Sebuah Rasa

Sebuah Rasa
eps 5


__ADS_3

Karin masih setia menatap dua orang disamoing dan depannya “engga papa kok ini bukan salah lohh ka” sahutnya sambil kembali menyendok es kelapa kedalam mulutnya “ lagian gue juga ….”belum sempat melanjutkan kalimatnya tiba-tiba saja ika berdiri langsung berkata


“ maaf yahh bal rin gue pamit duluan engga enak jadi gangguin lohh berdua disini “sambil mengambil tas miliknya yang diletakkan di sampingnya


“ yahh udah dehh pulang sana lohhh , ganggu tau orang lagi pacaran “ balas Karin dengan nada cuek melihat tingkah laku temannya itu. “ iya kan bal dia itu ganggu kita lagi romantic- romantisan disini” sambungnya sambil kembali menatap ikbal yang masih termenung tak dapat mencerna apa yang dikatakan Karin dengan muka cengonya.


“ Hahahahha woiii espresi loh berduaaaa , hhhh kayanya orang bloon tau hhhh yang satu muka cengo yang satu muka bloon hhh” kata Karin sambil memukul meja dan memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa


“ apaan sih lohh rin, maksud lohh apaan coba ngomon gitu “ ika yang memandang Karin masih tidak habis pikir dengan pikiran sahabatnya.


“ woiii ball “ menyenggol lengan ikbal yang juga ikut menatap Karin dengan ekspresi tak mengerti “ jelasan itu sama ika hubungan kita “ katanya sambil terus tertawa melihat kedua temannya tersebut


“ jelasin apaan sih “ Tanya ikbal yang masih tidak dapat mencerna perkataan Karin

__ADS_1


“ uhhhh dasar bego loh yahhh “ kata Karin yang kiri berhenti tertawa dan kini mulai merasa kesal dengan ikbal yang masih memasang wajah cengonya


“ udah dehh lohh diam aja , engga habis piker gue sama lohh , otak loh di simpang di dengkul yahh bloon banget sihh “ omelnya


“ gini ika gue sama bocah bloon ini itu Cuma teman SMP dan kita engga pacaran kok gue Cuma sedikit berdusta sama loh tadi “ katanya dengan santai sambil menatap layar ponselnya yang bergetar


“jadi maksud lohh bohongin gue ??” kata ika dengan nada naik suara naik satu oktaf


“ hhhh iy tadi Karin Cuma bercanda kok ka kami Cuma teman SMP engga lebih “ kata ikbal yang kita mulai paham dengan Karin “ elohh inget tadi ngga pas gue berhenti disana (sambil menunjuk kearah dekat penjual es tempat dia berdiri semua “ tadi Karin udah jelasin se…..” belum sempat menyelesaikan semua kalimat ikbal , kini Karin telah berdiri dan menarik tasnya sambil berkata “ udahhhe ngga usah dijelasin ball sama nihh bocah punya otak kok, dia bisalah dia pake biat mikir “ katanya sambil menatap ika yang kini sukses mendapat tatapan sinis dari sang teman


“ besok deh gue jelasin kalau otak loh masih belum paham .soalnya papa gue udah nunggu di depan sekolah nihh balik duluan yahh “ katanya sambil mulai beranjak meninggalkan ika dan ikbal


Yahh memang sebelum Karin dan ika ke penjual es , Karin sempat mengirimkan pesan kepada papanya bahwa dia dan temannya anak makan es sebentar dan meminta papanya untuk menjemputnya agak lambat.

__ADS_1


“rinn bareng yukk, gue juga udah mau pulang nihh” kata ikbal yang kini juga berdiri dan berjalan ea rah Karin “ duluan yah ka “ katanya sambil terus berjalan


“ yahh udahh buruan “ kata Karin yang terus berjalan keluar tempat penjual es “ ehh mas semuanya di bayar masa teman saya yang masih duduk disana “ katanya sambil berjalan terbalik menghadap ika yang malah memberikan symbol fuck ( menaikkan jari tengahnya ) kepada Karin “ yukk ball “ sambungnya sambil menarik lengan ikbal yang sebelumnya hendak membayar es yang diminunnya tadi


IKA POV


Bahagia itu sederhana . yah itulah yang gue rasakan saat ini makan es kepala di suasana panas kaya siang hari ini. Uhhh beneran sedap banget dehh:>>.


suara anak laki-laki itu memanggil nama Karin yang duduk di hadapan gue. Yahhh Karin teman yang mulai akrab dengan gue saat masuk SMA .anak yang plin-plan tapi gue suka dengan sikapnya itu. Gue sontak membalikkan badan dan melihat seorang anak laki- laki yang menggunakan seragam sama dengan gue dan Karin yang berarti kami satu sekolah . dari pelampilannya gue udah bisa baca kalau dia itu juga siswa baru sama kaya gue dan Karin. Wahhh udah kaya dukun aja yahh pake baca segala :>>> hhhh. Penampilan anak laki- laki itu lumayan menurut gue, dia memiliki tinggi sekitar 170an dengan kulit hitam manis dan senyum manis. Sontak saja ku minta pada Karin untuk memperkenalkan dia ke gue. Hhh lumayan lahh siapa tau jodoh:>>> hhh.


Karin pun langsung memenuhi permintaan gue dan berdiri menuju anak tersebut. Gue tanpa banyak pikir langsung saja percaya padanya. Namun gue sempat heran saat dia berhenti dan berbisik pada anak laki-laki tersebut, ahh mungkin Karin hanya membujuk temannya, yahh itulah yang gue pikirkan tanpa Menaruh perasaan curiga pada Karin . begitu keduanya telah duduk Karin memperkenalkan anak laki-kali tersebut. Namanya ikbal yahhh nama yang bagus bukan hhh :>> apa-apaan sih guee:>. Tapi tiba – tiba saja gue merasa sedikit kecewa saat Karin bilang ikbal adalah pacarnya. Sebenarnya gue engga beneran suka kok sama ikbal Cuma sedikit kecewa aja pas udah susun rencana pdkt , ehh malah gagal hahaha. Merasa sedikit kurang nyaman dengan hal tersebut gue pun berniat pulang dari pada jadi obat nyamuk disini :<< . tapi suasana berubah saat si kampret Karin tertawa dan berkata kalau dia hanya sedikit berkata kurang jujur pada gue , yang artinya dia bohong kalau dia pacaran dengan ikbal. Yang jelas rasanya gue pengen banget ngejitak kepala tuhh bocah kampret, tapi jue harus jaga imag di depan cowok hehhe.


Dan udah gue tanamin dalam otak dan hati gue kalau kata -kata karin engga boleh langsung di terima begitu aja. uhh dasar teman kamprett

__ADS_1


__ADS_2