
Leon sampai di perusahaan santi lebih cepat dari waktu biasanya. Pria tampan itu segera menaiki lift menuju ruangan santi di lantai 5. Leon benar benar khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada santi. Santi mengatakan sakit karna masa lalu. Itu artinya santi sedang sangat kalut sekarang.
Leon membuka pintu ruangan santi. Tatapanya langsung menyapu ke seluruh ruangan bernuansa putih itu. Leon menghela napas merasa lega saat mendapati santi yang sedang duduk di sofa seberang meja kerjanya dengan sesekali mengusap air mata yang membasahi pipinya menggunakan tisu.
Leon melangkah masuk ke dalam ruangan santi. Tidak lupa leon menutup kembali pintu itu dan mendekat pada santi.
“Tante..” Panggil leon pelan.
Mendengar suara leon santi langsung mendongak. Dengan kedua mata sembabnya santi menatap leon. Saat itu juga air matanya kembali menetes membasahi pipi tirusnya.
Leon yang melihat itu langsung memposisikan dirinya duduk di samping santi. Leon terdiam begitu santi berhambur ke pelukanya.
“Sakit le.. Sakit banget.. Hiks hiks.”
Leon menelan ludahnya. Santi tidak pernah menunjukan sisi rapuhnya. Santi selalu terlihat tangguh di depanya. Tapi sekarang, santi menangis terisak sambil memeluknya erat.
“Tante kenapa? Apa bramono kesini? Apa dia nyakitin tante lagi?”
Santi menggelengkan kepala mendengar pertanyaan lirih leon. Bukan bramono yang membuatnya merasa sakit kali ini. Tapi ucapan tidak sengaja rico yang menyebutnya mamah cantik. Santi menjadi teringat pada janin tidak bersalah yang pernah di kandungnya.
“Lalu kenapa tante?”
Pikiran leon langsung menjurus pada rico. Saat ini hanya rico pria yang dekat dengan santi. Leon ingin bertanya tapi takut jika apa yang di pikiranya itu salah.
Santi melepaskan pelukanya pada leon. Tatapanya begitu sangat terluka menatap leon yang berada di depanya.
“Rico..” Lirih santi.
Tangan leon mengepal erat mendengar santi menyebut nama rico. Dugaanya benar. Rico yang membuat tantenya menangis.
“Dia menyebut tante mamah cantik.”
Santi kembali terisak dan itu sukses membuat leon bingung. Leon tidak mengerti dengan apa yang di maksud “mamah cantik”.
“Rico nyakitin tante?”
Santi menggelengkan kepalanya lagi menjawab.
“Bukan le.. Bukan masalah menyakiti. Tante hanya menjadi teringat dengan janin yang pernah tante kandung. Jika saja tante nggak keguguran mungkin sekarang dia sudah besar. Dia sudah sekolah. Dia sudah minta ini itu pada tante. Dan juga tante pasti di panggil mamah..”
__ADS_1
Leon diam. Santi memang pernah keguguran. Tapi itu bukan karna kesalahan santi. Itu karna bramono yang terus menyakitinya.
“Tante.. Semua itu sudah berlalu. Apa yang tante alami itu bukan salah tante..”
Santi menggelengkan lagi kepalanya. Air matanya kembali menetes deras membasahi kedua pipi tirusnya.
“Nggak le.. Mungkin jika dulu tante menjaganya dengan baik tante nggak akan keguguran. Dia pasti bisa lahir dengan selamat. Dan sekarang dia.. Hiks hiks..”
Santi tidak mampu melanjutkan kata katanya. Santi benar benar merasa gagal menjaga anugerah terindah yang tuhan titipkan padanya.
“Tante.. Itu bukan salah tante.. Kalaupun ada yang harus di salahkan itu bramono. Dia menyakiti tante tanpa henti. Dia bahkan juga menyakiti fisik tante bukan hanya hati.”
Santi menoleh cepat mendengar apa yang leon ucapkan. Kedua matanya menyipit menatap leon yang tampak emosi.
“Apa maksud kamu leon?”
Leon mengerjapkan kedua matanya. Karna kalap dengan kemarahanya leon sampai tidak ingat jika dirinya sedang bepura pura masih lupa dengan semua tentang santi juga alesia.
“Tante.. Aku.. Aku..”
“Kamu ingat tentang tante leon?” Tanya santi menyela.
Leon menggeleng. Terbongkar sudah kebohonganya.
Leon tidak tau harus berkata apa. Semuanya hilang begitu saja begitu santi bertanya padanya. Leon yakin santi pasti bisa langsung mengerti dan memahami.
“Tante aku..”
Santi langsung kembali berhambur memeluk leon. Air matanya kembali menetes namun kali ini di sertai dengan senyuman di bibirnya.
“Kamu sudah mengingat tante leon? Kamu sudah mengingat semuanya?” Tanya santi di balik punggung leon.
Leon mematung di tempatnya. Leon bingung harus bagaimana mengatakan semuanya. Jika mencari alasan lain itu artinya leon harus kembali berbohong lagi.
“Alesia.. Dia pasti akan senang mengetahui ini..”
Santi mengusap air matanya kemudian bangkit dan melangkah dengan antusias menuju meja kerjanya berniat menghubungi alesia. Namun saat hendak meraih hp miliknya santi terdiam. Santi menoleh pada leon yang hanya diam dan duduk mematung di sofa.
“Tapi.. Leon sejak kapan kamu mengingatnya?” Tanya santi menatap leon.
__ADS_1
Leon memejamkan kedua matanya. Leon tau sepintar pintarnya dia menyembunyikan tentang kesembuhanya suatu waktu pasti akan ketahuan juga. Seperti pepatah sepintar pintarnya orang menyimpan bangkai pasti baunya akan tercium juga.
“Aku...”
Pikiran leon benar benar kosong sekarang. Leon tidak tau harus beralasan apa. Semuanya hilang begitu saja.
Ya tuhan.. Bagaimana ini? Apa semuanya sudah berakhir?
-----
“Charger aku mana ya?”
Alesia sibuk mencari cari charger hp nya. Padahal wanita itu hendak menelpon suaminya namun hp miliknya ternyata lowbet karna alesia lupa mengisi batrenya.
Alesia mencari di laci nakas bahkan sampai di meja di mana perlengkapan make up nya tertata tapi tidak juga alesia temukan.
Alesia menghela napas.
Apa mungkin di ruang kerja kak leon
Sesaat alesia tampak berpikir. Alesia selalu menempatkan barang miliknya ataupun leon di tempatnya. Dan yang selalu memindah seenaknya adalah leon.
“Coba aku cari di ruangan kak leon aja deh..”
Alesia melangkah keluar dari kamarnya. Dengan pelan alesia menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai bawah dimana ruangan kerja leon berada. Dan setibanya di ruangan leon ternyata memang benar. Chargernya ada disana tepatnya di atas meja dan beralaskan sebuah map berwarna biru.
Alesia menggelengkan kepalanya. Diraihnya charger miliknya. Ketika sudah meraih charger miliknya alesia mengeryit melihat map biru dimana di map tersebut tertulis kata “Ibu le”.
Ibu?
Penasaran alesiapun meraih map tersebut dan membukanya. Alesia mengangkat sebelah alisnya membaca semua informasi tentang ibunya tertulis dengan sangat rapi disana. Tidak hanya itu saja, di dalam map tersebut bahkan ada 2 lembar photo. Yaitu photo ibunya dan photo seorang remaja laki laki berseragam SMP yang sama seperti seragam yang di kenakan ibunya.
Apa maksud kak leon mengumpulkan informasi tentang ibu?
Alesia terus bertanya tanya. Selesai membaca selembar kertas dan melihat 2 lembar photo di atasnya alesia pun menyibak kertas tersebut dan meneruskan membaca ke selembar kertas di bawahnya.
Kedua mata alesia membulat ketika mendapati nama bramono di selembar kertas tersebut.
“Apa? Jadi tuan bramono mempunyai hubungan dengan ibu di masa lalu?”
__ADS_1
Alesia menutup mulutnya tidak menyangka. Leon sedang mencari tahu tentang masa lalu ibunya dan juga bramono.
“Apa maksud kak leon menyelidiki semua ini? Untuk apa?”