
"kenapa gue harus suka sama loh bal? Kenapa? " lirih karin masih dalam tangisan pilunya.
"jangan kaya gini rin, jangan salahin perasaan kita karena masalah ini rin. Ini tidak ada hubungannya " lirih ikbal masih dalam keadaan memeluk sang kekasih
"gue mohon jangan pernah ganggu gimue lagi bal. Hubungan kita sampai disini aja" lirih karin sambil melepaskan pelukan ikbal kemudian melangkah menjauh dari tempat tersebut.
Ikbal mengacak rambutnya dengan frustasi. Perkataan karin mengenai hubungannya masih terus menggema di pikirannya.
"kenapa jadi kaya gini, kenapa?" lirihnya
Ikbal sendiri tidak bermaksud menipu sang kekasih. Dirinya sendiri baru tau kalau anak yang di tabrak abangnya 3 bulan yang lalu ada adik sang kekasih dan itu juga baru diketahui ikbal tadi saat di RS
Kilasan ingatan dimana dirinya selama 3 hari terakhir ini yang selalu mencari karin. Dengan segala upaya di curahkannya untuk menemukan sang kekasih hati.Namun bukan keadaan seperti ini yang ikbal inginkan.
Bukan keadaan yang menghancurkan hatinya dan karin
Ikbal kembali mengacak rambutnya "kenapa loh kaya gini rin?" lirihnya sambil membaringkan badannya di kasur.
Kedua tangannya menutup matanya yang kini mulai mengeluarkan air mata yang sedari tadi ditahannya selama berada di RS
Hatinya benar benar sakit melihat kekasih hatinya menagis begitu pilu. Disisi lain dirinya juga tidak bisa berbuat apa apa. Toh abangnya yang menabrak adik karin, tidak dapat ikbal pungkiri dirinya juga sangat menyayangi abangnya tersebut. Namun dirinya juga tidak ingin membuat sang kekasih semakin sakit dengan membela sang abang.
Ikbal benar benar frustasi saat ini. Yang dia butuhkan hanyalah ketenangan untuk beberapa saat.
Sementara di lain sisi karin kini telah duduk di samping kasur yang diatasnya berada seorang anak laki laki usia 14tahun terbaring dengan lemah.
Kondisi anak laki laki itu benar benar sangat memprihatinkan. Dengan tubuh yang kurus dan kecil, berbagai alat melekat di tubuh anak tersebut. Ditambah lagi kondisi wajah yang kian pucat.
Hati karin benar benar hancur saat ini. Bagaimana tidak? Dirinya telah gagal menjadi kakak yang baik untuk adit-adiknya sendiri.
Kilasan masa dimana dirinya sang adik yang tak pernah rukun saat bertemu . Selalu membuat sang adik merasa kesal bahkan ada kalanya dirinya membuat sang adik menangis.
__ADS_1
Air matanya kembali mengalir dari pelupuk matanya yang masih sembab akibat terlalu sering menangis "maaf aku dik. Maaf" lirihnya sambil terisak
"maaf karena engga bursa jadi kakak yang baik buat kamu. Maaf karena engga bursa jadi kakak yang sayang smara kamu. Maaf"sambungnya sambil berusaha menghentikan air mata yang semakin deras kelaur dari pelupuk matanya.
"sudah rin, berdoa saja yang terbaik buat adit" suara wanita paruh baya tersebut terdengar.
Wanita tersebut berdiri tetap di sebelah karin sambil mengelus lembut kepala sang anak.
"maaf ma. Maafkan karin"lirihnya sambil memeluk sang ibu "maaf karena karin engga bisa jadi kakak yang baik buat adit" sambungnya
"sudahlah sayang. Ini bukan salah kamu. Mungkin ini adalah kesalahan mama yang tidak bisa lebih menjaga adit" lirih sang mama yang kini juga mulai menagis.
Namun berusaha kekuat tenaga untuk tampil kuat di hadapan anak sulungnya tersebut
"jangan salahkan diri mama. Ini salah karin ma" seru karin sambil memperkuat pelukannya pada sang mama
Seminggu lebih setelah kejadian di RS tersebut telah berlalu. Ikbal menghela nafas kasarnya sambil duduk di bangkunya. Jam baru menunjukkan pukul 6.20 saat ini .
"dimana sih rin?" serunya lirih. Hatinya benar benar sesak untuk saat ini.
Suara langkah kaki terdengar nyaring di telinganya. Namun hal tersebut tidak membuat ikbal menoleh untuk melihat siapa yang kini berjalan kearahnya.
Dirinya masih saja fokus menatap kursi sang kekasih sambil membayangkan kekasihnya ada disana dan tersenyum padanya.
Ikbal kembali menghembuskan nafas kasarnya kemudian membalikan badan dengan malasnya. Matanya seketika melebar saat melihat kearah pintu kelasnya. Dimana sosok seseorang yang telah lama dirindukannya berada sambil menatap datar padanya
"karin"ucap ikbal rilih sambil berlari kearah karin
"ini serius kamu rin"sambungnya dengan nada antusias dan memeluk sang kekasih
"kamu kemana aja rin? Aku cariian kamu ke rumah kamu, ke rs kamu engga ada"sambungnya masih dengan posisi memeluk sang kekasih hati.
__ADS_1
Mencuim aroma yang telah lama dirindukannya . Aroma yang membuatnya menjadi sangat bahagia dan tenang.
Karin sendiri masih diam dalam pelukan ikbal. Dirinya tidak menolak juga tidak membalas pelukan yang sangat dirindukannya itu.
Pelukan dari orang yang sangat dia rindukan . Pelukan dari orang yang dia benci karena adik dari raka_orang yang menabrak adiknya
Kilasan dimana perkataan sang ibu kemarin kembali di ingatnya
"jangan salahin orang dalam hal ini rin. Ini bukan salah siapa siapa. Mama harap kamu engga dendam sama siapapun karena hal ini"
Karin sendiri merasa hal itu benar. Namun saat kembali mengingat kondisi sang adik dirinya juga tidak bisa serta merta melupakan hal itu. Karin juga tidak ingin munafik jika mengatakan dirinya membenci ikbal. Toh dirinya Sendiri sangat merindukan pelukan dari ikbal.
"kamu kenapa rin" tanya ikbal sambil melepaskan pelukannya. Tidak ada jawaban dari karin dirinya masih saja menatap ikbal datar kemudian berlalu meninggalkan ikbal menuju bangkunya.
Ikbal sendiri sepertinya paham dengan kondisi sang kekasih. Dirinya memilih diam dan mengikuti karin duduk disebelahnya. Karin sendiri masih diam mencoba menenangkan hatinya yang campur aduk.
Ikbal menatap lekat wajah sang kekasih sambil tersenyum manis padanya. Senyum tulus karena berhasil melihat wajah cantik yang selama hampir 2 minggu tidak pernah dilihatnya.
Senyum itu masih saja menghiasi bibirnya bahkan saat tidak ada respon balik dari sang kekasih
"karin" ikbal kembali membuka suaranya sambil menatap wajah sang kekasih
"soal di rs itu, gue... Gue juga engga tau" liirih ikbal pelan
Karin kembali menghela nafasnya "jangan bahas masalah itu dulu bal, gue malas" jawab karin sambil berusaha mengatur nafasnya. Karena jujur harinya kembali sesak saat mengingat sang adik yang masih koma saat ini.
Tidak ada balas dari ikbal. Dirinya mengutuk dirinya sendiri akan hal bodoh yang di ucapkannya
Seakan tidak ingin membuat sang kekasih kembali merasakan rasa sesak ikbal kembali membawa karin dalam pelukannya guna menenangkan sang kekasih hati dan tentu saja karin juga tidak menolak hal itu
jangan lupa like dan comennya
__ADS_1
untuk mendukung penulis😊😊