
Hari ini seperti kata abangnya beberapa hari yang lalu yang meminta ikbal untuk menemaninya ke RS.
Sekitar 30 menit berada di Rs kini ikbal dan raka telah keluar dari Rs menuju ke halaman Rs untuk mengambil kendaraannya.
"ikbal..." suara gadis itu sukses membuat ikbal dan raka berbalik untuk melihat siapa pemilik suara itu
"karin... Ngapain disini?" tanya ikbal yang langsung melihat karin dari atas sampai bawah
"loh engga pulang kerumah semalam?" sambungnya saat mengenali pakaian yang dipake karin adalah pakaian yang kemarin malam karin gunakan saat menangis di taman.
Sementara karin hanya cengengesan melihat ikbal
" siapa bal" tanya karin melihat raka yang berdiri mematung melihat karin.
"a...." perkataan ikbal terpotong saat raka tiba tiba saja maju menjabat tangan karin sambil memperkenalkan dirinya sendiri
"raka abangnya ikbal" kata raka sambil memperlihatkan senyum paling manisnya
"karin bang" kata karin sopan sambil menjabat tangan raka
"abang beberan abangnya ikbal?" tanya karin sedikit ragu dengan ucapan raka
" iy saya abangnya, kita cuma beda 2 tahun aja kok" jawab raka
" ehhh engga nyangka ikbal punya abang secakep abang " kata karin sambil tersipu malu sementara raka yang tertawa melihat karin
"cerita aja terus... Gue denger tau" suara ikbal terasa begitu menusuk
"jangan marah dong dek, kan karin bener" jawab raka sambil senyum menggoda kepada karin dan karin hanya tersipu malu
Melihat hal tersebut membuat ikbal semakin terbakar, rasanya dia benar benar marah melihat karin begitu cepat akrab dengan abangnya
"udahh balik sana bang" kata ikbal sambil mendorong bahu raka " gue balik sama karin" sambungnya
Yah tadi ikbal dan raka memang menggunakan kendaraan yang berbeda, dengan alasan setelah pulang dari Rs raka ingin langsung ke sekolahnya karena ada urusan.
"biar abang aja yang anterin karin" kata raka sambil menarik tangan karin. Hal tersebut sukses membuat ikbal semakin memanas.
Dengan wajah memerah ikbal melepaskan tangan raka dari tangan karin dan langsung berseru tegas kepada raka
__ADS_1
"abang balik aja, kari sama aku aja"
Raka mengamati wajah ikbal , sepintas ada senyuman di wajahnya. " yahh udah deh kalau gitu gue duluan yah rin" kata raka sambil mendekat kepada karin kemudian
Cup
Raka mencium pipi karin. Hal itu membuat karin sontak membeku dan wajahnya merona. Sementara ikbal langsung melebarkan pupir matanya melihat abangnya mencium pipi karin
"buruan bang.... Nanti abang terlambat" kata ikbal sambil mendorong raka dengam keras membuat raka hanya tersenyum masam dengan perlakuan ikbal
Tidak ada percakapan antara ikbal dan karin selama perjalanan. Keduanya memilih diam dan sibuk dengan pikiran masing masing
"sial loh bang.. Sialan" gerutu ikbal dalam hatinya
Motor yang dikendarai ikbal kini telah berhenti dihalaman dalam rumah karin.
Karin turun dari motor tersebut " makasih yah"
"hemm" jawab ikbal seadanya dengan wajah kesal
Sementara ikbal tidak menjawab pertanyaan karin dan semakin kesal saat melihat pipi karin yang telah di cium oleh abangnya
"eloh sendiri yang mau nganter gue, kok loh kesel sih" kata karin sambil cemberut karena perkataannya tidak di balas oleh ikbal
Dan masih tidak ada jawaban dari ikbal
" udah balik loh" kata karin sambil berjalan menuju rumahnya
karin berjalan dengan peraan kesal. Begitu sampai di depan pintu dia mencari kunci rumahnya, dengan terus mengumpat dengan sikap ikbal "engga ada yang minta di antar kok, dia sendiri yang mau antar gue..tapi dianya kaya engga ikhlas gitu. Dasar kamp......"
Perkataan karin terhenti saat tangan ikbal menarik lenganya dan memutar tubuhnya sehingga posisi keduanya saling berhadapan.
"ngapain sih" tanya karin dengan nada jutek
Sementara ikbal hanya diam menatap karin dengam wajah memerah
"kenapa sih..." pertakaan karin terpotong saat ikbal mengusap pipinya
__ADS_1
"abang gue tadi cium loh disini kan" kata ikbal
Dan hal tersebut membuat karin membeku seketika . Sesaat kemudian dirinya kembali bersuara "apaan sih bak ming....."kedua kalinya perkataan karin terpotong saat ikbal
tiba tiba saja
Cup
Ikbal mencium pipi karin Tepat dimana raka tadi menciumnya
."gue engga suka ada orang yang cium loh" kata ikbal
"engga boleh ada cwok yang cium loh"sambungnya
Cup
Kali ini ikbal kembali mencium pipi karin yang sebelahnya
" engga abang gue atau siapapun itu, cuma gue yang boleh"
Perkataan ikbal seakan penuh penekanan di setiap katanya.
"siapa loh" bentak karin sambil mendorong tubuh ikbal " minggir loh" sambungnya
" enak aja main cium ci....." ketiga kalinya perkataan karin terpotong saat ikbal kembali mencium pipinya. Membuat karin kembali membeku
"gue suka sama loh rin, gue engga mau loh dekat sama cwok lain karena itu buat gue sakit" kata ikbal seaat kemudian kembali mencium pipi karin.
Sementara karin masih diam membeku .
Cup
Kali ini ikbal mencium karin tepat di bibirnya raum gadis manis tersebut, membuat tubuh karin semakin membeku
"gue mau loh jadi pacar gue" kata ikbal sambil kembali mencium bibir karin singkat lalu berjalan meninggalkan karin yang masih membeku di tempatnya.
jangan lupa like dan comennya😊
__ADS_1