
Leon merasa keputusanya menemui bramono saat itu salah. Karna sampai saat ini bramono terus mencoba menghubunginya. Tidak tanggung tanggung bramono bahkan sering datang ke rumahnya. Dan beruntung setiap bramono datang leon pasti selalu berada di rumah sehingga bramono tidak pernah bertemu dengan alesia.
“Kak.. Boleh tidak aku tanya?”
Leon yang sedang fokus dengan laptopnya menoleh. Pria tampan itu tersenyum berusaha menutupi beban pikiranya pada alesia.
“Tentu. Apapun boleh kamu tanyakan.”
Alesia menghela napas pelan. Alesia benar benar penasaran dengan hubungan pria bernama bramono itu dengan leon juga santi.
“Bramono itu siapa sih sebenarnya? Dan kenapa tante nggak suka banget sama dia? Kenapa juga dia sering datang kesini nemuin kamu.”
Leon tidak langsung bisa menjawab. Pikiranya mulai kembali bekerja dalam diamnya untuk mencari alasan kenapa sampai santi membenci bramono.
“Aku.. Aku tidak tau..”
Pada akhirnya leon kembali memutuskan untuk menambah lagi kebohonganya pada alesia. Leon tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Alesia pasti akan bertanya tanya jika leon memberitahu tentang hubungan masa lalu bramono dan santi. Alesia juga pasti akan langsung tau bahwa leon sudah kembali mengingat semuanya.
Alesia mengangkat sebelah alisnya.
“Kamu tidak tau?”
“Ya.. Mungkin aku juga melupakan bagian itu.”
Alesia menganggukan kepalanya mengerti. Leon mungkin juga melupakan semua tentang tantenya.
Tok tok tok
Alesia dan leon kompak menoleh ke arah pintu. Keduanya mengeryit melihat santi yang sudah berdiri di ambang pintu ruang kerja leon.
Tante? Ngapain dia malam malam kesini.
Alesia dan leon saling menatap sesaat kemudian menatap lagi pada santi.
“Alesia ada yang mau saya tanya sama kamu.”
Alesia mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Entah apa lagi yang akan di tanyakan santi padanya.
“Tapi tidak disini. Saya tunggu kamu di ruang tengah.”
Alesia menelan ludahnya. Jika santi akan menanyakan tentang rico lagi alesia benar benar tidak mempunyai jawaban. Karna sesungguhnya alesia tidak tau apa apa tentang rico. Mereka berdua memang kenal lama. Tapi alesia tidak pernah ingin tau apapun tentang rico. Bagi alesia yang penting dirinya berteman baik dan tidak perlu terlalu tau apapun tentang pria itu.
“Emm. Kak.. Aku..”
“Aku ikut.” Sela leon cepat.
Alesia terdiam. Namun kemudian alesia mengangguk. Mungkin memang akan lebih baik jika leon ada di sampingnya. Dengan begitu saat santi marah alesia punya tempat berlindung.
“Ya kak..”
__ADS_1
Alesia melangkah lebih dulu dengan leon yang mengekorinya. Mereka berdua keluar dari ruangan leon dan melangkah menuju ruang tengah dimana santi sedang duduk gelisah di sofa menunggunya.
“Kok kamu.. Kenapa kamu ikutin alesia?”
Alesia menoleh pada leon. Alesia tau pertanyaan itu santi ajukan untuk suaminya.
Leon menelan ludahnya. Entah apa yang ingin di tanyakan santi pada istrinya sehingga santi seolah tidak mengizinkanya untuk ikut.
“Memangnya kenapa tante? Aku ingin tau apa yang tante tanyakan sama istri aku. Aku takut tante marah marah lagi sama istri aku.”
Leon mencoba memberi alasan.
Santi memutar jengah kedua bola matanya. Niatnya datang memang hanya untuk bertanya tentang rico pada alesia. Rico sudah beberapa hari tidak memberi kabar padanya. Ketika santi mencoba menghubunginya pun hp nya selalu tidak aktif. Kalaupun aktif rico tidak pernah mengangkatnya.
“Sini kamu alesia.”
Alesia mengangguk. Ketika alesia hendak melangkah mendekat pada santi leon menahanya dengan mencekal pergelangan tangan alesia.
Santi yang melihat itu mendelik. Leon bersikap terlalu berlebihan.
“Jangan memancing emosiku kamu bocah.” Kesal santi menatap tajam pada leon.
“Tante aku cuma nggak mau tante galak terus sama alesia.”
Santi menahan nafasnya sesaat. Saat ini santi benar benar sedang tidak bisa menahan emosinya. Dan semua itu tentu saja karna rico, bukan leon.
“Alesia, kamu tau alamat rumah orang tuanya rico?”
Leon menggelengkan kepalanya. Entah sedekat apa hubungan santi dengan rico sehingga santi sampai jauh jauh datang ke rumahnya hanya untuk menanyakan tentang alamat rumah orang tua rico.
“Tante apa apaan sih? Emangnya alesia baby siternya rico apa? Apa apa nanya sama alesia. Alesia itu istri aku.” Protes leon tidak suka.
”Diam kamu leon.”
Santi melotot menatap leon yang tidak terima dengan pertanyaanya.
“Tante..”
“Kak..”
Alesia menyela ucapan leon dengan menyentuh lembut tangan suaminya. Alesia tidak mau jika sampai suaminya berdebat dan akhirnya bertengkar lagi dengan santi. Hubungan leon dan santi sudah membaik dan alesia tidak mau hubungan keduanya kembali memburuk.
“Biarin aku bicara berdua dulu yah sama tante. Kakak tunggu di luar aja.”
“Nggak. Aku nggak mau nanti kamu di marahin lagi sama tante.”
Alesia tersenyum. Alesia tau suaminya tidak ingin dirinya terluka. Tapi alesia yakin santi tidak akan melakukan hal buruk padanya. Apa lagi jika sudah menyangkut tentang rico.
“Nggak kak.. Kan tante sayang sama aku. Kamu percaya deh. Aku nggak akan kenapa napa.”
__ADS_1
Leon diam. Leon melirik santi yang sudah kembali mendudukan dirinya. Santi memang baik sebenarnya, tapi pembawaanya yang kasar pada alesia membuat leon merasa tidak tega.
“Kak.. Tante udah jauh jauh datang kesini loh buat ketemu aku..”
Leon bukanya ini yang kamu mau? Alesia akur dengan tante.
Leon menghela napas. Alasan utama dirinya berbohong sampai saat ini adalah untuk membuat santi dan alesia akur. Dan sekarang santi datang jauh jauh ke rumahnya hanya untuk menemui istrinya. Itu artinya kesempatan tante dan istrinya rukun dan akur sedang terbuka lebar.
“Oke..”
“Nanti aku ceritain semuanya.” Senyum alesia berbisik.
Leon ikut tersenyum. Pria tampan itu kemudian berlalu keluar dari ruang tengah meninggalkan alesia dan santi berdua.
Alesia menoleh pada santi yang duduk di sofa panjang. Santi terlihat sangat tidak tenang sekarang. Pelan pelan alesia melangkah mendekat pada santi. Alesia mendudukan dirinya tepat di samping santi.
“Al.. Kamu beneran nggak tau alamat rumah orang tua rico? Dia udah beberapa hari ini nggak ada kabar.. Tetangganya bilang rico pulang karna adiknya sakit..”
Alesia tersenyum lagi. Santi benar benar seperti orang yang sedang kehilangan.
“Eemm.. Tante, aku nggak tau apa apa tentang rico sebenarnya. Aku dan rico hanya sebatas rekan kerja. Nggak lebih. Dan untuk alamat rumah orang tua rico aku juga nggak tau.. Tapi yang aku tau rico memang selalu pulang ke kampungnya setiap 2 bulan sekali.”
Santi memejamkan kedua matanya. Tidak ada kabar dari rico benar benar membuat santi merasa tidak tenang.
“Memangnya tante bertemu kapan sama tetangganya rico?”
Santi menatap alesia.
“Saya datang ke rumahnya.”
Alesia terkejut namun berusaha menyembunyikanya. Santi sampai datang ke rumah rico langsung. Itu artinya santi memang punya perasaan lebih pada rico. Tapi sepertinya santi belum menyadari perasaanya sendiri.
“Eemm.. Memangnya hubungan tante sama rico itu sedekat apa sih?”
“Apa maksud kamu bertanya seperti itu?”
Alesia mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Alesia merutuki dirinya sendiri. Harusnya alesia tidak bertanya seperti itu pada santi.
“E.. Eemm.. Mak maksud aku..”
“Alesia perlu kamu tau ya, Saya menanyakan tentang rico bukan karna saya perduli apa lagi suka sama dia. Saya cuma tidak mau sendirian menghadapi bramono.” Marah santi.
“Bramono?”
“Sudahlah. Malas saya ngomong sama kamu.”
Santi bangkit dari duduknya kemudian berlalu keluar dari ruang tengah meninggalkan alesia yang masih bertanya tanya.
Memangnya aku nanya dia suka atau nggak ya sama rico?
__ADS_1