
Upacara menyambutan siswa baru berlangsung selama 3 hari setelah itu, hari ke 4 setelah apel pagi, para siswa baru di berikan arahan untuk tetap tinggal di lapangan, guna mengetahui kelas mereka. Setelah pembagian kelas semua siswa kemudian diperbolehkan untuk kekelas masing masing.
Karin berada di kelas X-C langsung masuk dan memilih tempat duduk paling nyaman dan aman tentunya. Yah Karin memang adalah anak yang selalu berpikir sekali dayung 2-3 pulau terlampaui:>> Selain nyaman untuk bergosip atau tidur saat pelajaran yang membosankan tempat tersebut juga harus aman saat ulangan apalagi jika pelajaran paling memuakkan dan tak mampu untuk otaknya seperti bahasa inggris. Tidak dapat dipungkiri mungkin dia harus memakai sedikit cara yang berbelok demi masa depannya:>>>.
Yahhh begitulah pemikiran Karin yang memang mungkin juga dilakukan oleh beberapa anak seusianya.
Satu minggu sudah berlalu sejak masa MOS diadakan. Kini Karin telah memiliki beberapa teman akrab dikelasnya, salah satunya adalah ika. Ika adalah anak yang berasal dari luar kota yang melanjutkan sekolah ke kotanya dengan alasan ingin hidup mandiri. Ika dan Karin selalu bersama sejak pertama bertemu mungkin karena karakter mereka cocok atau mungkin karena hal lain, yahh entalah intinya mereka selalu bersama.
“ rin pulang sekolah makan es kelapa yukk” ika melulai obrolan saat guru sedang menjelasakan pelajaran kimia di jam terakhir
“boleh dehh tapi Tr yah:>> “ balas Karin dengan senyum paling manisnya
“ yahh dasar anak matre” balas ika dengan sedikit kesal
“yahh udah kalau engga mau” (cemberut)” aku pulang aja dehh” balas Karin sambil focus memperhatikan pelajaran yang jelas jelas sangat membosankan baginya apalagi pelajaran kimia yang jelas –jelas tidak pernah mampu singgap di otaknya.
“ yahhh gambek!! Dasar lohh prett!!” seru ika melihat Karin yang sok memasang wajah cemberutnya
__ADS_1
” iyahh dehh kali ini gue Tr lohh “ sambung ika setelah menyelesaikan catatan yang di jelaskan gurunya
“Ok dehh” balas Karin dengan nada pelan takut jika sang guru mendengarkan obrolan mereka sambil memasang wajah bahagianya.
Yahh begitu pertemanan Karin dan ika selalu saja ada perdebatan antara keduanya, yang akhirnya ika yang harus mengalah pada Karin. Namun tidak di semua halnya gaess:>>, hanya dalam hal makanan saja, maklumlah Karin selalu irit soal uang jalannya yang menurutnya jika ada yang gratis kenapa harus mengeluarkan uang? Namun hal tersebut tidak masalah untuk ika tohh dia selalu memiliki uang jalan yang lebih untuk sahabatnya .
sedekar info yah gaess ika adalah anak sematayang dari seorang pengusaha di kota kelahirannya. dia merupakan anak kesayangan orang tuanya. Yah jelaslah kan anak sematayang:>!! Haha.
Bagi ika segala sesuatu bisa dia dapatkan dengan mudah dan instan oleh sebab itu dia memilih untuk melanjutkan sekolah di kota lain yang jauh dari orang tuanya sekalian belajar mandiri katanya.
Penjual es kelapa
“ wahh gila itu guru kimia bisa bisanya jelasan materi yang rumit banget “ gerutu Karin sambil memasukkan es kelapa dalam mulutnya “ heran dehh gue makan apa sih kok tahan banget sama pelajaran sesusah itu” sambungnya setelah mengunyah se kelapa yang ada di mulutnya
“ yehh itu ma loh nya aja yang enggak menger malah sok nyalahin orang lagi “ balas ika sambil memperhatikan ponselnya dan meminum es kelapa miliknya
“ woii gila loh yahh. Emang pelajarannya susah kok mana mungkin gara- gara gue. Wahh engga beres nihhh bocah “ balas Karin tak terima dengan perkataan ika
__ADS_1
“ Lahh karena emang susah kali bego makanya dipelajari biar paham” balas ika yang tetap focus pada layar hp miliknya” lohh itu sekolah buat pintar bukan buat jadi blooan kaya gini. Punya otak sih lohh “ sambungnya yang kini telah meletakkan hpnya dan menatap Karin yang berada tepat di depannya.
“ yehhh santai aja keless engga usah pake urat ngomonnya” balas Karin sambil menutar bola matanya malas
Yah begitulah keduanya selalu saling sindir dengan kata- kata kasar namun berujung pada perdamainan yang menyenagkan. Ahh mungkin karena keduanya telah saling memahami sikap dan karakter masing masing. Sebenarnya mungkin terdengar anehh. Bagaimana tidak? Mereka yang mengenal baru sekitar 2 minggu ini mampu saling mengerti dan memahami dengan baik karekter masing masing. Yang mungkin bagi sebagian orang memerlukan waktu yang cukup lama untuk hal itu. Yahh tapi begitulah meraka, 2 orang gadis berbeda yang terikat dalam sebuah ikatan persahabatan.
persahabatan meraka yang aneh kerena di bumbui dengan kata- kata kasar dan saling sindir namun menyenangkan bagi keduanya.
“haii rin” sapa seorang laki-laki yang baru saja masuk kedalam kedai berdiri di dekat penjual es kepala
“ issshhh apa-apaan sih loh sok kenal banget” gerutu Karin sambil memutar bola matanya malas
“ ihh kok gitu sihh rin “ ika sambil menatap sang teman yang duduk di depannya dengan raut wajah cuek yang terus memakan es kelapa miliknya “ engga boleh gitu rin itu kayanya teman SMA kita tuhh lihat aja seragamnya sama dengan kita” sambung ika dengan sebuah senyum di wajahnya menghadap kepada laki- laki yang menyapa Karin tadi
“ ihh apa-apaan loh” balas Karin dengan menatap ika yang sok manis menurutnya” engga usah sok cantik dehh pake senyum- senyum lagi. Kegatelan banget woii “ balas Karin dengan nada menyindir
“ ihh Karin astaga engga boleh gitu aku kan teman kamu kok gitu sih ngomonnya” ika sambil terus memasang sikap manisnya
__ADS_1
” idiihhh “ kata Karin mencibir sikap sok manis ika