Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
Eps 2


__ADS_3

sesampainya di halaman rumah Mirna


“udah sampai rin “ kata papa Karin sambil menghentikan motornya didepan depan rumah bernuansa putih kuning tersebut


“kayanya mirna udah berangkat deh pa” kata Karin yang memperhatikan rumah tersebut dari atas motor


“ turun rin, teriak di depan pintu siapa tau mirna masih ada , kalau kamu di atas Motor bagaimana kamu tau mirna sudah pergi atau belum ? malah bikin kesimulan sendiri” kata sang papa


“ahhh malas dehhh Pa mending papa langsung ke sekolah udah dekat juga, nanti di sekolah baru aku aku cari mirna “ kata Karin


“uhhh terserah kamu saja dehh rin” ujur sang papa yang merasa kesal dengan sikap plin-plan sang anak sang selalu serubah-ubah dalam hitungan menit


Itulah sikap lain Karin selain keras kepala ,plin-plan . jadi jangan heran dengan sikap anak ini yang susah ditebak.


Sang papapun menyalakan motor dan melanjutkan perjalanan kesekolah Karin.


“Pelan pelan pa ada teman SMP Karin tuh yang lagi jalan , Karin mau nyapa dia” kata Karin yang terus bergerak di bangku belakang motor


“iya rin duduk yang tenang dong, nanti kita jatuh baru tau rasa kamu” ucap sang ayah dengan nada yang cukup keras membuat karin dibangku belakang motor mencibirkan bibirnya


“woiii “ ucap Karin dengan lantang dengan volume toanya


“(kaget) …… uhhh …..hai rin “ ucap iqbal anak laki-laki yang di teriaki tersebut


Iqbal teman SMP Karin, walaupun satu kelas saat SMP namun hubungan keduanya bisa dibilang tidak terlalu akrab, mereka hanya saling berbincang jika ada keperluan tugas sekolah. Namun entah mengapa kali ini Karin malah menyapa Karin iqbal ( yahhh bisa dibilang agak anek ihh pasalnya Karin tidak biasanya berbicara dengan anak laki-laki apalagi jika dialah yang harus pertama kali menyapa anak laki-laki tersebut berbeda dengan anak perempuan )

__ADS_1


“ duluan yahhh “ balas Karin sambil melambaikan tangannya pada iqbal yang masih berjalan tidak dari motor yang di kendarai Karin dan sang papa


“ okok “ balas iqbal sambil tersenyum manis :>>> hehhehe


Nah disinilah sebuah rasa aneh muncul dari diri Karin:>>>>>>>>


ANEH!!!!!!


KARIN POV


Dia berkata “ok” padaku sambil tersenyum, namun mengapa ada rasa yang aneh pada diriku. padahal itu hal yang biasa, bukan begitu? Namun saat ini berbeda, sungguh sangat berbeda bagiku:>>>>


bukan kata “ok” yang diucapkannya. Namun senyuman yang dia perlihatkan padaku barusan😅 seakan mengalihkan duniaku untuk sementara waktu. Bahkan rasanya waktu berhenti saat dia mengukir senyuman itu di wajahnya senyum manis hehhehe. Tanpa membalas ucapannya aku segera memalingkan wajahku yang enggan untuk melihatnya lebih lanjut. kurasakan pipiku memanas dan ada rasa aneh dalam dadaku. Rasa aneh yang sangat sulit ku lupakan, rasa aneh yang sulit di jabarkan dan di ungkapkan. Rasanya ada yang aneh dengan jantungku


DEG


DEG


DEG


Ahhh sudahlah mungkin itu hanya perasaanku saja atau mungkin aku gugup karena hari pertama sekolahku.


Begitu sampai di depan gerbang sekolah papa Karin menghentikan motornya, namun dia merasakan sang anak yang tak kunjung turun dan masih setia duduk di motor.


“cepat turun rin!! Sebentar lagi kamu ucapara penyambutan siswa baru, kenapa sih begong terus??? Kata papa Karin yang merasakan sang anak aneh dengan sikapnya “ atau jangan jangan kamu kelupaan sesuatu yah? “ sambung sang papa dengan nada menebak- nebak

__ADS_1


“ehhh mana ada, Karin Cuma lagi lihat lihat situasi aja kok, siapa tau ada teman yang Karin kenal “ katanya


“ yah udah deh cepat turun kamu berat tau:> papa mau pulang nih” jawab sang papa yang di balas ejekan oleh sang anak


“yehhh gara-gara papa juga nihh Karin gendut “ jawabnya dengan cemberut” papa sih kasih makan Karin makanan berlemat semua :>” timpa sang anak yang kemudian langsung turun dari motor dengan kesal


“yeehhh ngambek dehhh!!” sahut sang ayah langsung pulang usai melihat sang anak yang masuk ke sekolahnya


Yah hubungan antara Karin dan sang papa memanglah jauh lebih dekat daripada sang mama. Jelas, karena sang papa selalu saja memberikan kebebasan kepada kedua anaknya selama itu dalam batasannya.


IQBAL POV


Hari pertama sekolah di SMA N. pukul 5 lewat aku telah selesai mandi dan siap-siapuntuk berangkat kesekolah baruku. Aku memilih masuk SMA N karena jaraknya yang dekat dari rumah, hanya sekitar 150 meteran. Selain itu SMA N juga merupakan SMA favorit di kota ini. Setelah selesai dengan segala keperluan sekolahku, aku melirik jam yang berada di lenganku dan menunjukkan pukul 6:40 menit lewat, yah masih ada waktu untuk kesekolah dengan santai. Akupun berjalan keluar kamar menuju ruang tamu dimana kedua orang tuaku dan juga saudara- saudaraku telah siap dengan seragam sekolahnya masih- masing.


Yah aku adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara. Kakakku memilih untuk melanjutkan sekolahnya di SMK sedangkan kedua adikku masih duduk di SD. Aku rasa tidak perlu terlalu detail ku jelaskan untuk hal itu.


Setelah pamit pada kedua orang tuaku aku pun keluar dari rumah dan bergegas untuk ke sekolah. Ohh yahh kedua orang tuaku adalah pejabat pemerintahan,hal itu cukup membuat mereka sibuk diluar rumah, bahkan seperti sekarang ini, aku hanya pamit kepadanya setelah di berikan uang jajan. Tidak seperti beberapa keluarga pada umumnya yang selalu saran pagi bersama:<<.


Namun yah itu tidak terlalu penting bagiku dan saudara-saudaraku, tohh kami juga sudah terbiasa dan lagi pula kami tetap mendapat kasih sayang mereka berdua, itu sudah cukup bagiku.


Selama perjalan kesekolah aku hanya focus pada jalanan, kalian tau bagaimana rasanya menjadi murid baru yang belum memiliki teman:<. Ahh tak usah di bahas lagi.


Entah dari planet mana tiba-tiba teriakan sebesar toa menganggu telingaku. Rasanya ingin sekali melempar sang pemilik suara itu dengan batu krikil. Namun ku urungkan niatku saat kuliat dia.


Yah dia adalah Karin teman SMP-ku yang terkenal keras dan suka berantem. kami jarang tegur sapa jika tidak ada hal yang penting atau mendesak yang perlu di bicarakan. Namun pagi ini dia menyapaku! hemm rasanya sedikit aneh.

__ADS_1


Tapi ahh sudahlah dia memang begitu selalu sulit untuk ditebak.


__ADS_2