
Karin dan ikbal kini telah duduk di salah satu bangku di kantin sambil menikmati makanan masing masing , sesekali mereka semua berbincang dan tertawa bersama sama.
mereka semua??
Yah bukan hanya ikbal dan karin yang berada di bangku tersebut tetapi juga ada ika dan arya.
Sebenarnya niat awal ikbal adalah berduaan dengan karin. Tapi karin dengan santainya malah mengajak ika saat di kelas.
Yah untuk ika tidak apa , bagi ikbal itu tidak terlalu mengganggu toh dirinya juga tau kalau ika tidak akan mengganggunya dan karin
Namun tidak saat karin mengajak arya untuk bergabung bersama mereka. wajah ikbal seketika di tekuk dengan ekpresi kesalnya.
Bukan tanpa sebab ikbal kesal kepada arya. Apalagi mengingat arya pernah meminta bantuan padanya untuk mendekati karin
Rasa kesal ikbal kini bertambah saat arya dengan tidak tau malunya duduk di sebelah karin yang menyebabkan dirinya harus duduk di sebelah ika. bukan hanya itu arya juga sesekali terlihat mencoba menyuapi karin dengan snacknya. Dan parahnya lagi karin dengan wajah santai tanpa dosanya menerima tanpa melihat ekpresi kesal di wajahnya.
lontaran nafas kasar ikbal lontarkan "hemmm" suara deheman ikbal terdengar begitu keras saat arya mencoba mengelap sudut bibir karin yang menyisakan makanan.
Ekpresinya benar benar kesal saat karin tidak mengerti maksudnya dan malah acuh padanya.
"hemm" ikbal kembali berdehem namun dengan volume suara yang lebih dari sebelumnya
"kenapa bal? " tanya ika "keselek yah" sambungnya sambil memberikan minuman pada ikbal
"kenapa sih" kali ini karin juga mencoba bertanya kepadanya namun tidak di jawab kerena dirinya masih kesal dengan karin
" makasih ka" kata ikbal sambil menerima minuman dari ika dan hanya di balas deheman oleh ika sambil kembali memakan makanannya
Karin nampak acuh dengan sikap ikbal dan kembali fokus pada makannya
__ADS_1
"ahh rin" kata arya sambil kembali menyuapi karin snack
"pelan pelan makannya ka, mulut loh blepotan" kata ikbal sambil mengelap sudut bibir ika dengan tissue.
Ekpresi karin seketika berubah melihat ikbal dan ika sementara ika hanya mengucapkan terima kasih kemudian melanjutkan makannya.
Ikbal menatap karin dengan senyum mengejek yang semakin membuat karin merasa kesal.
"aduhhhh sakit rin" teriak arya karena tiba tiba saja karin menggigit tangannya
"aduhhh maaf ya" kata karin dengan nada bersalah sementara ikbal dan ika hanya tertawa melihatnya
"sialan si ikbal. Sialan loh bal. Kampret" omel karin dengan kasarnya sambil berjalan tergesa gesa ke toilet
"ahhh kampret banget "sambungnya
Dengan kesal karin terus berjalan dengan cepat ke toilet untuk melepaskan segala perasaan kesalnya.
karin berjalan dengan sangat cepat sehingga dengan sangat kasarnya menambrak siapa pun yang menghalangi jalannya.
Tidak yang berani menugurnya, karena menyadari ekperi kesal bercampur emosi dalam diri karin. Mereka semua memilih cara aman agar tidak menjadi sasaran amukan karin
"sialan... Kampret.. Anjirrr..." omelnya sambil menendang salah satu pintu toilet
"berani loh buat gue kesal bal" sambungnya
Benar benar merasa kesal dan marah karin terus saja mengumpat di dalam toilet tersebut. Membuat siapa saja yang masuk tiba tiba saja keluar mendengar umpatan kasarnya.
__ADS_1
10 menit sepertinya waktu yang cukup meredakan sedikit emosinya. Setelah mengatur deru nafasnya karin kini berjalan keluar toilet tersebut walaupun masih ada rasa kesal di hatinya
"udah selesai ngomelnya?" suara anak laki laki itu seketika membuat rasa kesal karin kembali kepermukaan.
Namun sebisa mungkin dia tutupi " siapa juga yang ngomel" serunya sambil berjalan meninggalkan ikbal
"engga usah bohong, gue tau kok loh cemburu" timpa ikbal sambil senyum mengejek
"ihhh siapa yang cemburu coba " karin masih berusaha mengelak
"yahhh.... Gue kira loh cemburu lihat gue sama ika tadi" seru ikbal dengan suara lesu dibuatnya
"padahal gue tadi cemburu lihat loh sama arya" sambungnya
Tidak ada jawaban dari karin. Sesaat kemudian suara tawanya mengelegar "hahahha jadi loh bakas gue tadi" tanyanya.
"menurut loh?"gerutu ikbal
"ucucucu maaf yah gue engga tau kalau loh cemburu" kata karin sambil mencubit pipi ikbal yang memperlihatkan wajah kesalnya
"tapi gue ngga suka lihat loh gebmnit sama cwek" lanjutnya dengan nada serius
Ikbal menghela nafas kasar. "Selalu begitu moodnya cepat banget berubah" omel ikbal dalam hatinya "untung sayang" sambungnya
"iy engga lagi, entar pulang bareng yah" kata ikbal dan langsung di balas anggukan oleh karin
jangan lupa like dan comenya
__ADS_1
untuk mendukung penulis😊😊