Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
Gara gara rico


__ADS_3

Tintinnn......


Suara klakson motor membuat pak satpam dan pak no yang sedang berdiri di depan pintu gerbang menoleh. Kedua pekerja di rumah mewah Leon itu saling menatap sesaat ketika mendapati Rico dengan motornya di depan gerbang.


“Bukanya dia pacarnya nyonya santi ya?” Tanya pak no pada pak satpam.


“Iya pak no.”


“Ya udah buruan buka. Dari pada nanti kena semprot dari nyonya santi.”


“Iya ya..”


Pak satpam dengan segera membuka pintu gerbang dan mempersilahkan agar Rico masuk ke dalam pekarangan luas rumah Leon dan alesia.


“Alesia sama pak Leon nya ada pak?” Tanya Rico setelah turun dari motornya yang Rico parkirkan tepat di depan pos satpam.


“Ada tuan.. Masuk saja.” Angguk pak satpam tersenyum sopan.


“Oh begitu ya? Makasih ya pak. Kalau begitu saya masuk ya..”


Rico tersenyum kemudian berlalu dari hadapan pak no dan pak satpam. Pria dengan rambut berponi itu melangkah mantap sambil membawa parsel buah di tangannya.


“Pak no.. Tuan Rico itu masih sangat muda ya, Tapi kok dia mau sama nyonya Santi yang sudah jauh lebih tua dari dia yah..”


Pak no ikut menatap punggung Rico yang semakin menjauh darinya dan pak satpam.


“Mungkin karna nyonya Santi kaya pak. Siapa sih yang nolak. Nyonya Santi kan cantik, awet muda, ya walaupun galak tapi body nya masih yahut..” Balas pak satpam sembari tertawa.


“Hahaha iya juga sih. Bener bener pak no.” Pak satpam ikut tertawa.


Leon menatap Rico yang duduk di seberang sofa di depannya dan alesia. Entah ada maksud dan tujuan apa lagi sehingga Rico datang malam malam ke rumahnya.


“Ada apa kamu kesini malam malam begini? Ganggu tau nggak?”


Leon bertanya dengan nada kesal pada Rico yang duduk di seberangnya dan alesia.


“Kak.. Kamu jangan gituh dong. Rico kan udah jauh jauh datang kesini. Dia juga udah bawain buah loh.” Kata alesia pada Leon yang duduk di sampingnya.


Leon melengos merasa kesal pada alesia yang seperti membela Rico.


Apaan sih cuma buah juga.


“Ya, saya minta maaf sebelumnya karna sudah mengganggu pak Leon dan juga kamu Al.. Saya kesini mau..”


“Tanya tanya tentang tante saya lagi?” Sela Leon.

__ADS_1


Alesia mendelik. Leon benar benar sangat kekanak kanakan saat ini. Dan itu benar benar membuat alesia merasa gemas.


“Kakak.. Nggak boleh begitu. Rico ini calon om kamu loh..”


Kedua mata Leon membulat mendengar apa yang di katakan alesia.


“Apaan sih kamu.. Jangan sembarangan kalau ngomong.”


“Aku nggak ngomong sembarangan kok. Kan Rico memang calon suami tante. Calon om buat kamu sama aku..” Senyum alesia mengingatkan.


“Jangan ngaco. Hubungan tante sama dia cuma sandiwara.” Kesal Leon.


Alesia menggelengkan kepalanya. Leon memang sangat tidak menyukai Rico dari dulu.


Rico yang berada di depan keduanya tersenyum geli. Dulu Rico selalu merasakan sesak di dadanya jika melihat Leon dan alesia bersama. Tapi sekarang perasaan sesak itu sudah tidak lagi terasa di dadanya meskipun melihat secara dekat alesia dan Leon.


“Eem... Saya kesini mau minta maaf..”


Leon berdecak pelan masih merasa kesal karna alesia bahkan mengatakan Rico adalah calon om untuknya.


Sedangkan alesia, wanita itu mengangkat sebelah alisnya bingung dengan apa yang di katakan oleh Rico.


“Minta maaf? Untuk apa?” Tanya alesia.


Rico terdiam sesaat. Mungkin Leon akan marah padanya setelah ini. Tapi Rico tetap harus mengatakan yang sebenarnya pada Leon.


Leon langsung menatap cepat pada Rico.


“Paket?” Tanyanya dengan kedua mata menyipit.


“Ya pak, paket atas nama alesia yang saya kirim sebulan lalu.”


Kedua tangan Leon langsung mengepal erat. Rahangnya mengeras menatap Rico penuh amarah.


“Jadi paket itu kamu yang kirim?” Tanyanya penuh penekanan.


Alesia bingung harus bagaimana. Leon pasti akan sangat marah. Padahal saat itu Rico sudah jujur tapi alesia belum sempat memberitahu pada Leon. Dan sekarang Rico datang dan meminta maaf serta memberitahu sendiri tentang paket yang dia kirim atas nama alesia hari itu.


“Ya pak. Saya sangat minta maaf. Tapi saya melakukan itu karna saya takut pak Leon tidak mau menerima pemberian dari saya.”


Leon benar benar terbakar emosi sekarang. Leon sudah berpikir bahwa yang mengirim paket itu adalah bramono. Tapi ternyata paket berisi 2 setel baju bayi itu adalah kiriman dari Rico.


“Kamu pikir saya senang dan akan berterimakasih dengan kamu datang mengakui kiriman itu dari kamu?”


Rico menundukan kepalanya. Rico mengakui dirinya salah.

__ADS_1


“Kamu pikir saya dan istri saya sudi menerima barang murahan dari kamu?”


Rico memejamkan kedua matanya. Rico menghabiskan tabungannya serta mengurangi transferan untuk ibunya demi bisa memberikan 2 setel baju bayi itu untuk alesia. Dan sekarang Leon mengatakan baju itu baju murahan. Benar benar sebuah penghinaan.


“Kak kamu nggak boleh ngomong gitu dong. Rico sudah pernah bilang sama aku. Dia udah ngaku. Tapi aku belum sempat kasih tau kamu. Kamu jangan keterlaluan dong ngomongnya.” Kata alesia protes.


Leon tertawa pelan. Alesia membela Rico di depannya.


“Kamu bela dia?” Tanya Leon.


Alesia menggelengkan kepalanya. Alesia tidak berniat membela Rico. Alesia hanya tidak suka suaminya menghina orang lain. Karna Leon yang alesia kenal adalah Leon yang baik hati, bukan Leon yang suka menghina orang lain.


“Aku nggak maksud bela Rico. Aku cuma nggak mau kamu kasar sama orang kak..”


Leon tersenyum sinis. Alesia selalu saja menganggap Rico orang yang baik.


Leon kembali menatap Rico yang kebingungan karna perdebatan Leon dan alesia.


“Kamu senang karna alesia membela kamu?”


Rico menggelengkan kepalanya. Rico tidak berniat membuat keduanya bertengkar. Rico hanya ingin mengakui kesalahannya pada Leon di depan alesia.


“Pak saya..”


“Jangan kamu pikir karna kamu punya hubungan dekat dengan tante saya kamu bisa seenaknya rico.” Sela leon penuh penekanan.


Leon menggeleng lagi.


“Pak saya kesini..”


Leon bangkit dari duduknya kemudian berlalu meninggalkan alesia dan Rico dengan perasaan kesal. Leon kesal karna alesia lebih memilih membela Rico dari pada dirinya. Di tambah lagi Alesia yang tidak mengatakan padanya tentang paket misterius yang ternyata adalah kiriman dari Rico.


Sial !


Sementara itu alesia hanya bisa menghela napas. Leon benar benar sangat kekanak kanakan. Leon sangat keras kepala dan langsung marah tanpa mau mendengarkan apa yang ingin Rico katakan.


“Al aku minta maaf..” Lirih Rico.


“Nggak papa co.. Mungkin kak Leon marah karna terkejut. Karna jujur saat itu kita berdua merasa seperti di teror.”


Rico menghela napas. Rico tidak menyangka jika Leon akan begitu marah bahkan sampai marah pada alesia juga.


“Mending sekarang kamu pulang aja. Aku akan coba kasih kak Leon pengertian.” Senyum alesia.


“Ya sudah kalau begitu. Aku benar-benar minta maaf banget Al.. Aku pulang yah..”

__ADS_1


“Ya.. Hati hati.” Angguk alesia dengan senyuman di bibirnya.


Rico bangkit dari duduknya kemudian melangkah keluar dari rumah mewah Leon dengan perasaan khawatir. Rico khawatir alesia akan terkena imbas dari kesalahannya karna leon beranggapan alesia membelanya.


__ADS_2