Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
Ungkapan rasa


__ADS_3

“Kamu bisa jelaskan semuanya sekarang.”


Santi menatap lurus ke depan dengan pandangan nanar. Selama ini yang santi tau leon masih melupakan semua tentangnya. Tapi ternyata leon menutupi kesembuhanya selama ini.


“Jujur sama tante leon. Sejak kapan kamu mengingat semuanya? Atau sebenarnya kamu memang tidak pernah lupa ingatan? Kamu hanya bersandiwara selama ini? Kamu sengaja membohongi tante bahkan istri kamu sendiri?”


Leon menggelengkan kepalanya. Leon tidak menyangka jika semuanya akan terbongkar karna emosinya mendengar santi mengingat masa lalu.


“Bukan begitu tante.. Leon memang sempat melupakan semua tentang tante dan alesia. Tapi itu hanya sebentar. Kira kira 2 bulan lalu leon mulai mengingat semuanya. Leon juga sempat pingsan tante sebelum semuanya leon ingat.”


Santi tertawa merasa lucu. Santi tertipu dengan sandiwara keponakanya sendiri.


“Apa tujuan kamu bersandiwara?” Tanya santi enggan menoleh menatap keponakan satu satunya itu.


Santi merasa kecewa. Leon tidak pernah membohonginya. Tapi sekarang leon bahkan membohonginya dengan terus berpura pura tidak mengingat apapun tentangnya dan alesia.


Menghela napas pelan. Sesaat leon memejamkan kedua matanya. Mungkin memang saat ini dirinya harus jujur pada tantenya.


“Aku melakukanya demi tante dan alesia.”


Santi menoleh cepat. Wanita itu tertawa merasa lucu mendengar apa yang baru saja di lontarkan oleh leon.


“Jangan membuat lelucon leon.” Katanya.


Leon diam sesaat. Leon mencoba memikirkan kata kata yang pas agar santi dapat dengan mudah memahami juga mengerti maksudnya berbohong.


“Tante tau saat tante marah dan membawa alesia pergi dari rumah? Leon kesal tapi juga merasa bersalah saat itu tante. Leon juga tidak percaya bahwa anak yang di kandung alesia adalah anak leon. Itu karna leon belum mengingat apapun tentang kalian berdua.”


Jeda sejenak. Leon melirik santi yang terus diam di sampingnya.


“Tapi semua itu berubah tante. Leon kembali mengingat semuanya. Dan melihat tante yang begitu perduli pada alesia leon berpikir mungkin akan lebih baik jika leon terus berpura pura lupa ingatan saja.”

__ADS_1


“Tidak ada kebohongan yang baik leon.” Sela santi sinis.


“Leon tau tante. Leon tau itu. Tapi leon bener bener merasa sangat senang melihat tante yang begitu sayang sama alesia.”


Santi memejamkan kedua matanya. Santi tidak bisa munafik. Santi sebenarnya perduli pada alesia. Santi merasa khawatir jika alesia sakit. Santi juga merasa harus selalu ada di saat alesia sendiri. Contohnya saat alesia hendak memeriksakan kandunganya.


“Jujur tante, Leon punya rasa yang ingin sekali leon ungkapkan di depan tante. Leon ingin sekali tante tau tentang rasa yang selama ini leon pendam.”


Santi tetap tidak menyaut meskipun ingin sekali bertanya tentang rasa yang leon pendam.


“Tante dulu pernah sangat sayang pada pacar pertama leon. Tante sangat perhatian padanya. Leon yakin tante masih sangat mengingatnya.”


“Jangan bahas masa lalu leon.”


Leon mengangguk. Masa lalu memang tidak seharusnya di ungkit kembali.


“Leon ingin tante bisa menyayangi alesia seperti tante menyayangi leon. Alesia, dia adalah bagian dari hidup leon tante. Dia istri leon. Dia tulang rusuk leon.”


Santi melengos. Leon adalah pria yang baik. Tidak seperti bramono yang lebih memihak pada kakaknya di banding dirinya dulu. Leon, meskipun diam tapi selalu mengayomi dan melindungi alesia.


Santi memejamkan kedua matanya. Berat rasanya harus menerima seseorang dengan profesi yang sama seperti orang yang dulu pernah menghancurkan hati dan perasaanya.


“Alesia wanita yang baik tante. Dia bahkan tidak pernah mengadu apapun pada leon tentang sikap tante. Dia juga tidak pernah menyimpan dendam pada tante.”


“Bagaimana mungkin kamu tau dia tidak dendam? Tidak ada maling yang mengambil barang seseorang di depan pemiliknya leon. Alesia mungkin memendam dendam itu sendiri.”


Leon menggelengkan kepalanya. Leon tau semuanya tentang istrinya. Leon juga percaya pada alesia.


“Tidak tante. Alesia tidak seperti itu.. Leon tau dan mengenal alesia dengan baik tante..”


Santi juga mengakui alesia memang tidak pernah membalas setiap perbuatanya. Alesia juga hanya diam dan memilih berlalu saat santi mulai mengomel tidak jelas padanya.

__ADS_1


“Tante.. Selama tante masih membenci alesia apapun yang alesia lakukan itu akan salah di mata tante. Tolong tante.. Tolong kikis dan hilangkan rasa benci itu pada alesia.. Leon mohon..”


Santi menelan ludahnya. Santi memang tidak punya alasan lain selain karna alesia yang berprofesi sebagai model.


“Jangan salahkan tante leon.. Kamu tau bukan tante sangat tidak suka dengan wanita yang berprofesi sebagai model.”


“Karna masa lalu lagi? Karna model yang dulu pernah bersama bramono?” Tanya leon menyela.


Leon tertawa merasa miris. Pandangan tantenya sangat salah.


“Kalau selama ini tante menyamakan alesia dengan wanita itu tante salah besar. Alesia wanita baik baik tante. Alesia wanita yang setia. Alesia tidak seperti wanita yang pernah bersama bramono.”


Santi tidak bisa berkata apa apa. Tapi santi benar benar tidak bisa menerima siapapun dengan profesi yang sama dengan model wanita di masa lalunya.


“Tante selalu membanding bandingkan alesia dengan pingkan. Tante selalu menyanjung pingkan. Tante bilang pingkan wanita yang baik. Tapi apa buktinya tante? Apa ada wanita baik yang mau masuk ke dalam kehidupan rumah tangga orang? Bukankah pingkan tidak jauh berbeda dengan wanita yang bersama bramono dulu?”


“Cukup leon. Tante bilang tidak perlu mengungkit masa lalu..”


Santi menatap tajam pada leon yang mulai menyerempet lagi ke masa lalunya.


“Leon nggak akan berhenti sebelum tante buka mata tante. Leon sayang sama tante. Leon tidak pernah melupakan jasa tante. Leon hanya minta tolong ubah pandangan tante pada alesia. Kasihan dia tante. Dia hidup tanpa ayah dan ibu sejak kecil. Dan tante, tante adalah orang tua leon. Yang artinya tante juga orang tua alesia. Harusnya tante bisa menyayanginya seperti tante menyayangi leon.”


“Cukup leon !!” Bentak santi marah.


Leon terdiam sesaat.


“Kenapa tante? Kenapa tante tidak pernah mau mengerti perasaan leon?”


Leon meneteskan air matanya. Sakit rasanya melihat 2 orang yang sangat di sayanginya selalu berselisih faham. Leon juga bingung karna tidak tau harus memposisikan dirinya seperti apa. Alesia adalah istrinya, dan santi adalah tantenya. Leon tidak bisa memilih salah satu di antara keduanya.


“Apa leon salah jika menginginkan tante menyayangi istri leon? Apa perasaan leon salah jika menginginkan tante kompak dan saling menyayangi dengan alesia?”

__ADS_1


“Tante bilang cukup leon..” Tekan santi dengan kedua mata berkaca kaca.


“Nggak tante. Leon tidak akan berhenti berharap. Leon tidak akan berhenti meminta pada tuhan.. Leon yakin tante bisa merubah pandangan tante pada alesia.”


__ADS_2