Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 15


__ADS_3

Setelah upacara bendera dilaksanakan, siswa siswi kini kembali ke kelas masing masing untuk mengikuti pelajaran pertama.


"wahh kemarin arya gomel terus pas nganrin gue" curhat ika sambil menatap karin di sebelahnya


"elohh sih, ganggu arya terus" balas karin sambil meletakkan kepalanya di atas meja


Yah.... Jam pertama ini semua kelas tidak ada yang belajar. Tentu saja itu bukan tanpa sebab, tiba tiba saja ada informasi bahwa guru sedang rapat.


Dan tentu saja itu merupakan suatu kebahagian bagi semau siswa.


" ehhh....aryanya aja tuh yang baperan" kata ika seolah tidak terima dengan ucapan karin


"tapi rin, kalau gue lihat arya itu suka deh sama loh" kata ika dengan serius menatap


karin yang masih setia pada posisi semula.


"ahhh arya mah playboy, cwek cantik dikit diembat sama dia" kata karin sambil tertawa tanpa dosa


"wahh jangan jangan ibu kantin di embat juga sama dia" balas ika yang juga tertawa


"ehh loh emangnga engga suka sama arya" tanya karin pada ika " kan loh kaya engga mau pisah sama dia??" sambung karin menatap ika


"ehh gila loh yah, enggalah gue itu cuma care aja sama arya. Lagian aryakan teman kita masa teman di embat juga" sambungnya sambil tertawa yang juga diikuti oleh karin


"kan loh emang kaya gitu " kata karin yang sukses membuat ika mencubit lenganya


"ahh udah dehh yuk kelas arya" ajak karin


"lapar nih gue" sambungnya


"ehh laper ke kantin gila, mana ada makanan di kelas arya" seru ika namun tetap berjalan mengikuti karin


"kalau ada yang gratis kenapa harus bayar " kata karin sambil tersenyum penuh makna yang langsung di mengerti oleh ika



Begitu sampai di kelas arya, karin dan ika


menatap ke seluruh penjuru ruangan kelas namun tidak mendapatkan sosok yang dicarinya.

__ADS_1


"wahh engga ada tuh bocah" kata ika sambil melirik ke dalam kelas arya


Sementara karin, malah menghampiri segerombolan anak laki laki yang duduk berkumpul di depan kelas arya.


"udah ikut gue aja" kata karin sambil menarik lengan ika


"ehh katanya mau cari arya?" jawab ika


"kata temannya dia tadi jalan kearah gudang sama anak kelas lain, susul kesana aja" jawab karin sambil melepaskan tangan ika yang kini ikut berjalan di sampingnya tanpa protes


"siaplah demi gratisan gue jabanin" kata ika dengan semangat yang menggebu gebu


"hhh sehati kita" sambung karin sambil merangkul bahu sahabatnya itu



Sementara di dekat gudang, arya kini telah berdiri bersama dengan seorang anak perempuan dihadapannya.


" gimana ya, mau kan?" kata anak perempuan yang bernama cindy tersebut sambil tersenyum kearah arya


"ok baby entar gue jemput loh" kata arya yang kini mendorong tubuh cindy hingga merapat kearah dinding. Sementara cindy hanya tersenyum dan mengikuti apa yang dilakukan arya


Arya mencium bibir cindy dan juga dibalas oleh cindy dengan senang hati.


"wahh sekolah nih " suara itu menghentikan ciuman arya dan cindy. Dengan wajah memerah arya melihat karin dan ika telah berdiri tidak jauh dari posisi arya dan cindy.


"udah selesai belum, laper nih gue" kata ika sambil memegang perutnya.


Sementara karin memilih untuk melihat kearah lain, seolah engga melihat arya dan cindy.


"buruan ya, laper gue sama karin nih" lanjut ika sambil berjalan meninggalkan arya dan cindy masih pada posisi saling berhadapan setelah ciuman


Sedangkan karin ikut berjalan disamping ika


"ehh tungguin gue" teriak arya sambil berlari mengejar kedua sahabatnya


"arya ingat entar malam yah" teriak cindy dan hanya di acuji jempol oleh arya yang mengartikan OK


__ADS_1


"wah gila loh ya" kata ika sambil memakan makanan yang sebelumnya telah dibeli arya


"masa sekolah loh jadiin tempat mesum" sambungnya


"khilaf gue" kata arya sambil memimum minumannya


Sementara karin hanya diam mendengarkan keduanya.


"loh cemburu rin" kata arya sambil memasukkan snack kedalam mukutnya "kok diam aja" sambungnya


"sialan loh" kata karin sambil memukul kepala arya " cemburu apa coba" sambungnya sambil memasukkan snack kedalam mulutnya. Yang sukses membuat arya mengaduh kesakitan


Sementara ika tetap fokus dengan makanan didepannya


"maklum aja lah ya" kata ika


" karin masih polos kalau soal gituan " sambung ika tanpa dosa


"ehh... Maksud loh karin belum pernah..." kata arya sambil memberi isyarat ciuman dengan tangan. Dan hanya di bals anggukan dengan ika


"wahh serius loh rin" kata arya nampak tak percaya, sesaat kemudian tertawa terbahak bahak tanpa dosa


"wahh gila loh yah" kata karin sambil kembali memukul kepala arya


Namun kali ini arya masih sibuk dengan tawanya


"wahh engga ngangka gue sama loh"kata arya yang kini mulai menghentikan tawanya


"loh cantik ko tp..." belum sempat menyelesaikan pertakaannya, ika memotong perkataan arya


"iyalah karin itu anak baik engga kaya loh semua cwek di embat" kata ika sambil menatap karin seolah memberi isyarat bahwa dia membelanya


"ehhh kaya loh engga aja" jawab karin yang sukses membuat ika menatap tajam kepadanya sedangkan karin hanya tersenyum melihat ekpresi ika


" tapi gue engga separah arya tau" bela ika " gue cuma sampai tatap kiss dong engga pernah lebih" sambungnya sambil meminum munumannya.


Sesaat kemuadian melanjutkan kalimatnya " beda sama arya" lanjutnya sambil menatap sinis kearah arya


" emangnya kenapa" wajab arya acuh " gue itu cuma lakuin itu sama cwek yang mau kok, lagian cweknya yang minta bukan gue, yang gue mah engga mau buang buang kesempatan. Mubazir kalau kata orang dulu" jawab arya tanpa dosa

__ADS_1


"wahh gila loh njirr" sahut karin dan ika secara bersamaan sambil melihat sinis kearah arya. Sedangkan arya hanya tersenyum


__ADS_2