
Karin masuk kedalam rumahnya dengan perasaan campur aduk. Setelah peristiwa dimana ikbal menyatakan bahwa dia menyukai karin serta meminta karin untuk menjadi pacaranya, kini karin masih meresa bingung dengan perasaannya.
Terlebih lagi tadi ikbal menciumnya sebanyak 4 kali, ahh tidak mungkin 5 kali, ahhh tidak sepertinua 6 kali. Ahh karin tidak ingat yang jelas ikbal menciumnnya, itu intinya.
Senyum manis terukir dibibir karin saat mengingat tentang ikbal. karin memegang pipinya, kemudian turun kebibirnya. Rasanya jantung karin seakan ingin meledak dan wajahnya terasa panas memikirkan hal tersebut.
Sekarang karin tau kalau ikbal menyukainya. Tapi bagaimana dengannya? Apakah dia juga menyukai ikbal??
Entahlah karin juga belum tau hal itu Karena ini adalah hal pertama baginya. Intinya jantungnya selalu berdekat tak karuan saat memilikirkan ikbal, dekat dengan ikbal. Ahhh intinya semua yang menyangkut cwok itu selalu memberikan getaran dalam dadanya.
"hp gue" teriak karin sambil mencari hpnya dalam tasnya
"pokoknya gue harus tanya ika soal ini" sambungnya lagi
"ahh sial" teriak karin histeris saat menemukan hpnya dalam kondisi lowbet
Dengan perasaan kesal dan jengkel karin berjalan kekamarnya untum mescas hpnya sekaligus membersihkan dirinya
"ikbal" nama cwok tersebut kembali teringat di kepala karin. dan hasilnya karin sedang senyum senyum sendiri.
"wahh gila gue" seru karin pada dirinya sendiri sambil menjambak rambutnya.
Tinggg tinggg
Suara hp ika terdengar dari sebelah .
5 menit, 10menit tidak ada jawaban dari ika membuat karin menggerutu sendiri.
Sambil menghela nafas beratnya karin kembali mencoba menghubungi ika. Sambil berharap ada jawaban karin kembali menekan tombol telpon dan benar saja kali ini suara ika terdengar dari seberang
"ngapain sih loh, janggu tau. Ini itu udah malam " gerutu ika dari sebelah dengan suara serak
__ADS_1
"gue mau tanya sesuatu sama loh" kata karin dengan sedikit ragu
"apaan" balas ika
" buruan gue ngantuk ring" sambungnya
"hemmm gini.. Hemm"katan karin gugup
"apaan sih buruan.... Kalau engga gue matiin nih" bentak ika dari seberang telepon
"sabar dong" bentak karin tak kalau kerasnya kemuadian mengatur nafasnya bersiap untuk bercerita kepada ika.
" Upsss tidak gue engga mau bercerita jujur sama ika. Yahh engga boleh "Yah begitulah gerutu karin dalam hatinya
"ika ada teman gue yang tanya, kalau jantung kita berdetak .....saat dekat sama ......cwok .....itu artinya apa?" kata karin dengan suara terbata bata.
"lah bukannya emang jantung kita berdetak yah " kata ika dengan seadanya membuat karin geram sendiri
"bangun deh loh cuci muka dulu " gerutu karin merasa kesal dengan jawaban ika sementara dari seberang terdengar hanya terdengar suara tawa dari ika
"ehhh hemm gini... Gimana kalau ......jantung kita berdetak lebih cepat kalau dekat sama cwok?" kata karin dengan ragu ragu
" hemm kalau jantung loh sehat dan cuma rasain rasa kaya gitu sama satu cwok doang itu artinya loh suka sama orang itu" kata ika.
"ohhh.. gitu. suka yahhh" jawab karin santai
tunggu
suka??
"what??" karin heboh sendiri mengengar penjelasan ika
"kenapa sih loh" suara ika terdengan dari seberang telepon
__ADS_1
"gue suka sama ikbal" seru karin dalam hatinya. "wahh engga nyangka gue" sambungnya sambil senyum senyum masam sendiri
Karin menghela nafas panjang kemuadian mengagungguk seolah paham dengan perasaannya sendiri
"elohh suka sama siapa rin?" teriak ika dari sebelah telpon begitu mendengar helaan nafas karin.
Jangan katakan mereka sahabat jika.ika tidak dapat menebak karin. ika tau jelas bahwa karin tidak banyak waktu untuk bertanya masalah temannya . Jadi sangat jelas bagi ika jika teman karin yang dimaksudnya adalah karin sendiri.
Enggan menanggapi ika karin lebih memilih untuk mematikan hpnya kemudian membentangkan selimutnya untuk terjun dalam alam mimpinya. walaupun butuh waktu yang tak singkat bagi karin untuk menggapai alam mimpinya tersebut.
Jam menunjukkan pukul 05.40 sore saat ikbal baru saja sampai dirumahnya. Setelah membersihkan badannya ikbal kini telah duduk di balkon kamarnya sambil memikirkan apa saja yang telah dia lakukan dan katakan pada karin.
Sekilas ada rasa bersalah di wajah ikbal saat memikirkan perbuatannya pada karin. "sial gue engga bisa control emosi gue tadi" serunya dalam hati .
Namun tampaknya hal tersebut tidak bertahan lama saat ikbal mengingat bahwa dia telah mencium karin. Sebuah senyuman terukir dibibirnya
"gue cium karin?" senyum itu terus melebar di bibirnya.
" Tapi gimana kalau masalah tadi malah buat hubungan gue sama karin lebih memburuk? " pikiran itu seakan memenuhi kepala ikbal.
" ini semua gara gara abang" teriak ikbal dengan rasa frustasi memikirkan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan karin.
Suara gaduh memenuhi kelas XI IPA B . Terlihat beberapa siswa sedang kejar kejaran, serta ada beberapa gerombolan siswi yang sedang asyik berbincang bincang. Sesekali terdengar teriakan dari para siswa serta suara tertawa.
Namun nampaknya itu tidak berlaku bagi ikbal. Dirinya kini hanya duduk lesu tak bertenaga di kursinya. Sesekali melirik ke arah pintu menunggu seseorang
Yah ... 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi namun gadis yang dia tunggu belum juga muncul. Ada rasa khawatir serta rasa bersalah dalam dirinya, apalagi jika mengingat sikapnya kemarin kepada karin.
Sambil terus menatap layar hp-nya ikbal terus berharap agar karin, gadis yang di tunggunya itu segera datang.
__ADS_1
jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis😊😊