Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 25


__ADS_3

Ikbal menghela nafas kasar. "Selalu begitu moodnya cepat banget berubah" omel ikbal dalam hatinya.


"iy engga lagi, entar pulang bareng yah" kata ikbal dan langsung di balas anggukan oleh karin



"kok kesini sih bal" tanya karin begitu motor yang mereka kendarai berhenti salah satu pedagang kaki lima


"makan dulu yuk" kata ikbal sambil menggandeng tangan karin. Sedangkan karin hanya tersenyum dengan perlakuan ikbal


"bang sate 2 yah" kata ikbal sambil duduk di salah satu meja lesehan di tempat tersebut


"sip den ikbal" kata penjual tersebut


"ini tempat favorit gue " kata ikbal sambil menatap karin .Dan hanya di balas dengan tatapan cuek oleh karin


"nih den satenya " kata abang penjual tersebut sambil memberikan 2 porsi sate kepada ikbal "wahhh pacarnya yah den cantik" sambung penjual sate tersebut sambil menatap karin yang wajahnya sudah memerah mareka malu


"makasih bang " kata ikbal sambil menerima sate tersebut


" beruntung banget adek ini" kata penjual sate tersebut sedangkan karin hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan kata kata penjual sate tersebut.


"iy beruntung soalnya adek ini pacar pertamanya den ikbal" sambungnya


Wajah karin semakin mereh mendengar ucapan penjual sate tersebut. Setelah abang sate pamit. Kini karin membuka suaranya.


" gue pacar pertama loh yah bal?" tanyanya


Dan dibalas deheman oleh ikbal sambil memakan satenya

__ADS_1


Senyum kembali terulir di bibir gadis tersebut. " pacar pertama ikbal gue" serunya dalam hati kegirangan


Banya percakapan setelah itu. Sesekali terdengar kata cacian dari karin terhadap ikbal


" kok gue mau yah sama loh? Padahal kalau diperhatikan loh engga cakep, ganteng apa lagi" dan hanya dibalas senyum masam oleh ikbal


"tapi kan senyum gue manis" kata ikbal membela diri . Dan langsung membuat karin merona.


Merona karena memang benar senyum ikbal sangat manis dan dari senyum itu lah karin pertama kali meresakan rasa aneh di dadanya.


"ehhhh.... sok banget loh.. siapa juga yang bilang loh manis" kata karin canggung dan membuat ikbal tersenyum senang


"jadi kalau gue ngga manis kenapa loh pipi loh selalu merah kalau gue senyum sama loh" kata ikbal dengan nada menggoda


"dan satu lagi" kata ikbal dengan nada serius sehingga membuat karin fokus menatap ikbal


"gini gini gue banyak yang suka, tapi entah kenapa gue malah milih loh. jadi loh harus hati hati" sambungnya dengan nada arongan


"tapi kan cuma gue yang ada di hati loh, jadi gue engga perlu khawatir apapun" sambung ikbal. yang sukses membuat karin merona


Ikbal memperhatikan karin yang masih merona kemudian menarik senyum di bibirnya.


"udah... Makan satenya habis itu kita balik" sambung ikbal sambil mengacak lembut rambut karin


Tawa sesekali terdengar begitu indah keluar dari keduanya. Sampai suara anak perempuan yang pernah dia temui malam itu bersama ikbal merusak suasana


" ikballl..." saru anak perempuan yang bernama ririn tersebut


"hai rin" sapa ikbal

__ADS_1


"sialan ada penggangu lagi , kayanya ikbal emang banyak yang suka deh " guman karin dalam hatinya sambil menatap sinis kearah ririn


" gue marah masa loh" kata anak ririn sambil membuang muka seolah kesal, kemudian melanjutkan kalimatnya


"kenapa malam itu loh ninggalin gue?" sambung ririn


"iyalah kan ikbal lebih milih gue daripada loh" seru karin dalam hatinya


Ikbal hanya menghela nafas panjang kemudian menjawab pertanyaan ririn


"kan gue udah bilang gue ada urusan malam itu dan loh gue punya sulir buat jemput loh kan"


Ririn hanya berdecak sebal mendengar ucapan ikbal. Sesaat kemudian mengalihkan pandangan pada karin yang duduk disebelah ikbal dengan tatapan cuek.


Mata ririn memancarkan tatapan benci dan tidak suka pada karin. Namun karin hanya menatap cuek padanya sambil memakan satenya


"siapa sih loh? Kenapa dekat dekat sama ikbal terus? Engga punya malu yah? Dasar kegatelan" kata ririn dengan nada sinis sambil menatap rendah kearah karin


Mendengar ucapan ririn , seketika emosi karin berkobar . Gadis tersebut mengepalkan tangan bersiap untuk memberikan pelajaran pada cwek setan dihadapannya


Namun hal tersebut seketika terhenti saat ikbal tiba tiba saja menggenggam tangannya "kalau ngomon di jaga rin" bentak ikbal. Butuh beberapa saat untuknya melanjutkan kalimatnya " dia pacar gue dan gue rasa yang engga punya malu dan kegatelan itu loh" sambungnya kemudian meninggalkan tempat tersebut bersama karin setelah sebelumnya membayar sate yang mereka makan.


Wajah ririn memerah mendengar perkataan ikbal "sialan... Tunggu aja bal loh pasti jadi milik gue " gumannya



Wajah karin terus bersemu merah selama perjalanan pulangnya bersama ikbal. Bagaimana tidak? Di bela oleh orang kamu suka.bukanka itu sesuatu yang berkesan?


Tentu itu sangat berkesan bagi karin Senyum masih saya terukir di bibirnya. Bahkan saat motor yang dikendarai ikbal sudah tak nampak lagi di pelupuk matanya dirinya masih terus mempertahankan senyum indah itu di bibirnya

__ADS_1


jangan lupa like dan comennya


untuk mendukung penulis๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2