengan hal tersebut.


“ Karin sini “ arya yang kini telah duduk pada sebuah kursi sambil melambaikan tangan memanggil karin


“ hai ya “ katanya sambil berjalan ke arah arya “ kenalin nihh teman gue ika namanya" sambungnya sambil memperkenalkan ika


“ hai gue arya anak kelas XI IPA D” kata arya


“ gue ika “ kata ika yang kini telah duduk tepat disamping karin


“ ehh arya peka banget jadi cwok “ kata Karin begitu meilhat sudah ada makanan dan minuman di depannya “ nahh kalau gini gue suka banget sama lohh “ sambungnya yang kini mengambil makanan dan minuman di hadapannya dan memberikannya pada ika , sedangkan makanan dan minuman yang ada di hapadapan arya karinlah yang memakannya.


“ ehh iy dong “ katanya sambil senyum canggung

__ADS_1


sebenarnya arya hanya memesan makanan dan minuman untuk 2 orang. Dia tidak menyangka kalau Karin akan mengajak temannya


“ehh pulang sekolah d jemput rin” kata arya sambil memperhatikan Karin makan di sampingnya


“ emm di jemput papa “ balas Karin dengan mulut penuh makanan


“ ehh jorok makan dulu baru ngomon “ ika sambil menyenggol lengan Karin “ nanti arya kesembur makanan di mulut loh kan ngengga lucu “ sambung ika menatap karin


“ ahh engga apa-apa kok ka “ kata arya “ Karin imut banget kalau makan kaya digini" sambungnya yang kini menfokuskan tatapannya sambil tersenyum pada Karin sambil mencutit pipi karin


Sedangkan Karin hanya memutar bola matanya malas mendengar arya


“sialan “ kata cwok tersebut dengan perasaan kesal


 

__ADS_1


Kini Karin telah berjalan menuju ke kelasnya, sebelumnya dia diminta oleh ika untuk menunggunya di depan toilet, tetapi Karin tidak menperdulikan ika dan terus berjalan ke kelas. "buang buang waktu aja " gerutu karin dalam hatinya.


Karin melihat ikbal yang juga berjalan, langsung saja dia mendekati ikbal dan menyapanya “ bareng dong bal “katanya sambil tersenyum dan berjalan di samping ikbal


Sementara ikbal tidak mengublis perkataan Karin dan terus berjalan meninggalkannya


"kenapa loh, sakit?? “tanya Karin heran dengan sikap ikbal “coba lihat gue “ sambungnya sambil berhenti dan memutar tubuh ikbal untuk berhadapan dengannya. Sementara ikbal malah menghempaskan tangan Karin dengan kasar dan terus berjalan seolah tidak terjadi apa-apa. Karin merasa heran dengan sikap ikbal karena tidak biasanya dia bersikap begitu dingin padanya. Namun karin tidak mau ambil pusing dengan hal tersebut dan memilih kembali berjalan menuju kelasnya


 


Sudah hampir 2 bulan semenjak ikbal bersikap dingin pada karin terjadi. Kini hubungan ikbal dan karin kembali seperti saat SMP dulu. Bahkan karin terkesan dingin pada ikbal.


Bahkan saat guru membagi mereka kedalam kelompok untuk diskusi tentang pelajaran bahasa Indonesia. Ikbal memberanikan diri untuk bertanya pada karin namun, gadis tersebut hanya diam seolah enggan untuk menanggapi pertanyaan ikbal.


Bukan hanya itu ikbal juga pernah secara sengaja duduk di bangku yang sama dengan karin dan ika saat berada di kantin. Dan karin hanya diam seolah olah menggap ikbal tak ada.

__ADS_1


maaf typo bertebaran


jangan lupa like dan comennya😊


__ADS_2