Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 13


__ADS_3

Begitu sampai di kantin, karin memilih langsung duduk pada bangku sementara ika langsung ke kedai makanan untuk memesan makanan untuknya dan karin. Ika menyadari perubahan sikap karin yang murung sejak pagi ini.


Oleh karena itu, dirinyalah yang langsung memesan makanan tanpa berdebat dengan karin. Karin masih saja sibuk dengan lamunannya. Entah hal apa yang dia pikirkan, hanya karinlah yang tau.


"gabung yahh" suara laki laki itu sukses membuyarkan lamunan karin. Kini dia menatap anak laki laki yang duduk di depannya.


"duduk aja bal" kata karin sambil tersenyum


" makasih rin"kata ikbal sambil membalas senyuman karin.


"wahh ada ikbal juga " kata ika yang kini menarik kursi untuk duduk di samping karin


"makasih"jawab arya sambil duduk di kursi yanh di tarik ika sambil membawa bakul makanan


"ehhh lohh apaan sih " gerutu ika


" ini kursi gue , pindah lohh" sambungnya sambil menarik lengan arya


"ihh gue udah bantuin loh bawa makanan ini "kata arya sambil menunjuk bakul makanan yang di bawanya


"sekarang gue yang duduk di samping karin titik" sambungnya sambil memberikan makanan pada karin


"apa hubungannya njirr" kata ika sambil memukul kepala arya dan berlalu duduk di samping ikbal


"sakit bangke" balas arya sambil memegang kepalanya


Sementara karin dan ikbal hanya diam dan tersenyum meilihat perdebatan keduanya. Karin lebih memilih memakan makanan yang di berikan kepadanya daripada ikut dalam perdebatan ika dan arya. Begitu juga dengan ikbal yang memilih memimum minumnya daripada terlibat dengan keduanya.


"malming nonton bareng yukk, ada film baru seru di bioskop" kata arya dengan mulut penuh makanan


"makan dulu baru ngomon" kata karin sambil menyenggol lengan arya.


"lohh muncet kemana mana tau" sambungnya sambil memberikan tissue kepada arya


"ihhh perhatian banget pacar abang" kata arya dengan nada menggoda sambil mengambil tissue yang diberikan karin


Sementara ika hanya menunjukkan espresi mual mendengarkan perkataan arya.

__ADS_1


" ok entar kita ketemuan di bioskop aja" kata ikbal yang langsung menjadi titik fokus


" eloh mau ikut bal" kata ika seakan meragukan kalimat ikbal


"iyalah ikut kan lagian juga besok hari minggu"balasnya


"ok dehh "balas arya sambil menegok kearah karin


"entar abang jemput yah"sambungnya yang hanya di balas senyum dengan karin


"woii eloh jemput gue "kata ika sambil kembali memukul kepala arya "kita itu searah, mending jemput gue aja" kata ika sambil memperlihatkan senyum manisnya


"ogahh"balas arya sambil mencibirkan bibirnya


"udah engga usah ribut, jemput ika aja ya, gue bisa naik kendaraan umum kok , lagian jaraknya juga engga jauh" kata karin yang langsung di setujui oleh ika, sementara arya hanya mengerutu kesal dengan karin.



Arloji putih itu menunjukkan pukul 7.05 menit. Sementara gadis pemilik arloji bersebut tengah berdiri di depan sebuah bioskop sambil memakai handset di telinganya.


Seakan ikut dalam alunan musik yang di dengarnya sesekali suara nyanyian gadis tersebut terdengar.


sementara anak laki laki tersebut hanya membalasnya dengan senyuman manis ciri khasnya.


Deg


Deg


Deg


Suara jantung gadis tersebut. Yap dialah karin. Perasaan aneh yang ketiga kali dirasakannya dengam orang yang sama.


Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya melihat senyum laki laki tersebut.


"udah lama rin? Arya sama ika mana? " tanya ikbal pada karin begitu sampai di hadapan karin yang membisu


"karin ........"panggilnya lagi begitu tidak mendapatkan respon dari gadis di hadapannya

__ADS_1


" belum datang " jawab karin singkat sambil berjalan meninggalkan ikbal


"mau kemana"tanya ikbal sambil mengikuti karin


"duduk " jawab karin singkat sambil menunjuk sebuah bangku kosong yang letaknya cukup jauh dari posisi awal mereka


Sementara ikbal hanya mengikuti langkah gadis dihadapannya tanpa berniat membalas perkataan karin


15 menit mereka duduk di bangku tersebut. Tidak ada percakapan berarti bagi keduanya. Seolah kehabisan bahan untuk di perbincangkan. Karin melirik arloji miliknya sambil berseru kesal


"dua bocah ini mana sih kok lama banget, filmnya juga udah mulai itu" katanya sambil menunjuk kearah pintu bioskop


" mungkin ada masalah rin" kata ikbal sambil menatap layar hpnya


"ahhh udah dehh masuk duluan yuk" kata karin sambil menarik tangan ikbal. Sementara ikbal hanya tersenyum sambil mengikuti langkah gadis manis dihadapannya.


"bayarin yah bal "sambung karin sambil senyum manis begitu sampai di depan penjula tiket dan hanya di balas anggukan oleh ikbal.


Karin pun langsung masuk kedalam bioskop dan duduk sesuai dengan kursinya sementara ikbal memilih untuk membeli makanan dan minuman untuk mereka berdua.


"Rin ini minuman loh"kata ikbal sambil menyerahkan minuman kepada karin sambil dudkmuk di kursinya.


Sementara karin hanya menerima minuman tersebut tanpa berniat menatap ikbal dan fokus pada film yang di nontonnya.


Suasana bioskop begitu mengharukan apalagi saat film yang mereka nonton menunukkan scene sedih yang membuat penontonnya ikut meneteskan air mata karena ikut terbawa suasana.


"jangan nangis yah bal" kata karin sambil menyerka air mata yang mulai menetes dari pelupuk matanya


"jangan jadi anak alay lohh , nangis cuma gara gara film" sambungnya


sementara ikbal hanya menahan tawanya "ehh kok gue sih, loh itu yang udah nangis gara gara film" kata ikbal sambil menerka sisa air mata karon yang masih tersisa .


"ehhh engga kok" bantah karin


"ini cuma kelilipan" sambungnya sambil memalingkan wajah enggan untuk menatap ikbal . Ikbal hanya tertawa melihat tingkah imut karin .


jangan lupa like dan comennya😊

__ADS_1


maafkan typo bertebaran


__ADS_2