Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Drama Argaka


__ADS_3

Malam yang dingin ditemani hujan membuat siapa saja terlelap dengan suasananya namun tidak bagi pasangan pengantin baru itu.


Pergulatan panas keduanya dalam lautan cinta, saling menghangatkan satu sama lain, erangan nikmat memenuhi kamar itu hingga pada puncak pelepasan mereka tumbang setelah penyatuan mereka selama beberapa ronde.


"Terimakasih menjadikanku yang pertama," ucap Kart sambil memeluk istrinya dengan erat.


Karina tersenyum lelah, rasanya lelah hingga ia terlelap dalam pelukan suaminya.


Di tempat lain tampak seorang wanita tengah bergulat dengan kekasih haramnya, siapa lagi kalau bukan Mia dan Baron yang kecanduan dengan s*x sebagai pemuas birahi mereka. Melakukan hal itu berulang kali tanpa ada ikatan yang sah.


Mia menyandarkan kepalanya di atas dada kekasihnya setelah melakukan penyatuan mereka.


"Kapan kita mengambil anak-anak sialan itu? aku tak bisa mencairkan uang asuransi karena ahli warisnya adalah kedua anak sialan itu!" kesal Mia.


"Kenapa kau begitu membenci mereka? bukankah mereka anak-anakmu?" tanya Baron sedikit heran dengan kekasih gelapnya itu.


"Tentu aku membencinya, aku tak pernah menginginkan anak dalam pernikahan kami tapi dia memaksaku memiliki anak sebagai syarat agar aku bisa menikmati semua fasilitas mewah yang dijanjikannya, nyatanya setelah memenuhi dua anak ia malah dipecat dari pekerjaannya!" ketus Mia.


"Lalu apa kau akan meninggalkanku jika aku bangkrut juga?" tanya Baron seraya menatap tajam ke arah Mia.


"Eh, kau tidak akan mungkin bangkrut sayang, jangan begitu, kau adalah Baron Jericho pria tampan dan kaya yang akan selalu menang, cup," goda Mia sambil mencium bibir Baron dengan ganasnya.


"Aku mau lagi," bisik Mia sambil memimpin kegiatan mereka dan bermain dengan area sensitif pria itu.


Dan terjadi lagi pergulatan malam yang tiada habisnya antara dua manusia tanpa ikatan itu.


Hari berganti, waktu bergulir begitu cepat sudah sebulan berlalu sejak pernikahan Kart bahkan beberapa Minggu yang lalu Samuel dan Kath juga melaksanakan pernikahan mereka di sebuah gereja, acara dibuat semeriah mungkin.


Samuel dan Kath tampak serasi dalam balutan gaun pernikahan, bahkan keluarga Argaka tak kalah menarik perhatian apalagi dengan keempat anak-anak manis yang menjadi pengiring pesta pernikahan itu cukup mencuri perhatian semua tamu undangan.


Karina dan Kath yang berbulan madu ke luar negeri menyempatkan diri untuk hadir di acara pesta pernikahan anak tertua keluarga Whitegar itu. Semuanya bersenang-senang dengan pesta meriah itu.


Keluarga besar Whitegar, Argaka dan Kartier kembali disorot oleh media sebagai tiga keluarga tersohor yang menguasai dunia bisnis.


Hari ini tampak Arta dan keluarga kecilnya berada di bandara mengantarkan sang kakak tercinta dan istrinya. Kart dan Karina memutuskan untuk tinggal di Amerika, sebab Perusahaan Kartier yang dulu tenggelam ternyata sudah bangkit dengan nama R&A Group.


Dengan berderai air mata dan ada rasa tidak rela, Arta melepas kakaknya dan kakak iparnya pergi ke luar negeri untuk melanjutkan perusahaan orangtua mereka yang telah lama tenggelam.


Kebangkitan keluarga Kartier menjadi sorotan dunia, bahkan banyak yang tidak menyangka sosok Kart dan Arta adalah keturunan asli Kartier dengan ciri khas mata biru mereka.


Selama beberapa tahun belakangan, Kart bekerjasama dengan Bram pengacara sekaligus sekretaris mendiang ayahnya untuk menjaga dan membangkitkan perusahaan Kartier, sanak keluarga mereka juga ikut membantu di Amerika.


Kabar tentang pernikahan dan kehamilan Arta juga sampai ke pihak keluarga, bahkan mereka mengirimkan utusan untuk mengucapkan selamat pada wanita itu.

__ADS_1


"Sampai jumpa lagi kak, kami akan berkunjung suatu saat nanti, Arta juga pengen ketemu keluarga disana, tapi setelah anak-anak cukup sehat," ujar Arta sambil memeluk kakak bergantian dengan kakak iparnya.


"Kami pergi, kalian jaga kesehatan, kalau ada apa-apa jangan segan-segan meminta bantuan," ucap Kart.


"Arta akan memerintahkan anak buah yang ada di Amerika untuk menjaga kalian, semoga kalian sehat-sehat, kalau Arta kangen Arta akan telpon," ucap Arta masih menangis menatap kedua kakaknya.


"Jangan menangis Ar, toh kita masih bisa ketemu lagi kan," ucap Karina sambil mengusap air mata adik iparnya itu.


"Baiklah, lalu apa mereka akan ikut bersama kalian?" tanya Arta sambil menunjuk beberapa orang yang baru tiba di bandara.


"Tentu, Storm dan keluarganya akan ikut bersama kami, kau tahukan bagaiman sistem Mafia? mereka akan mengabdi pada orang yang sudah membantu menyelamatkan keluarganya, lagipula Storm itu orang cerdas hanya saja ia salah memilih majikan," bisik Kart.


"Kart benar, kuharap mereka bisa membantu kalian disana," ujar Arkan yang sedari tadi mendengar percakapan mereka.


"Lalu siapa yang akan menggantikan posisi Karina di perusahaan?" tanya Kart.


"Aku sudah punya gantinya, Indah dia akan menggantikan kak Karin, Celo sedang melatihnya agar menjadi asisten yang hebat seperti kak Karin," ucap Arta.


"Aku setuju dengan ucapan Arta, Indah itu gadis yang pintar dan gesit, bahkan mungkin saja ia akan melebihi prestasi kerjaku," ujar Karina.


"Kami sedang menantikan kejutan dari gadis itu, mungkin akan ada kejutan lain," ucap Arkan.


Storm dan keluarganya menghampiri Kart dan yabg lainnya.


"Selamat siang tuan, kamu sudah siap!" ucap Storm hormat.


"Sampai jumpa lagi kak!" teriak Arta.


"Bye bye aunty cantik, by bye uncle tampan!" seru keempat anak kecil itu.


Kart dan rombongannya melakukan perjalan menuju Amerika, disana mereka akan menetap dan menjalankan perusahaan.


Keluarga Argaka menatap kepergian mereka, tak disangka waktu berlalu begitu cepat, bahkan kehamilan Arta kini menginjak usia dua bulan.


Setelah dari bandara, keluarga Argaka melaju menuju sekolah yang akan ditempati oleh anak-anak mereka untuk menimba ilmu.


Arkan melajukan mobilnya menuju Sebuah Sekolah yang di dalamnya lengkap fasilitas dari Taman kanak-kanak sampai perkuliahan.


Sekolah ini adalah salah satu yayasan pendidikan yang disponsori oleh Argaka Company untuk menunjang pendidikan bangsa.


Banyak anak-anak mulai dari kalangan bawah hingga kalangan elit bersekolah di tempat itu.


Namun kali ini ada yang berbeda dengan penampilan Arkan dan Arta, tentunya ini permintaan si Ibu hamil yang selalu saja melakukan hal hal yang aneh.

__ADS_1


Arkan dan Arta memasuki sekolah itu dengan penampilan lama mereka, Arkan sebagai seorang pria cupu dan Arta sebagai seorang wanita cacat dengan bekas luka di wajahnya yang dibuat dengan make up


"Astaga sayang apakah kita harus kembali berpenampilan seperti ini?" ucap Arkan sambil memakai pomadenya.


"Tentu saja sayangku, aku hanya ingin melihat bagaimana sekolah ini mendidik seluruh guru dan siswanya, apakah mereka akan menghina kita atau tidak," ucap Arta sambil memakai make upnya.


"Nak beginilah penampilan Papi dan Mami dulu, apa kalian akan malu jika punya orangtua seperti kami?" tanya Arta pada Mark dan Ziko yang belum tahu mengenai masa lalu mereka.


"Buat apa kami malu Mami, toh kita juga sama," ucap Mark yang membuat Arta dan Arkan bingung, sontak mereka menoleh ke belakang dan melihat keempat anaknya sudah berpenampilan sama seperti kedua orangtuanya.


"Astaga ahahahhaha," tawa Arkan dan Arta pecah saat melihat Mark yang memasang kacamata dan gigi tonggos dengan rambut diberi pomade dengan gaya belah tengah.


Ziko dengan bintik-bintik di wajahnya serta tompel besar di dagunya dan dasi kupu-kupu yang membuatnya tampak cupu.


sedangkan si kembar memasang jari tambahan pada tangan mereka dan juga tompel besar di pipi keduanya tepat di area yang sama. Jeni memakai wig rambut keriting dan Josua dengan wig keriting pendek yang menunjukkan mereka kembar.


"Hahahahah, kita seperti akan melakukan pesta Halloween, kenapa penampilan kita jadi seperti ini ahahahah, dan darimana kalian dapat semua benda itu?" ucap Arkan sambil tertawa terbahak-bahak melihat penampilan keluar kecilnya.


"Dari Tante Vika, Paman Celo dan Paman Sam, mereka yang memberikan ini Papi," jelas Ziko .


"Ahahahah astaga, kalian jadi aneh," ucap Arta meledek anak-anaknya.


"Mami juga hahahah," ucap Mereka bersama-sama.


Mereka tertawa terbahak-bahak di dalam mobil itu, sungguh keluarga ini aneh sekali.


.


.


"Apa kau sudah tahu posisi mereka? jika sudah ikuti mereka!! jika ada kesempatan culik anak-anak dan wanita itu! aku akan memberikan bayaran yang besar untuk kalian!" ucap Mia di balik teleponnya sambil memandang foto keluarga Argaka.


.


.


.


Bahaya!!!!! waduh parah si Mia,


like vote dan komen biar author semangat buat upnya😊😉


Ayo baca novel author yang lain, author jamin kali ini ceritanya lebih seru judulnya

__ADS_1


"Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh"


baca ya okey, author tunggu loh, tapi lagi revisi sih.


__ADS_2