Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 32


__ADS_3

Hening untuk beberapa saat "hikss hikss" suara tangisan karin masih terus terdengar di dalam ruangan itu


"udah nagisnya" suara serak itu membuat karin menatap sumber suara " loh jelek kalau nangis terus" karin mengangkat kepalanya dan melihat ikbal


yah ikbal kekasihnya sedang menatapnya dengan tatapan sendu


"mata loh udah bengkak kaya gini" sambungnya sambil menerka air mata karin di pelupuk matanya dengan tanganny


"bal" seru karin langsung memeluk ikbal "jangan tinggalin gue bal, gue sayang sama loh, gue janji engga bakal marah dan akan jadi cwek kalem buat loh "lirih karin masih dengan memeluk ikbal


"udah engga usah jadi cwek kalem, gue suka loh apa adanya kok"lirih ikbal sambil melepaskan pelukannya


" bantuin gue bangun rin" sambungnya


"loh masih__"perkataan karin terpotong


"bantuin aja"seru ikbal dan langsung di anggukan oleh karin


Begitu tubuh ikbal sudah tersandar pada punggung tempat tidur ikbal manarik karin untuk duduk di hadapnnya


"gue engga mau putus sama loh rin" lirih ikbal


"gue__" perkataan karin terpotong saat ikbal meletakkan tangannya di bibir karin.


"gue yang ngomon duluan" kata ikbal kemudian Melepaskan tangannya


"gue engga mau putus rin, gue sayang sama loh, loh cwek pertama yang buat gue jatuh cinta. Loh cwek pertama yang buat jantung gue berdetak kencang rin"


Karin terdiam mendengar semua pernyataan ikbal namun tidak dapat dia pungkiri kalau dirinya sangat bahagia mendengar itu semua


"gue juga sayang sama loh bal, jangan tinggalin gue yah " lirih karin sambil memeluk ikbal


"yahh elah, gue cuma patah tulang di kaki rin, engga lucu kan gue mati cuma kena itu" seru ikbal


Sontak saja karin melepaskan pelukannya dan menatap heran pada ikbal


"tapi kata bang loh__" karin kembali mengingat semua perkataan raka dan bodohnya dirinya percaya pada raka. Jelas jelas ayah ibu ikbal saja tadi nampak biasa saja


"shittt"seru karin "gue di bohongin sama abang raka"serunya


"udalah bairin aja, pelajaran buat loh biar jangan seenak jidat putusin gue"seru ikbal sambil kembali membawa karin dalam pelukannya


"gue kangen sama loh bal" lirih karin


"hemm, engga usah jadi cwek kalem karena gue suka loh apa adanya" lirih ikbal dan hanya di balas anggukan oleh karin


"kok gue mau yah sama cwek kasar kaya loh rin, bukannya sombong yah ksrin, tapi banyak loh cwek yang mau sama gue" seru ikbal mengoda sang kekasih


Karin melepaskan pelukan ikbal kemudian berkata " karena gue beda"serunya sambil tersenyum "nyesel loh kalau tinggalin gue, so banyak yang tunggu gue jomblo" sambungnya dan hanya mendapat tatapan tanjam dari ikbal

__ADS_1


"awas aja kalau loh berani" seru ikbal


Dan karin hanya tersenyum melihat ikbal. Ikbal menatap karin dengan dalam dalam kebiasuan "boleh cium ngga rin" tanya ikbal canggung. sementara karin langsung bingung "lahh sok loh, biasanya juga langsung nyosor "cibirnya


Ikbal sendiri hanya senyum canggung. Memang benar dirinya sudah memcium karin beberapa kali , tapi kali ini beda menurutnya. Karena itulah dia meminta izin


" beda dong rin, kali gue mau loh juga setuju. Dulu kan cuma inisiatif gue sendiri biar loh engga banyak protes" cibirnya "lagian dulu gue cuma tempelin bibir kita kok" sambungnya


"lahh emang itu bukan cium namanya?" tanya karin polos


Ikbal menarik sudut bibirnya "loh belum pernah cuiman sebelumnya yah rin?" tanyanya dengan nada jail dan dengan santainya karin menganggukan kepalanya "loh yang pertama" jawabnya


Sementara ikbal tidak dapat lagi menyembunyikan senyumnya "senengnya jadi yanh pertama" tuturnya "jadi gimana? Boleh?"sambung ikbal dan hanya dibalsas anggukan lemah dari karin


"ennga usaha malu, muka loh kaya tomat merah" goda ikbal


Tidak ada jawaban, namun kali ini ikbal telah mempertipis jarak keduanya dan


Cekrek


"woiii ada teman teman loh di luar" teriak raka dari ambang pintu dan langsung mendapat tatapan tajam dari ikbal "janggu loh bang" cibirnya


Raka hanya tersenyum sedangkan karin memilih membuang muka engga untuk menatap raka karena malu



Raka sendiri telah mengetahui bahwa adit sudah baik baik saja dan sudah meminta maaf kepada kelaurga adit dan di sambut baik oleh keluarganya.


Ikbal juga kini telah mulai bersekolah walaupun belum sepenuhnya pulih. Oleh sebab itu setiap pagi karin selalu berangkat lebih awal dari biasanya dan menunggu ikbal di gerbang sekolah guna memapah sang kekasih ke kelas.


Dan disinilah karin sekarang. Depan gerbang sekolah. Udah kaya sapam sekolah aja yahh haha


"hati hati" seru raka yang memaham ikbal turun dari mobilnya kemudian di ambil alih oleh karin


"bang hati hati" serunya saat raka kembali kedalam mobilnya


"hati hati bang"seru karin


"belajar yang bener jangan pacaran mulu" seru raka sebelum memasuki mobilnya


"pelan pelan bal" tutur karin sambil membantu ikbal duduk di kursinya.


"makasih rin"seru ikbal dan hanya dibalas anggukan oleh karin.


"rin" panggil ikbal saat karin beranjak menuju kursinya


."apa?"


"sini"seru ikbal sambil menunjuk kursi sebelahnya dan segera karin melangkahkan kakinya menuju ikbal. Namun belum sampai di kursi sebelah ikbal, tubuhnya di tarik paksa oleh ikbal dan duduk di atas pangkuan ikbal

__ADS_1


"awww, berat bengat loh"cibir ikbal


"yehhh loh yang narik loh yang comen "gerutu karin sambil mencibirkan binirnya.


"rin_"


"apa"


"karin"


Karin memutar bola matanya malas kemudian menatap ikbal dan langsung sedua manik mata yersebut bertemu ikbal tersenyum melihat karin dan itu membuat karin salting.Tau kan kenapa karin salting? Yap karena senyum ikbal dong hehehehe


"jangan senyum" cibir karin


"kenapa?"tanya ikbal


"pokoknya jangan senyum , kecuali sama gue. Loh tau kan senyum loh itu manis banget"kata karin kemudian membuang muka karena yakin wajahnya memerah "gue engga mau aja ada cwek yang lihat" sambungnya dan langsung membuat ikbal tertawa


"siap boss" cibirnya


Hening


"karin"panggil ikbal


"hem"


"gue boleh cium lo?"tanya ikbal


Karin menatap sekeling ruangan kelasnya .


Kemudian melirik arloji di tangannya dan menunjukkan pukul 6.25 menit " tapi ini sekolah bal, kalau ada yang lihat gimana?"cibirnya


"masih pagi kok engga akan ada yang lihat" sambung ikbal dan langsung dibalas anggukan karin


Ikbal tersenyum kemudian menatap karin dalam mempertipis jarak antara keduanya dan


Cup


Bibir ikbal tepat berada diatas bibir karin. Hanya sekitar 1 menitan kemudian bibir keduanya terlepas. ikbal kembali tersenyum begitu pula dengan karin


Cup


Ikbal kembali menempelkan bibirnya dengan karin namun kali ini dengan gerakan melumat bibir karin dengan lembut. Karin sendiri sepertinya terbuai dan juga membalas ciuman ikbal yahh walaupun keduanya masih kaku.


Hahha maklum saja sama sama pacar pertama dan sama sama ciuman pertama hehhehhe.


the end


sekian yahh maaf jika ceritanya kurang menarik😊😊

__ADS_1


__ADS_2