Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Sepenggal kisah Robin


__ADS_3

Berita menggempar tersiar ke seluruh negeri, jatuhnya Mahendra Group dan kehancuran karier Tania sebagai publik figur diberitakan hari ini.


Siang itu, seluruh stasiun televisi menayangkan penyelidikan tiga tersangka atas kecelakaan yang menimpa dua keluarga besar sekaligus yang menewaskan keluarga Kartier dan keluarga Hillary lebih tepatnya menewaskan orangtua Arta, Kart dan si kembar.


Jaya Mahendra, Fanya dan Tania didakwa dengan pasal berlapis sebab mereka telah melakukan banyak tindak kriminal baik pembunuhan berencana, pembunuhan berantai, penjualan organ manusia secara illegal, penjualan anak, kasus korupsi oleh Fanya dan Jaya dan bahkan kasus narkoba yang menjerat Tania dan Fanya.


Semua bukti telah ditayangkan di hadapan publik, banyak orang yang merasa iba dengan anak-anak korban pembunuhan karena harta itu, akibatnya masyarakat beramai-ramai menaikkan tagar #justiceforKartierHillary untuk mendukung para korban akibat keserakahan manusia-manusia jahanam itu.


Robin menatap lemas ke arah televisi yang menayangkan penangkapan sang istri. Ponselnya, telepon rumah bahkan seluruh nomor yang dimilikinya dihubungi berkali-kali oleh para wartawan yang mencari keberadaan dirinya saat sang istri ditangkap.


Robin menatap sedih foto pernikahan mereka, padahal belum sampai sebulan mereka menikah Tania sudah lebih dahulu menjauh darinya bahkan saat seharusnya pasangan pengantin menikmati malam pertama, Robin malah dibiarkan sendiri sementara Tania membahas bisnis dengan Ayah dan Ibunya serta hang out dengan teman-temannya.


"Aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kau tega melakukan ini padaku? sudah sejak dahulu aku mengingatkanmu, tapi apa? argkkkkk," Robin resah dengan nasib rumah tangganya, sejujurnya ia memang sangat mencintai Tania hingga ia rela mengeluarkan banyak uang untuk menarik hati gadis itu dan melupakan tunangannya bahkan Robin sampai membuang Arta yang menurutnya jauh dari standarnya.


"Ternyata kau yang membuat Arta menjadi cacat seperti itu, kau juga yang membunuh kedua orangtuanya, arghhhh aku menyesal telah mengeluarkan kata-kata kasar pada gadis baik itu, begitu banyak luka yang ia terima saat itu, arghhhh Taniaaa," lirih Robin menggenggam erat foto pernikahannya dengan Tania.


"Tania.....apa yang harus kukatakan pada wanita itu?" sesal Robin.


Ia keluar dari dalam kamarnya dalam keadaan yang sangat kacau, pakaiannya acak-acakan, baru semalam ia menerima tawaran kerja sama dengan Argaka Company dan menikmati acara itu tanpa tahu keberadaan istrinya yang memang tak pernah di rumah dan berlaku sesuka hatinya.


Flashback Malam Pernikahan Robin dan Tania


Robin melangkah menuju kamar pengantinnya dengan Tania. Dengan langkah bahagia ia menghampiri wanita yang sangat dicintainya itu.


Saat Robin masuk tampak Tania memakai baju handuknya ia baru selesai membersihkan sirinya dan kini tengah duduk di meja rias.


"Kau pasti lelah," ucap Robin seraya membantu Tania mengeringkan rambut wanita itu dengan handuk kecil yang diambilnya dari tangan Tania.


"Memang, aku sangat lelah tapi masih banyak yang harus kulakukan, aku akan pergi ada bisnis yang harus kuurus," ucap Tania sambil memoles wajaahnya.

__ADS_1


"Sayang inikan malam pertama kita sebagai pengantin baru, seharusnya kita menikmatinya," ucap Robin sedikit kesal.


"Ck....pernikahan ini adalah pernikahan bisnis Robin! aku tak mau semuanya rusak hanya karena malam pertama konyol yang kau inginkan itu! lagipula kau sudah merasakannya maka bisa kita lakukan lain kali, sudah aku mau pergi!" ucap Tania tak kalah kesal ia bangkit berdiri tanpa memperdulikan suaminya.


Tania mengambil gaunnya yang cukup seksi dan terbuka lalu pergi ke ruang ganti untuk bersiap-siap.


Robin menghembuskan nafasnya kasar, ia tahu bahwa pernikahan ini memang sebuah kesepakatan bisnis antara Jaya Mahendra dan ayahnya, namun salahkah ia berharap agar wanita itu juga mencintainya?


Robin menerima semua kekurangan wanita itu, karena ia sadar ia juga penuh dengan kekurangan hanya saja Tania tak menganggapnya, semua perlakuan Tania di hadapan publik terhadap dirinya hanyalah pencitraan semata.


Robin jatuh cinta dengan sikap elegan dan kecantikan wanita itu, ia sebenarnya meninggalkan Arta karena menurutnya gadis itu terlalu polos dan tak mau diajak ke hubungan yang lebih intim bahkan berciuman saja mereka tak pernah.


Tania berkumpul dengan teman-teman bisnisnya, para aktor, sutradara, aktris, dan kalangan jet srt lainnya untuk merayakan keberhasilan perusahaan Mahendra yang memang diwariskan untuk Wanita itu.


"Ku harap kau bisa berubah Tania," doa Robin menatap kepergian Tania tanpa menghiraukan dirinya.


Bahkan hingga hari dimana Tania ditangkap Robin baru tahu semua kelakuan busuk wanita itu.


"Arghhhh, malangnya nasibmu Robin, mungkin ini balasan akibat perilaku kasarku pada Indah dan juga Arta," lirih Robin.


Flashback end.


Robin melangkah menuju rutan dimana Tania istrinya ditahan sebelum persidangan dilaksanakan setelah sebelumnya ia diinterogasi oleh pihak kepolisian untuk memastikan keterkaitan dirinya dengan kasus yang menimpa keluarga istrinya.


Sipir penjara membawa Tania ke hadapan Robin, tubuh wanita itu kini tak terurus, rambutnya diikat kebelakang, wajahnya sedikit pucat dan matanya sembab dengan cekungan hitam dibawah mata.


"Sayang," lirih Tania meneteskan air matanya menatap pria yang berstatus suami baginya, Tania tampak linglung seperti bukan dirinya, ia berbicara dengan lembut tidak seperti Tania yang dulu.


Robin terkejut mendengar ucapan wanita itu, air matanya menetes mendengar ucapan Tania.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu? kenapa kau kurus sekali hmm? apa mereka menyakitimu? apa kau makan dengan baik?" tanya Robin khawatir.


Tania tersenyum mendengar kekhawatiran suaminya, ia sadar betapa bodohnya dirinya selama ini yang tidak memperdulikan pria sebaik Robin yang menerima dirinya apa adanya.


"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? kenapa penampilanmu seperti itu?" tanya Tania lembut.


"Ah...ini aku tak sempat ganti pakaian tadi hehe," kekeh Robin sedikit gugup mendengar suara lembut istrinya.


"Maaf," ucap Tania sejenak ia menunduk air matanya mengalir membasahi pipi pucatnya itu.


"Aku menyesal huhuhu, aku jahat aku wanita yang jahat aku jahat padamu maafkan aku huhuhuhu," tangis Tania tersedu-sedu di hadapan Robin, mereka dibatasi oleh pembatas kaca.


"Maafkan aku, aku aku tak pantas untukmu maafkan aku Robinn," tangis Tania menyesali semua perbuatannya.


"Sayang semua yang terjadi adalah pelajaran hidup yang harus kita terima, kita sudah satu menjadi pasangan suami-istri maka apapun bebanmu akan menjadi beban ku juga, aku menerimamu apa adanya, aku tak masalah dengan semua masa lalumu karena aku sadar aku juga manusia yang penuh dengan kekurangan, setelah kamu lepas dari sini mari kita jalani semuanya dari awal, kau mau kan?" tanya Robin dengan suara lembut menenangkan istrinya.


"Ta...tapi a..aku sangat jahat, Arta adik sepupuku, aku jahat padanya, dia gadis baik tapi aku selalu menyiksanya hanya karena iri dengan kehidupannya yang penuh kasih sampai membutakan mataku dan membuat gadis malang itu menderita arghhhh....aku mengikuti semua rencana orangtuaku akhirnya aku ikut jahat seperti mereka, aku jahat Robin aku jahat," seru Tania tak kuasa menyesali semua kejahatannya selama ini.


"Aku pantas dihukum, aku aku...." ucap Tania terhenti.


"Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, kita hanya akan menunggu hukuman apa yang akan diberikan padamu, apa pun itu kamu harus terima dan minta maaflah pada mereka," ujar Robin meskipun hatinya terasa sakit melihat istrinya akan dipenjara.


.


.


.


like vote dan komen 😊😉😉😊

__ADS_1


__ADS_2