
Setelah menyelesaikan semua kesalahpahaman, Arkan membawa Arta menemui Vika dan Tito di dalam Cafe.
"Sudah selesai masalahnya?" tanya Vika menatap kedua orang itu.
"Udah, oh iya Vik kenalin ini istri gue, Arta ini kak Vika" ucap Arkan memperkenalkan mereka berdua.
"Gue Vika, panggil aja kak Vika" ucap Vika menyodorkan tangannya.
"Arta kak" balas Arta tersenyum manis menerima uluran tangan Vika.
"Eh buset, Ar beneran istri Lo? cantik banget!!" ucap Vika antusias saat memperhatikan wajah Arta dengan seksama.
"Ya iyalah," ucap Arkan bangga.
"Lo juga beneran berubah banyak Arkan! Wah kalau dijadikan satu frame kalian ini pasangan paling Klop dah" cecar Vika tak henti-hentinya.
"Cantik banget emang!" ucap Tito menatap Arta dengan tatapan kagum. Walaupun mata Arta sembab, ia masih terlihat sangat cantik.
"Kali ini Lo serius gak Tito??" sindir Vika.
"Ya seriuslah, mata gue mana pernah salah menilai orang cantik" ketus Tito dengan menatap jengah pada Vika.
"Berarti gue cantik dong!" seru Vika antusias.
"Kecuali Lo Vik!" ucap Tito datar.
"Pfft Hahahhaha kasihan Lo Vik!" ledek Arkan.
Arta tersenyum kecil mendengar candaan mereka bertiga.
"Arta jangan salah sangka ya, kita bertiga ini udah Deket banget dari kecil, gue, suami Lo, Sam dan Tito udah bareng dari kecil makanya bisa sampai sedekat ini" jelas Vika.
"Dan gue bersyukur banget Arkan gak nikah sama Ular beludak itu, ihkk jijai gue bayangin punya ipar modelan begitu" ucap Vika bergidik ngeri membayangkan Tania menjadi iparnya.
"Kok gitu kak"tanya Arta penasaran.
"Ya gitu deh, dia gak pantes buat jadi pendamping Arkan. Dia bukan cewek baik-baik, nyesel gue pernah berteman sama itu cewek. Papa Mamanya juga sama kayak dia penjilat!!" kesal Vika.
"Hush gak usah bicarain ular beludak, mending kita makan siang gue udah lapar" celetuk Tito menghentikan percakapan mereka.
"Ya Lo mah cuma mikirin perut doang sih" oceh Vika tak berhenti.
"Ar si kem...hmmph hmmph" ucap Vika terhenti karena mulutnya sudah di sumpal dengan makanan oleh Tito.
"Hmmph Lo apa apaan sih Tito! " kesal Vika.
"Lo ngomong Mulu sih, makan dulu biar ada tenaga, nih buka mulut Lo!" ucap Tito kesal karena Vika tak berhenti mengoceh.
"Hahahha Lo berdua udah cocok, gue tunggu undangannya" ledek Arkan yang mendapat tatapan tajam dari Vika dan Tito.
"Hush kak jangan godain mereka ah" bisik Arta tak enak.
"Biarin aja sayang, mereka lagian cocok kan?" cetus Arkan yang sengaja memancing kedua sejoli yang sama-sama menyimpan perasaan satu sama lain itu.
__ADS_1
"Kamu ini ya" ucap Arta sedikit kesal.
"Ya udah makan dulu, aku udah kangen sama anak-anak" ucap Arkan melanjutkan makan siangnya yang diikuti noleh Arta.
"Uhuk uhuk uhuk a...a..anak?" ucap Vika tersedak, sebab ia belum tahu kalau Arkan dan Arta mengadopsi si kembar.
"Iya anak, kenapa?" tanya Arkan menaikkan alisnya.
"Kapan Lo tembus tuh gawang wong nikah baru kemaren?" celetuk Vika tanpa menyaring kata-katanya.
"Tembus gawang apaan, sentuh juga belum" ucap Arkan gamblang yang mendapat tatapan tajam dari Arta.
"Eh .. maaf maaf sayang hehehh lagian kan emang benar" bisik Arkan.
Arta menahan rasa malunya, entah mengapa suaminya itu bisa se enteng itu mengucapkan kata-kata horror itu.
"Jadi belum!?" teriak Vika. Dengan cepat Tito menutup mulut Vika dengan kedua tangannya.
"Lo itu ya, makan aja gak usah ngomong, Lo ngomong sekali lagi gue cium tu bibir!" ancam Tito kesal dengan mulut Vika yang nggak punya filter kalau ngomong.
Arta melanjutkan makannya, makanan itu tak lagi sedap di lidahnya rasanya ia ingin terbang ke angkasa saking malunya.
.
.
.
"Bagaimana? apa mereka sudah menunjukkan pergerakan?" tanya Samuel pada Katherine yang merangkap menjadi asisten pribadi sekaligus sekretaris nya.
"Apa Arkan sudah tahu?" tanya Samuel.
"Sudah tuan" jawab Kath.
"Tapi tuan saya curiga mereka juga berhubungan dengan dunia bawah" ucap Kath.
"Hmmm ya aku tahu, kita selidiki pelan-pelan dan kau berhati-hati-lah jangan sampai nyawamu terancam" ucap Samuel mengingatkan Kath.
"Baik tuan" balas Kath.
"Apa jadwalku selanjutnya? sudah 3 hari aku tak pulang, aku merindukan keponakanku" ucap Samuel memijat pangkal lehernya karena rasa lelah yang menyerangnya selama 3 hari ini.
"Pukul 5 sore, tuan ada pertemuan dengan Klien perusahaan M dan setelahnya jadwal tuan kosong sampai besok hari tuan" jelas Kath.
"Hmm baiklah, sebaiknya kita selesaikan secepatnya" ucap Samuel lalu beranjak kembali ke ruangannya diikuti oleh Katherine.
................................
Seorang pria tengah duduk di singgasananya sambil menyesap rokok, menyandarkan tubuhnya pada kursi dan menopang kakinya di atas meja.
"Tuan kita telah berhasil mengumpulkan banyak dana dari perusahaan Whitegar, sepertinya mereka mulai mengalami kebangkrutan" ucap seorang pria tinggi besar dengan rambut gondrong pirang yang biasa dipanggil Storm.
"Hmm, bagaimana dengan Star Company dan Mars? apa kalian sudah menemukan identitas pemiliknya?" tanya pria tua itu.
__ADS_1
"Sudah tuan, ini dokumennya" jawab Storm sambil menyerahkan amplop besar.
Pria tua itu mengambil berkasnya lalu membuka dokumen dokumen itu.
"Hmm, Miss Chan alias Valeri Chan Kart lalu Mr Lu alias Hosea Xiang Lu ..... menarik" ucap pria itu sambil menyunggingkan bibirnya.
"Kau kirim lebih banyak penyusup, bila perlu pakai para mafioso kita untuk menyamar dan masuk ke Star dan Mars Company!!" titah Pria tua itu.
"Baik tuan, bagaimana dengan Whitegar tuan?" tanya Storm.
"Tinggalkan saja perusahaan itu, tapi tetap amati. Mereka sudah di ujung tanduk sekarang sama seperti Kartier dahulu hahahahah" ucapnya sambil tertawa puas.
"Baik tuan" balas Storm.
"Ah, apa tahu kabar kedua keponakanku itu? pasti mereka hidup melarat sekarang hahahaha" tawanya lagi.
"Pasti mereka menderita tuan" balas Storm dengan penuh keyakinan.
"Kalian tim terbaik lakukan tugas kalian dengan benar!!" titah pria tua itu.
"Siap Tuan!!" ucap Storm menunduk hormat pada tuannya.
"Hmm, pergilah jangan mengecewakanku" ucap Pria tua itu sambil menggoyangkan tangannya sebagai tanda menyuruh keluar.
"Permisi tuan" ucapnya sambil membungkukkan kepalanya.
"Hahhahah akan ku kuasai seluruh bisnis di negeri ini, tunggu saja akan ku hancurkan kalian seperti Kartier!!" ucapnya sambil memandang ke arah dokumen yang. digenggamnya.
"Bagaimana saudara perempuan ku? keluargamu audah kuhancurkan, anak-anakmu tak akan kubiarkan hidup bahagia hahahhahaha" tawanya menggelegar ke seluruh ruangan bernuansa keemasan itu membuat yang mendengar bergidik ngeri.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Annyeong yeorobun !!!!👋👋👋
beri Like dan komen suka suka
suka? lanjut baca dong
gak suka? baca aja siapa tahu jadi suka hahahhahaha.
__ADS_1
Like ya like please 🙏🙏🙏🙏🤭🤭🤭**