
"udah ka jangan bahas masalah ini lagi"lirih karin sambil meninggalkan arya dan ika
"karin___" panggil ika namun terpotong oleh arya
"biarin karin tenangin dirinya dulu ka, kasih karin waktu buat itu"kata arya
Sementara ika hanya menghela nafasnya kasar
Karin menghela nafasnya sambil melangkahkan kaki masuk kedalam pekarangan rumahnya. Rumah tepatnya tumbuh besar dari kecil sampai dengan usianya saat ini. Begitu juga dengan adiknya.
Rumah yang nampak sederhana namun memiliki kenangan yang sangat banyak baginya. kilasan kilasan memori akan dirinya dan keluarganya memenuhi ingatannya. Dimana ada tawa tangis dan bahagia.
Flasblack
"Mama kakak ma" seru adit yang tak lain adalah adik karin
"apaan loh?"bentak karin sambil menjitak kepala adiknya membuat sang adik meringis kesakitan
"mama kakak ma, kakak gangguin aku" seru adiknya dengan suara bergetar menahan tangis.
"nangis aja, kaya banci loh" seru karin
"kakak sih gangguin aku" seru adit
"kok gue, loh itu duluan" bela karin tak mau mengalah
"mama kakakkkk"rengek adit saat melihat sang mama yang berjalan ke arahnya sambil membawa nampak berisi cemilan dan minuman
Sementara sang mama hanya menghela nafas kasarnya "udah karin adit. Kalian itu bisa engga jangan berantem sekaki aja" seru sang mama saat melewati kedua anaknya tersebut
"adit ma, dia duluan yang gangguin karin" seru karin sambil menatap sang mama
"kakak ma yang salah bukan adit" bela adit sambil berlari kearah sang mama
" adit cuma ambil coklat yang di kasih kakak yang didepan tadi, tapi kakak malah marah marah" serunya membela diri
"ehh loh yah. Kan gue bilang jangan ambil, tapi loh tetap aja ambil" seru karin geram
Sang mama hanya menghela nafas kasarnya. Pusing dengan tingkah anak anaknya.
"emangnya kenapa rin? Aditkan cuma ambil coklatnya. Salahnya di mana coba?" suara laki laki baruh baya, yang tak lain ayah karin dan adit sambil berjalan kearah sang istri dengan senyum dibibirnya.
"kan cwok itu jadi kira karin kasih harapan sama dia pa. Padahal kan engga." seru karin
__ADS_1
"yah terima aja kak. Kakak juga engga cantik cantik amat. Hitung hitung mengurangi masa jomblo kakak" seru adit sambil tertawa begitu juga dan sang mama dan ayah
"ihhh kesel karin sama semuanya" seru karin sambil cemberut
Karin meneteskan air matanya kembali saat mengingat semua itu. hatinya kembali hancur. "maafin kakak dit"rilihnya sambil meneteskan air mata
"maaf karena engga bisa jadi kakak yang baik buat kamu dit" sambungnya lirih
Karin masih saja menangis di halaman rumahnya sambil mengingat segala kenangan bersama dengan keluarganya. Hingga suara anak laki laki itu menghema di telinganya.
"karin" panggil anak laki laki itu yang tak lain adalah raka
Karin membalikkan badannya dan menemukan raka kini berdiri tepat di depannya sementara dibelakang raka berdiri ikbal yang menatap karin dengan tatapan sedih
Karin mengusap air matanya kasar kemudian membuka suara "ngapain kesini?" seru karin
"gue cuma mau minta maaf rin" lirih raka
"maaf" karin mengulangi kata raka sambil tersenyum sinis "maaf buat apa?"lanjutnya
Raka menatap lekat karin yang nampak begitu terluka di hadapannya . Kemudian membuka suaranya kembali" maaf rin. Gue beneran engga sengaja saat itu" kata raka. Kemudian kembali melanjutkan kata katanya "gue engga sengaja rin. Waktu itu hujan dan entar dari mana adit tiba tiba aja langsung ada di hadapan mobil gue___ sampai gue engga bisa cegah kecelakaan itu rin" jelas raka dengan suara serak menahan tangisnya.
Karin kembali meneteskan air matanya
"maafin gue rin" lirih raka
"maaf"
"gue tau bang ini buka sepenuhnya salah loh" seru karin butuh beberapa sast untuknya kembali membuka suara
"tapi gue engga mau jadi munafik bang, hati gue sakit saat lihat kondisi adik gue dan itu selalu ngingetin gue sama loh. Loh yang nabrak adit gue" lirihnya
"maaf rin" lirih raka kembali
"maaf bang, gue engga bisa maafin loh untuk saat ini" lirih karin dengan air mata yang kembali mengalir deras dipipinya
Raka menatap karin dengan sedih dirinya juga paham dengan kondisi karin saat ini.
Kakak mana yang akan maafin orang yang buat adiknya celaka dan koma sampai saat ini dengan begitu mudahnya.
"gue ngerti rin. Gue ngerti perasaan loh tapi gue mohon jangan bawa masalah ini dalam hubungan loh sama ikbal" lirih raka
"jangan buat ikbal tersiksa dengan hal yang engga dia buat rin, jangan salahin ikbal akan kesalahan yang gue buat rin" lirih raka dengan air mata yang mulai mengalir dipipinya.
Karin tidak menjawab untuk beberapa saat. Dirinya melirik ikbal yang berada dibelakang raka dengan tatapan sedih.
__ADS_1
Penampilan cwok yang di sayanginya itu tampak berbeda jauh dengan dirinya yang bisa.
Tampilan acak acakan, rambut aut autan dan mata sembab seperti baru selesai menangis
Jujur saja hati karin sakit melihat kondisi sang kekasih hati saat ini. Namun jika kembali mengingat bahwa ikbal adalah adik raka. Karin tidak dapat memungkiri dirinya masih sangat sakit akan hal itu.
"gue mohon rin" lirih raka.
Karin menghapus kasar air matanya.
"maaf bang, gue engga bisa " lirihnya sambil menatap ikbal yang kini juga mulai mengeluarkan air mata
"maaf" sambungnya lirih
"tapi rin___" kata raka terpotong saat ikbal tiba tiba saja maju tepat di sebelahnya
"karin, gue mohon maafin ababg gue" lirih ikbal dengan air mata di pipinya
Hati karin semakin sakit saat ini. Hatinya hancur melihat sang kekasih hati yang begitu terluka
"maaf bal gue engga bisa" lirihnya
" dan gue juga engga mau lihat loh lagi
hubungan kita sampai disini aja" katanya dengan suara serak karena tangis
"jangan ganggu gue, gue engga mau lagi lihat muka kalian" seru karin sambil membalikkan badan dan berjalan masuk kerumahnya
"karin" ikbal menarik tangan karin saat gadis itu hendak membuka pintu rumahnya
"lepasin bal" bentak karin
"gue benci sama loh"lanjutnya kemudian kembali melanjutkan langkahnya dan menutup kasar pintu rumahnya sehingga memimbulkan suara dengungan keras.
"karin__ maaf" lirih ikbal dari balik pintu dan tentu saja masih di dengar oleh karin.
Karin menjatuhkan dirinya tepat setelah mendengar kata kata ikbal. Hatinya hancur dan sungguh sangat sakit.
"Mengapa hal itu harus terjadi padanya dan ikbal? Mengapa harus adiknya yang di tabrak oleh raka? Mengapa?"lirihnya
Karin benar benar menumpakkan segala perasannya malam itu seluruh sakit dan pedih dalam hatinya sambil menangis.
**jangan lupa like dan comennya
untuk mendukung penulis😊😊
__ADS_1
maafkan typo bertebaran**