
Bel sudah berbunyi 5 menit yang lalu, namun saat ini karin masih berada di dalam toilet perempuan untuk membersihkan seragam sekolahnya yang terkena jus tadi.
Sementara arya juga masih setia berdiri di depan toilet tersebut menunggu karin. Tidak ada rasa kesal dalam diri arya, walaupun ksrin adalah anak perempuan pertama yang menyuruhnya menunggu di deoan toilet. Toh semua demi sahabatnya, tidak ada salahnya.
Yah begitulah pemikiran arya.
" yukk" kata karin sambil berjalan
Sementara arya hanya berjalan mengikuti karin tanpa enggan untuk membalas perkataan karin
" arya gue mau ngomon sama loh" kata karin tiba tiba saja berhenti dan menatap arya dengan ekspresi serius
"tanya apa?" balas arya
"kemarin malam loh kemana aja pas jalan sama cwek yang di depan gudang itu" kata karin sambil menatap arya dengan wajah curiga " loh engga macem macem kan?" sambungnya
"ehhh itu urusan pribadi gue" kata arya cuek sambil melanjutkan jalannya.
"cihhh pelit banget loh " kata karin yang kini berjalan di samping arya " gue itu cuma mau tau aja" sambungnya
" intinnya gue engga macem macem kok" kata arya dengan wajah serius menatap karin "cuma kiss doang" sambungnya tanpa dosa
" wahh gila loh, cuma kiss doang loh bilang" bentak karin sambil menjitak kepala arya membuat arya mengaduh kesakitan.
"rasain" teriak karin yang kini kembali mejitak kepala arya secara bertubi tubi
."sakin rin. " bentak arya yang kini mendorong karin hingga merapat kedinding sementara tangannya menahan kedua lengan karin untuk tidak melanjutkan kegiatan memukul kepalanya
" kayanya loh cemburi yah gue kemarin jalan sama cindy " tanya arya dengan nada menggoda "tenang aja gue engga serius kok sama dia" sambung arya
"gila lohh mana ada gue cemburu" bantak karin dengan wajah memerah
"engga usah malu ,cemburu juga engga apa apa kok" kata arya sambil memperkecil jarak antara wajahnya dan karin.
Nafas arya terasa panas di wajah karin, hal tersebut tentu saja membuat karin memanas seperti tomat rebus. Sementara arya semakin memperkecil jarak keduanya
__ADS_1
"shitt.." teriak arya saat karin karin tiba tiba saja menginjak kakinya dengan sangat keras membuat arya sontak melepaskan karin sambil mengaduk kesakitan
"rasain loh" teriak karin sambil berlari meninggalkan arya
"gila loh rin temen sendiri mau di aniaya" teriak arya yang kini berjalan pincang mengejar karin
Sementara karin hanya mengejek arya sambil terus berlari
"karin pulangnya sama siapa" tanya ikbal saat melihat karin masuk kedalam kelasnya yang kini hanya ada dirinya
" sama abang grab" jawab karin singkat sambil berjalan mengambil barang barangnya
"mau gue anterin nggak?" tanya ikbal yang kini telah berdiri di dekat karin
"engga usah deh, makasih" jawab karin
"karin...." panggil ikbal
"hemm" jawab karin seadanya
" suka" jawab karin sambil menatap ikbal. sementara ikbal melebarkan pupil matanya mendengar perkataan karin. jatungnya terasa terdetak tak karuan. sekilas nampak senyum tipis terukir di bibirnya
" kenapa?" sambung karin
" serius loh suka sama gue" tanya ikbal kembali dengan nada antusias
" serius lah masa sama teman sendiri engga suka" jawab karin polos namun mampu mengancurkan kepingan harapan yang telah dibangun ikbal dalam hatinya. senyum yang awalnya terukir di bibirnya kini telah sirna. selain itu rasa kesal menggerogoki dirinya.
" udah yahh gue duluan buru buru soalnya" sambung karin sambil berjalan meninggalkan ikbal yang hanya diam membeku masih dengan rasa kesal berkecamuk dalam hatinya
Gadis manis itu terus berjalan di tengah malam menunju sebuah teman bunga. Nampaknya cuaca malam ini begitu indah tak seperti siang tadi yang tidak begitu bersahabat.
Malam ini begitu indah, dipenuhi oleh warna warni bintang bintang yang nampak bahagia menunjukkan sinarnya. Dan hal itu di sambut bahagia oleh para penghuni bumi.
__ADS_1
Namun nampaknya tidak bagi gadis manis bernama karin tersebut. Matanya nampak sembab akibat menangis dan beberapa tetes air mata masih terus mengalir dari pelupuk matanya mengalir kepipinya.
Sekuat tenaga karin menghapus air mata dipipinya, namun air mata yang lain terus saja mengalir dari matanya tanpa bisa dia cegah
"karin..." panggil anak laki laki yanh kini berdiri tepat di depan karin.
Karin menatap anak laki laki tersebut dengan tatapan sendunya, sesaat kemudian berlari menghampiri anak laki laki tersebut dan memeluk erat tubuhnya
"hiksss hiksss ....bal" suara tangis karin pecah saat memeluk tubuh anak laki laki tersebut
"kenapa rin" tanya ikbal dengan perasaan cemas melihat karin yang menagis begitu pilu seolah olah menaggung beban yang sangat berat.
Sambil mengelus elus belakang karin ikbal terus menenangkan karin yang masih menangis dalam pelukannya.
Ada rasa sakit dalam diri ikbal melihat karin menanganis begitu pilu, namun dia tidak mampu berbuat apa apa Untuk membantu gadis tersebut
"minum dulu" kata ikbal sambil memberikan air kepada karin . Tanpa menjawab karin menerima air tersebut dan meminumnya
"gimana? Udah baikan" tanya ikbal sambil menatap karin dengan wajah sendunya
Masih tidak ada jawaban dari gadis tersebut.
"kenapa sih rin? Loh dari mana?" tanya ikbal lagi.
Namun bukan hal yang jawaban yang di terima ikbal, melainkan air mata karin yang kembali menetes dari peluk matanya.
Ikbal mengutuk kebodohannya sendiri, mengapa dia harus banyak bicara.
Sambil menerka air mata yang mengalir di pipi karin ikbal terus menatap mata karin yang semakin sembab, rasanya hatinya sakit melihat gadis tersebut menagis begitu pilu
"ik..ball.." suara pertama yang karin keluarkan setelah sekian lama menangis
Sambil berhati hati dalan memilih kata ikbal menjawab panggilan karin "iy ada apa?"
Namun bukan jawaban yang kembali diterima ikbal melainkan sebuah pelukan sedih dari karin.
Sambil memeluk tubuh ikbal dengan kuat karin terus menangis melepaskan seluruh bebannya di pelukan ikbal. Sementara ikbal hanya mengelus pendak karin sambil memberi kekuatan pada kapada karin.
__ADS_1
**bersambung
jangan lupa like dan comennya😊😊**