
Pikiran karin masih terus tertuju pada ikbal seorang. Setelah mengetahui keadaan sang adit sudah baik dan hanya butuh beberapa hari lagi untuk pulih,kini karin memikirkan sang kekasih.
Bagaimana tidak? Ikbal kemarin malam terlihat sangat berantakan. Ditambah lagi karin memutuskan hubungan mereka dan itu terlihat sangat menyakitkan ikbal. Walaupun harus karin akui dirinya juga sangat terluka akan hal ini.
"*a*pakah ikbal akan memaafkannya?bagaimana jika ikbal tidak memaafkanya?" lirihnya dalam hati
"ahh sial" umpat karinpada dirinya sendiri.
Inilah kelemahan karin setelah apa yang dilakukannya barulah dirinya menyesal tidak mendengar ucapan orang terdekatnya.
Apalagi ikbal tidak ada hubungannya dengan ini semua. Ini semua murni kecelakaan , namun karin sungguh tidak mampu lagi berbuat apa apa selain menyesali kebodohannya
Drttt drtt
Hp karin berbunyi. Dengan malas karin mengambil hpnya dan menatap layarnya
Alis karin berkerut saat melihat nomor yang menelponnya
"no baru?" lirihnya
Sebenarnya karin malas untuk menganggat telpon tersebut. Namun jika itu telpon penting bagaimana? Dengan malas ksrin mengangkat telpon tersebut
"halo" sapanya
"rin ini gie raka" suara dari sebelah
Karin menarik sebuah senyum dibibirnya
"apakah ini cara tuhan buatnya untuk bertemu ikbal? Jika benar maka tuhan sangat baik padanya"
"karin loh dengar gue kan" suara raka kembali terdengar saat tidak ada jawaban dari karin
"iy bang , kenapa" tanya karin
"ikbal kecelakaan rin" kata raka
Kecelakaan? Hati karin benar benar sakit.
Kenapa? Disaat sang adit sudah baik, kenapa ikbal juga harus kecelakaan? Kenapa?
"rin" suara raka kembali terdengar
__ADS_1
"iy bang, terus gimana keadaan ikbal?" tanya dengan suara bergetar.
"sekarang loh dimana? Langsung ke rs yang sama dengan adit aja ikbal juga dirawat disitu lantai 2 kamar x " terang raka
" ok banh gue kesana" kata karin dan langsung mematikan hpnya dan menuju ke kamar ikbal sesuai dengan apa yang dikatakan raka tadi
bagaimana jika ikbal kenapa napa? Karin pasti tidak akan memaafkan dirinya sendiri .
Karin mengutuk dirinya sendiri kerena masalah semalam
Karin sampai di depan kamar yang raka katakan dan terlihat sepasang suami istri didepan kamar tersebut.
Sepasang suami istri tersebut tersenyum melihat karin
"kamu karin yah "tanya sang istri dan langsung di balas anggukan oleh karin
"yahh udah kamu masuk aja, ikbal ada di dalam kok" sambung wanita tersebut
"makasih tan" kata karin kemudian masuk ke kamar ikbal
Cekrekk
"bang" sapa karin begitu sampai di belakang raka
Raka membalikkan tubuhnya kemudian menatap karin dengan tatapan sendu
"loh udah datang"tanya raka dan langsung di balas anggukan oleh karin
"gimana ini terjadi bang" tanya karin dengan suara lirih akibat air matanya masih terus mengalir tanpa permisi dari pelupuk matanya
"kemarin pas balik dari rumah loh rin" perkataan raka terhenti untuk beberapa saat
"dia bawa motor dengan kecepatan penuh, mungkin sakit hati sama loh, karena loh putisin dia" lirih raka.
Dan itu sukses membuat karin semakin merasa bersalah air matanya terus mengalir deras dari Matanya.
"dokter bilang__" perkataan raka terhenti. Tarikan nafas berat dia lontarkan membuat karin semakin penasaran
"kenapa bang?" tanya karin
"dokter bilang kondisi ikbal buruk rin, dan nyurimuh gue buat ikhlas kapan pun" lirih raka dengan pelan
__ADS_1
Karin soktak saja membeku mendengar ucapan raka, jantungnya kembali terdetak tak karuan. Bisa serangan jantung nih karin kalau jantungnnya selalu kaya gini hehhe
"jangan bohong bang " lirih karin
"ikbal cuma tidur kan bang" sambungnya
Raka menatap karin dalam kemudian menggelengkan kepalanya "dia belum sadar dari kemarin rin" lirih raka
"jangan bercanda bang, engg lucu"sentak karin dengan suara serak akibat menagis.
"loh butuh waktu berdua rin, gue keluar dulu" lirih raka kemudian meninggalkan karin
"ungkapin apa aja sama dia rin, jangan sampai loh nyesel "kata raka sebelum sepenuhnya keluar dari kamar tersebut dan menyisakan ikbal dan karin berdua dalam kamar tersebut
Hening. Itulah gambaran dalam kamar tersebut untuk beberapa saat. Hanya ada suara segukan dari karin."bal" lirihnya masih dengan tangisan
"bal, maafin gue"sambungnya
Karin kembali segukan dalam tangisnya
"bangun dong bal, gue minta maaf. Gue__gue engga mau loh kaya gini. Gue minta maaf"lirihnya
"loh jangan kaya gini dong engga lucu. Gue engga mau loh tinggal kaya gini. Maaf" lirihnya.
"gue janji engga akan marah sama loh lagi, gue janji jadi cwek kalem buat loh, gue__gue janji engga apa aja sama loh asal loh bangun" lirih karin masih dengan segukan lirihnya.
Entahlah segukan karin semakin terdengar jelas seolah olah dirinya benar benar dalam keadaan sangat terluka
"bal maaf, bangun dong"lirhnya kembali
Hikss hikss "bal__" suara karin kali ini benar benar sudah tidak mampu lagi keluar saking sesaknya suara tangisnya
Hikss hikss "bal gue engga mau putus sama loh, jangan gini dong loh kan janji engga mau tinggalin gue, loh mau apa lihat gue sedih. Atau loh mau balas gue? "seru karin
"hikss hikss jangan balas kaya gini dong bal hiksss hiksss engga lucu" lirih karin sambil menerka air matanya yang terus mengalir deras "bal bangun" lirihnya smabil mengguncangkan lengan ikbal
**jangan lupa like dan comennya
untuk mendukung penulis
maafkan typo bertebaran😊😊**
__ADS_1