
Rico diam diam melirik santi yang hanya diam termenung di samping kemudinya. Entah apa yang sedang di pikirkan oleh wanita itu rico sendiri tidak bisa menebak. Tapi rico benar benar tidak bisa memungkiri santi sangat cantik saat sedang anteng dan diam.
Rico menghela napas. Rico mulai merasa aneh. Akhir akhir ini bramono sudah jarang muncul di depan santi tapi anehnya santi selalu membutuhkanya. Santi selalu memintanya untuk ikut kemanapun santi pergi. Tapi rico tidak bisa memungkiri rico merasa senang jika barada dekat dengan santi.
“Co.. Ada yang mau aku bicarakan. Kita ke taman ya.”
Rico menoleh sekilas kemudian tersenyum dan menganggukan kepalanya.
“Oke tante.” Jawabnya setuju.
Rico menghentikan mobilnya tepat di sebuah taman yang cukup sepi malam itu. Pria itu menoleh pada santi yang sedari tadi terus melamun di sampingnya.
“Tante.. Udah sampe.” Kata rico memberitahu.
Santi tersadar dan langsung mengedarkan pandanganya kemudian turun dari mobilnya meninggalkan rico yang terus bertanya tanya dengan sikap diamnya.
Dia kenapa sih? Apa karna alesia? Atau sedang marah sama aku?
Rico berdecak pelan kemudian ikut turun dari mobil dan melangkah mengikuti santi memasuki area taman yang tepat berada di pinggiran kota itu.
Langkah santi berhenti begitu juga dengan rico begitu sampai di depan sebuah bangku panjang bercat putih di dekat sebuah kolam ikan dimana di tepianya terdapat berbagai jenis bunga yang tumbuh dengan subur.
“Duduk.” Perintah santi pelan.
Rico menurut. Rico mendudukan dirinya bersebelahan dengan santi yang kembali diam dengan pandangan lurus ke depan. Rico benar benar sangat penasaran dengan apa yang sedang di pikirkan santi saat ini. Santi tidak biasanya diam seperti itu. Santi selalu mencari cari kesalahan rico agar bisa mengomel tanpa henti.
Merasa gerah rico pun akhirnya memutuskan untuk lebih dulu bertanya. Rico benar benar merasa tidak nyaman dengan diamnya santi saat itu.
“Tante lagi kenapa sih? Apa yang mau tante bicarakan sama saya?”
Santi menoleh pada rico. Selama ini santi hanya menyuruh agar rico selalu berada di dekatnya tanpa sedikitpun memikirkan bagaimana perasaan rico. Santi selalu bersikap seenaknya pada rico. Dan santi juga selalu mencari alasan agar bisa marah pada pria tampan berponi itu.
“Ini tentang kita..” Lirih santi menatap rico dengan tatapan yang tidak bisa di baca oleh rico.
Rico mengeryit merasa heran.
“Kita? Memangnya kenapa tante? Apa yang salah dengan kita?”
Santi melengos. Rico sangat muda bahkan mungkin lebih muda dari leon keponakanya sendiri. Rico juga begitu baik dan perhatian padanya.
__ADS_1
“Bramono sudah tidak lagi mengganggu saya.. Dia sudah tidak lagi memaksa untuk saya kembali padanya.”
Santi memulai mengatakan apa yang berada di pikiran dan hatinya. Meskipun memang rasanya berat tapi santi merasa tidak seharusnya selalu menuntut rico untuk berada di dekatnya.
“Lalu?” Tanya rico semakin bingung.
Santi menghela napas. Entah kenapa dadanya terasa sesak. Padahal santi hanya ingin mengakhiri semua sandiwaranya dengan rico. Santi ingin hidup normal seperti semula tanpa pria manapun yang ada di dekatnya kecuali leon keponakan kesayanganya.
“Saya pikir kita tidak perlu lagi untuk bersandiwara rico. Saya ingin hidup saya kembali seperti sedia kala. Tanpa kamu atau pria manapun di dekat saya.”
Rico menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan apa yang santi katakan padanya. Selama ini kedekatan mereka memang hanya sebuah sandiwara untuk membohongi bramono.
“Saya sangat berterimakasih atas bantuan kamu rico. Kamu sudah mau membuang waktu kamu untuk berada di dekat saya. Kamu juga sudah mau berpura pura menjadi calon suami saya bahkan sampai mencoba baju pengantin. Dan seperti janji saya dulu saya akan membayar berapapun yang kamu minta.”
Rico benar benar tidak menyangka santi masih mempunyai pikiran bahwa semuanya akan baik baik saja dengan uang.
“Tante apa menurut tante perasaan itu bisa di ganti dengan uang?”
Santi memejamkan kedua matanya. Dirinya sudah terbiasa menghargai semuanya dengan uang.
“Saya dulu sudah pernah bilang sama tante saya nggak butuh uang dari tante. Tapi ternyata saya butuh pertolongan tante dengan uang tante. Tapi saya akan menggantinya tante.”
“Tentang kita yang selalu bersama saya tidak pernah menganggap ini sebuah sandiwara tante. Saya hanya ingin melindungi tante. Awalnya memang saya melakukanya demi alesia. Tapi kemudian saya sadar saya tidak seharusnya melindungi wanita yang sudah memiliki malaikat di sampingnya.”
Santi menoleh menatap rico yang juga sedang menatapnya.
“Saya harap tante tidak menjauh. Tante tetap seperti tante yang biasanya. Yang bawel, judes, dan suka ngomel. Saya tidak pernah keberatan dengan tante yang apa adanya. Dan tolong tante biarkan semuanya berjalan sebagai mana mestinya. Saya janji tante, saya tidak akan membuat tante sakit hati. Saya akan berusaha menjaga perasaan tante.”
Santi terdiam. Rico seperti sedang memintanya untuk santi menerima kedatanganya di hatinya.
Dia sedang menyatakan perasaanya padaku?
“Saya tau tante, saya tidak punya banyak uang. Saya tidak kaya raya seperti tante dan pak leon. Tapi saya punya sebuah rasa yang akan saya jaga untuk tante.”
Santi benar benar terkejut. Rico mengatakan sesuatu yang membuat hati santi bergetar.
“Rico kamu hanya anak kecil. Kamu tidak tau apa apa tentang rasa.” Lirih santi.
Rico tertawa mendengar apa yang santi katakan. Rico juga menyadari santi jauh lebih tua darinya. Tapi rico juga lebih menyadari bahwa dirinya adalah seorang pria yang mempunyai tanggung jawab besar di masa depan.
__ADS_1
“Usia tidak menjadi masalah tante. Tua atau muda saya yakin semuanya mempunyai rasa. Rasa ingin dicintai dan mencintai.”
Santi menghela napas.
“Mana kunci mobil saya.”
Santi meminta kunci mobilnya yang memang berada di tangan rico.
“Saya antar tante pulang.”
“Saya bisa pulang sendiri.”
“Tante tapi..”
“Rico kunci mobil saya..” Sela santi tidak mau di bantah.
Rico terdiam. Di tatapnya kunci mobil santi yang berada di genggamanya.
“Tolong rico. Saya mau pulang.”
Rico menghela napas. Rico tidak bisa menjauh apa lagi di jauhi oleh santi. Rico sudah merasa terbiasa dengan keberadaan santi di dekatnya.
“Tante ini sudah malam. Saya tidak mau tante kenapa napa.”
Santi berdecak.
“Saya bukan wanita lemah rico. Saya bisa menjaga diri saya sendiri.”
“Nggak. Tante pulang sama saya. Kalau tidak mau tante tidur saja disini.” Tegas rico tidak mau mengalah kali ini.
“Rico kamu..”
“Ayo saya antar pulang.”
Rico menyela ucapan santi kemudian bangkit dari duduknya di samping santi dan melangkah lebar meninggalkan santi yang terkejut dengan sikap tegasnya.
Apa apaan bocah itu
“Rico tunggu !!”
__ADS_1