
Begitu sampai di kamarnya, ikbal membuang tasnya kesembarangan tempat lalu menghempaskan tubuhnya secara kasar di kasurnya.
Rasa kesal, frutasi, jengkel, marah bercampur jadi satu dalam dirinya.
" ahhhhh.... Sialan..." teriaknya sambil mengacak rambutnya
Perasaan ikbal saat ini benar benar campur aduk. Pikiran dan hatinya sudah tidak baik lagi setelah kepergian karin dari kantin yang menyisahkan dirinya dan arya.
" sialan....." teriaknya lagi dengan suara serak.
Ada rasa aneh dalam dirinya. Rasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Apalagi saat mengingat perkartaan temannya si arya.
Perkataan itu masih terus berputar di ingatannya seolah enggan memudar walaupun sesaat saat kalimat tersebut telah dikeluarkan oleh arya dari mulutnya
flasback
"hubungan loh sama karin apaan?" Tanya arya saat tubuh karin telah hilang dari pandangan keduanya
'emangnya kenapa" kata ikbal
"engga, cuma gue lihat loh sama karin deket banget" sambung arya sambil meminum minumnya
"Kalau loh engga ada hubungan sama karin , loh siap siap aja ikhlasin dia" sambung arya yang sukses membuat ikbal menatap tajam ke arah arya
" soalnya banyak cwok yang antri buat karin, loh tau sendirikan karin cantik. Gue aja mau kok sama karin" sambungnya
Kalimat arya seakan terus berputar putar di pikiran ikbal, walaupun arya sudah mengatakan itu sekitar 5 jam yang lalu. Sambil berbaring di kasur miliknya, ikbal kembali mengingat masa masa dimana dirinya dan karin yang sudah lebih dekat dari sebelumnya.
" KARIN..." ikbal menyebut nama karin sambil memejamkan matanya
Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya saat menyebut nama gadis manis tersebut.
Sebuah senyuman terukir di bibir manis ikbal saat kembali menyebut nama gadis tersebut
" KARIN..."
" ehhh gila loh yah" suara laki laki tersebut membuyarkan pikiran ikbal tentang karin
" ehhh bang.." kata ikbal sambil duduk dengan wajah memerah
" mikirin siapa sih" kata Raka yang tak lain adalah abang ikbal yang hanya terpaut usia 2 tahun darinya.
Sementara ikbal hanya senyum canggung tanpa berniat menjawab perkataan abangnya
" cwek?" tanya raka sedangkan ikbal langsung dibuat terkejut dengan tebakan raka yang 100% tepat.
" wahh... Penasaran gue sama cwek yang bisa buat adik gue senyum senyum sendiri. Secara gitu , banyak banget cwek yang deketin loh tapi engga pernah loh tanggepin kaya sih Ririn itu" kata raka sambil merebahkan tubunhya di samping ikbal.
" ahhh engga usah bahas sih ririn bang, malas gue denger nama cwek itu" kata ikbal sambil berjanjak dari duduknya menuju kamar mandi
" ehhh mau kemana loh" tanya raka saat ikbal menjauh darinya
__ADS_1
" mandi" jawab ikbal singkat sambil masuk kedalam kamar mandi
" lusa temanin gue ke RS yah bal, gue mau lihat anak itu" kata raka denga suara keras agar ikbal yang baru saja masuk kedalam kamar mandi dapat mendengar apa yang dia ucapkan
Sementara ikbal memilih tidak menjawab abangnya
Cuaca hari ini tampak tidak bersahabat seperti suasana hati para siswa kelas XI IPA B. Bagaimana tidak? Guru kimia mereka tiba tiba saja memberikan kabar buruk bagi siswa bahwa akan di adakan ulangan kimia.
Tentu saja ketika mendengar hal tersebut membuat mulut para siswa kelas XI IPA B berseru protes akan hal tersebut.
Namun bagaimana pun kelasnya usaha mereka untuk protes, hal tersebut tidak berpengaruh apa apa bagi keputusan sang guru.
Dan disinilah sekarang para siswa tersebut. Berada dalam ruangan kelas yang bernuansa putih tanpa suara sekecil apapun, sehingga membuat dentingan jam yang melekat pada dinding terdengar beginya nyaring.
Suara helaan nafas karin terdengar begitu berat membuat ika yang berada di sampingnya menatap sang sahabat yang nampak lesu.
" kenapa loh" tanya ika sambil menatap karin dengan rasa penasaran
" gue pusing, jengkel, kesel sama ulangan tadi" jawab karin dengan wajah semakin lesu "gue yakin nilai gue pasti jelek" sambungnya sambil mencibirkan bibirnya
" nilai kimia loh emang selalu jelek" jawab ika dengan nada menyindir
" wahhh ngajak berantem loh yahh" suara karin menggema di dalam ruangan kelas tersebut membuat beberapa temannya yang berada di kelas tersebut sontal melirik padanya
" nah emang kan nilai kimia loh engga pernah bagus" jawab ika sambil beranjak menjauh meninggalkan karin yang nampak emosi mendengar perkataan sahabatnya tersebut
" hhh emang loh bisa ngehajar gue? " tanya ika dengan nada merendahkan membuat emosi karin meningkat ke ubun ubunnya
"jangan lari loh njirr... Kalau ketangkep gue
habisin loh" bentak karin sambil berjari mengejar ika
Dan disinilah terjadi peristiwa kejar kejaran antara kedua sahabat tersebut. Kondisi sekolah yang ramai saat jam istirahat, membuat ika dengan sikap berlari meninggalkan karin sambil senyum mengejek
"awas loh. Tunggu ika jangan lari...." teriak karin melihat ika yang kini semakin jauh darinya.
Namun hal tersebut membuat ika semakin semangat berlari menjauhi karin.
Bruuukkkk
Suara itu membuat ika yang berada jauh di depan karin menghentikan langkahnya. Dia membalikkan badan dan terkejut saat melihat karin tersungkur duduk di lantai dengan baju basah karena terkena siraman jus jeruk sambil memegang jidaknya.
Sementara Di hadapan karin juga duduk seorang anak laki laki yang duduk dilantai.
" karinn.. Engga apa kan? " tanya ika yang kini berlari mendekati sahabatnya yang masih duduk di laintai
"lohh engga apa apa ?" suara anak laki laki yang menambrak karin dengan nada khawatir
"pake mata dong jalannya " bentak ika pada anak laki laki tersebut sambil membantu karin berdiri "lihat kan teman gue jadoh basah" lanjutnya sambil menatap kondisi karin yang bagas akibat siraman jus jeruk
__ADS_1
" maaf gue eng...." perkataan anak laki laki tersebut terhenti
" udah engga usah marah, ini salah loh tau" kata karin sambil memegangi jidatnya yang masih sakit saat menabrak anak laki laki tersebut
" udah engga apa apa, maaf yah" sambung karin sambil menatap anak laki laki didepannya kemudian berjalan menuju toilet perempuan.
Sementara ika merasa bersalah mengingat benar karena dialah karin sampai mengalami kondisi seperti ini. Seandainya dia tidak.meqnggoda karin tadi mungkin keduanya masih duduk santai di dalam kelas.
Namun nampaknya rasa bersalah tersebut tidak berlangsung lama saat karin kembali membuka suara
"nah gue hajar loh yah" kata karin sambil melingkarkan lengannya di leher ika sementara tangannya yang satu menjitak kepada ika
" sakit rin... Sakit... Ampun dehh' kata ika dengan nada memelas khasnya
" engga ada kata ampun buat loh" balas karin sambil memperkuat jitakan pada kepala ika
Hal tersebut membuat ika mengaduh kesakit, sementara karin tertawa terbahak bahak.
"ngapain loh berdua disini?" tanya arya yang entah dari mana langsung berada di depan keduanya
" aryaaaaa.... " kata ika sambil memeluk manja lengan arya sesaat setelah karin melepaskannya
"mau ke toilet gue" kata karin sambil menunjuk bajunya yang basah.
"gara gara ika nih" sambungnya sambil menatap ika yang masih setia memeluk manja lengan arya
"ehh kok gue sihh.." bela ika dengan bibir cemberutnya
" emang salah loh"teriak karin dengan suara keras
" buka salah gue" balas ika dengan suara yang tak kalau kerasnya
"salah loh" bentak karin sambil maju satu langkah didepan ika dan arya
"bukan salah gue" kini giliran ika yang maju satu langkah mendekat ke karin dengan suara mengelegar
Arya hanya menghela nafas panjang mendengar perdebatan kedua sahabatnya tersebut. Arya memilih meninggalkan perdebatan antara dua gadis di depannya yang dia yakini tidak akan berhenti, mengingat kedua gadis yang berdebat tersebut sama sama keras kepala.
"aryaaaa...temenin gue" teriak karin begitu menyadari arya sudah melangkahkan kaki menginggalkan dirinya dan ika.
" malas gue, ika aja deh" balas arya sambil menatap ika
"gue mau makan dulu , gue engga sarapan tadi pagi" kata ika sambil berjalan menginggalkan karin.
Sementara karin memberikan isyarat kepada arya untuk mendekat.
"beliin gue roti sama minum yah"teriak karin saat tubuh ika sudah semakin menjauh darinya dan arya
"siaplah" kata ika sembil terus berjalan meninggalkan arya yang masih mematung melihat sikap ika dan karin yang sudah bertolak belakang 180 derajat hanya dalam hitungan menit
**bersambung
__ADS_1
jangab lupa like dan comennya😊**