
“Tentang tuan bramono, apa itu artinya tuan bramono adalah bagian dari masa lalu ibuku?”
Leon berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya mendengar pertanyaan pelan yang terlontar dari bibir istrinya.
“Apa tuan bramono juga tau siapa ayahku kak?”
Leon menelan pelan makanan dalam mulutnya. Leon sendiri tidak tau apakah bramono tau siapa ayah kandung istrinya atau tidak. Leon tidak menanyakanya karna leon tidak mau bramono tau bahwa alesia adalah putri dari wanita yang pernah sangat di cintainya.
“Ale.. Tidak usah terlalu di pikirkan yah.. Aku tidak bermaksud untuk..”
“Kak.. Kalau sampai tuan bramono tau siapa aku bagaimana?” Sela alesia bertanya.
Leon mengeryit bingung.
“Maksud kamu?”
Alesia memejamkan sesaat kedua matanya kemudian menoleh menatap leon yang bingung menatapnya.
“Aku nggak pernah ingin bertemu dengan ayahku kak. Dia jahat. Dia sudah menyakiti ibu.. Dia meninggalkan ibu..”
Benar benar di luar dugaan. Leon pikir alesia akan sangat menginginkan mengetahui siapa ayah kandungnya. Tapi ternyata alesia bahkan menolak untuk tau.
“Aku nggak mau bertemu dengan orang yang sudah menyakiti ibuku.. Dan aku, aku juga nggak mau bertemu dengan siapapun bagian dari masa lalu ibu.”
Leon menggelengkan pelan kepalanya. Padahal menurut leon jika alesia bertemu dengan ayah kandungnya itu akan lebih baik. Tentu saja karna leon tau bukan bramono orangnya.
“Permisi nyonya, tuan.”
Alesia dan leon kompak menoleh pada mbak sari yang entah sejak kapan sudah berdiri tidak jauh dari keduanya.
“Ya mbak, ada apa?” Tanya alesia tersenyum.
“Di depan ada nyonya santi nyonya. Dia menyuruh saya untuk memanggil nyonya.”
Leon membulatkan kedua matanya. Santi datang tanpa lebih dulu memberitahunya. Dan santi juga sudah tau tentang sandiwaranya.
“Tante? Ngapain dia kesini malam malam begini?”
Alesia menoleh dan menatap bingung pada leon. Aneh sekali rasanya jika suaminya tidak mengharapkan kedatangan tantenya.
“Dia kesini mau ketemu sama aku kak. Kamu nggak usah GR.” Kata alesia.
“Ya udah mbak, saya keluar.”
__ADS_1
Alesia kemudian bangkit dari kursi yang di dudukinya dan melangkah meninggalkan leon yang ketakutan setengah mati di tempatnya. Leon takut jika ternyata kedatangan santi ke rumahnya adalah untuk memberitahu alesia tentang kebohonganya.
Aku harus ikut keluar. Tante nggak boleh ngomong apapun tentang kebohongan aku pada alesia.
Leon buru buru bangkit dari duduknya. Dengan langkah cepat leon menyusul alesia yang berniat menemui santi yang sedang menunggunya di depan.
“Tante.”
Santi menoleh begitu juga dengan rico yang berdiri di samping santi.
“Eh ada rico juga..”
Alesia tersenyum kemudian melangkah mendekat pada santi dan rico.
“Ayo masuk, tante, rico.” Senyum alesia mengajak keduanya untuk masuk ke dalam rumahnya.
Leon yang mengikuti alesia dari belakang terdiam dan berhenti melangkah saat sampai di depan pintu. Leon pikir santi seorang diri. Namun ternyata ada rico di sampingnya.
“Nggak usah. Saya kesini hanya untuk mengantar mobil kamu.”
Santi menatap alesia sesaat kemudian melengos. Hal itu membuat alesia bingung. Santi seperti sedang marah padanya.
Alesia melirik rico yang hanya mengedikan kedua bahunya pertanda bahwa rico juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada santi.
“Nggak.” Jawab santi cepat.
Alesia menghela napas pelan. Santi memang selalu bersikap seperti itu padanya.
Santi menyodorkan kunci mobil milik alesia yang memang tidak alesia dan leon bawa saat pindah. Mereka hanya membawa 1 mobil yaitu milik leon. Sedang mobil untuk alesia pergi kemana mana dengan pak no leon mendadak membelinya.
Alesia menerima kunci mobil miliknya. Sebenarnya alesia juga sudah tidak terlalu membutuhkanya, toh sudah ada pak no yang siap mengantar kemanapun alesia ingin pergi tanpa harus repot alesia menyetir sendiri.
“Sudah. Ayo kita pulang rico.”
Santi melangkah cepat dan masuk ke dalam mobilnya setelah alesia menerima kunci mobil tersebut. Alesia bingung kenapa santi selalu bersikap begitu ketus padanya tanpa sebab.
“Eemm.. Aku anterin tante pulang ya.” Senyum rico pada alesia.
Alesia menatap rico dan mengangguk dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya. Alesia benar benar salut pada rico yang bisa mendekati santi yang begitu angkuh dan judes.
“Hati hati co.. Titip tante ya.”
“Iya.. Tante pasti aman sama aku.. Bye..”
__ADS_1
“Bye..”
Rico melangkah menuju mobil santi. Namun saat hendak membuka pintu mobil rico kembali menoleh dan tersenyum menatap alesia yang berdiri di samping mobilnya. Rico melambaikan tanganya yang di balas oleh alesia sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil santi dan berlalu keluar dari pekarangan luas rumah leon dan alesia dengan kecepatan sedang.
Leon yang berdiri tidak jauh dari pintu menghela napas merasa lega. Leon pikir santi datang untuk marah dan memberitahu alesia tentang semuanya.
Setelah mobil santi benar benar berlalu dan pak satpam menutup gerbang, leon pun melangkah keluar dengan wajah pura pura tidak tau apa apa.
“Ini mobil kamu..”
“Tante sama rico yang anterin. Tapi tante nggak mau aku ajak masuk. Tante juga sepertinya sedang marah sama aku..”
Leon diam. Santi menolak masuk bukan karna marah pada alesia. Tapi karna kecewa pada leon yang sudah berbohong dan menutupi kesembuhanya.
“Mungkin tante memang lagi buru buru sayang..”
Leon mengusap lembut bahu alesia berusaha melapangkan hati wanitanya.
“Eh tapi tadi kamu bilang tante sama rico? Rico temen kamu itu?” Tanya leon yang baru menyadari dengan apa yang di katakan oleh istrinya.
“Iyalah kak.. Rico siapa lagi?”
“Kok..”
“Kamu jangan larang larang tante mau dekat dengan siapapun. Asal orang itu baik kan nggak papa. Aku kenal rico udah lama kok. Dan aku tau rico orang yang baik.” Sela alesia.
Leon berdecak. Selama dekat dengan rico santi memang tidak melakukan hal aneh. Tapi tetap saja leon merasa sedikit tidak nyaman karna rico adalah pria yang juga diam diam menyukai istrinya.
“Ale tapi..”
“Kak please.. Jangan menghalangi jika ternyata tante bahagia bersama rico.” Sela alesia menatap leon penuh harap.
Leon menghela napas. Leon tidak mungkin berdebat dengan alesia hanya karna seorang rico.
“Iya enggak... Ayo kita makan lagi..” Senyum leon mengalah.
Aku memang tidak akan melarang tante dengan dia.. Tapi aku tetap akan mencari tau bagaimana rico yang sebenarnya. Aku tidak mau tante kembali merasakan sakit hati.
“Kunci mobilnya kasih aja sama pak no.”
Alesia menganggukan kepalanya kemudian memanggil pak no dan menyerahkan kunci mobilnya. Setelah itu alesia masuk kembali dengan leon yang memeluk mesra pinggangnya.
Leon sebenarnya bingung juga pusing. Terlalu banyak masalah yang harus dia selesaikan sendiri. Terlalu banyak juga kebohongan yang leon lontarkan pada alesia.
__ADS_1
Apa mungkin semuanya akan baik baik saja atau berakhir begitu saja?