Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 30


__ADS_3

Karin benar benar menumpakkan segala perasannya malam itu seluruh sakit da pedih dalam hatinya sambil menangis.


Drttttt drtttt


Untuk kesekian kalinya hp karin berbunyi. Karin berusaha menyesuaikan cahaya dengan pupil matanya kemudian mencari letak hpnya.


"halo" sapa karin begitu mengangkat telponnya


"rin."suara sang mama terdengar sambil menangis


"kamu ke rs selarang yah" lirih sang mama


"okok ma , karin kesana sekarang " lirih karin dan langsung masuk ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya


Tidak butuh waktu lama kini karin telah berada di rs tempat adit_ sang adik dirawat .


Karin tergesa gesa melewati gerombolan orang yang ada di rumah sakit. Tanpa banyak bicara dirinya terus saya berlari dan hanya memikirkan ruang rawat sang adit. Karin benar benar sangat cemas, mendengar suara tangis sang mama tadi , jantung karin terus saja berdetak tak karuan.


Pikiran pikiran negatif terus muncul dalam benaknya. Namun sesegara mungkin dirinya tepis. "adit baik baik aja" lirihnya dalam hati.


"gimana keadanan aditma" tanya karin dengan nafas tersengal sengal begitu sampai di depan ruang rawat sang adik


Tidak ada jawaban untuk beberapa saat Sang mama hanya menangis sambil menatap sang anak.


Pikiran negatif karin kembali muncul dan tanpa bisa dia cegah air matanya kini juga mulai mengalir membasahi pipinya


"mama kenapa sih?" lirihnya


"adit baik baik aja kan?" sambungnya dengan air mata yang terus keluar dari pelupuk matanya masih membasahi pipinya.


Tidak ada jawaban dari sang mama, namun di detik berikutnya sang mama memeluknya


"doa kita di dengar rin" lirih sang mama


"doa?" lirih karin

__ADS_1


Sang mama masih memeluknya sambil mengusap penuh rasa sayang kepala anak sulungnya tersebut "iy rin adit udah sadar" lirih sang mama masih dnegan tangis bahagianya


Air mata karin tiba tiba saja mengalir deras dari pelupuk matanya. Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagian. Dirinya benar benar bahagia akan kabar tersebut dan langsung mempererat pelukannya pada sang mama


"serius ma? Karin seneng dengarnya "


Sang mama melepaskan pelukannya "iy sayang , sekarang papamu lagi bicara sama dokter tentang keadaan adit " lirih sang mama dengan sisa air mata kebahagian namun kali ini ditambah dengan sebuah senyuman yang terlukis di bibirnya


Karin sendiri tidak dapat berkata kata lagi selain rasa bahagia dan syukur yang selalu dia panjatkan


"ayo masuk" suara berat laki laki paruh baya mencuri perhatian karin dan sang mama. Dia adalah ayah karin . Dan langsung dibalas anggukan oleh karon dan sang mama


Krek


pintu kamar itu terbuka dan menampakkan seorang anak laki laki terbaring di atas tempat tidur . Namun kali ini berbeda dari sebelumnya. Anak laki laki itu kini telah membuka matanya dan menorehkan sebuah senyuman pada ke tiga orang yang masih menatapnya di ambang pintu.


"mama papa" lirih adit begitu orang tuanya sudah berada di dekatnya


Sang mama langsung membawa sang anak dalam pelukannya "mama kengen sama kamu sayang" lirih sang mama


Sesaat kemudian melepaskan pelukan tersebut dan kembali memeluk sang papa "adit juga kengen sama papa" lirihnya


"Hem hem" deheman karin terdengar . Sontak sang papa dan adit melepaskan pelukannya kemudian menatap karin dengan tatapan bingung


"apaan sih kak" tanya adit


"loh engga kangen sama gue" lirih karin sambil menatap tidak percaya pada sang adik


"engga" jawab adit


Karin mengehela nafas kasarnya "gitu banget loh dek" lirihnya


Adit sendiri hanya tersenyum melihat sang kakak "kan biasanya loh bahagia kak kalau lihat gue menderita "seru adit dengan seringan jahilnya


"kali aja loh bahagia gitu kalau gue__" sambungnya sambil memberikan code mati dan langsung mendapat cubitan di lengannya

__ADS_1


"ihh engga boleh gitu dek, kamu aja engga tau gimana kakak jagain kamu pas coma" omel sang mama sementara adit hanya senyum jail


"bercanda ma"lirih adit


"sini gue peluk"sambungnya sambil melebarkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan karin.


Dan langsung dibalas pelukan dengan karin "jangan suka marahin gue lagi kak" lirih adit


"loh sedih kan kalau gue engga ada, gimana pun gue ini adik satu satunya loh" sambungnya


Karin hanya melepaskan pelukannya kemudian hanya membalas perkataan adit dengan deheman


"jangan suka jail lagi sama gue, jangan buat gue nagis lagi, jangan suruh suruh gue lagi jangan___" seru adit


Namun terpotong oleh karin "iy bawel loh dit, baru juga baikan"


Sementar adit hanya senyum menanggapi sang kakak "satu lagi kak jangan marah sama gue kalau terima makanan dari cwok yang naksir loh" seru adit dengan senyum jailnya


Naksir??


What


Ikbal


Karin tiba tiba teringat sang kekasih Bagaimana keadaan ikbal saat ini? Kemarin saja dirinya begitu berantakan apalagi karin sudah berkata kasar padanya kemarin malam dan memutuskan hubungannya dengan sang kekasih.


"gimana kak? Janji yah" seru adit membuyarkan lamunan karin dan hanya dibalas angukannoleh karin


"untung aja adik satu satunya, kalau engga habis loh" seru karin sambil cemberut


Dan hanya dibalas tawa oleh sang adik, mama dan sang papa


**jangan lupa like


comennya untuk mendukung penulis

__ADS_1


maafkan typo berterbaran😊😊**


__ADS_2