Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
pembobolan


__ADS_3

Samuel berjalan mendekati Arkan yang tengah termenung di depan rumah.


"Bro! Lo gak apa apa kan?" tanya Samuel sambil menepuk pundak Arkan.


Arkan tak merespon, dia hanya dian dan menatap datar ke halaman rumahnya.


"Lo shock atau gimana nih? Lo bisa terima atau nggak nih ceritanya?" tanya Samuel bingung.


"Gu..gue " Arkan kembali terdiam.


"Woy kampret apaan sih Lo! gak usah sok dramatis, Lo juga bagian dari dunia bawah paok!!" kesal Samuel sambil meninju bahu Arkan dengan pelan.


"Gue gak nyangka istri gue sehebat itu ya ampun!!!!" seru Arkan dengan mata berbinar-binar.


Ya seorang Arkan bukannya shock karena marah, sedih atau galau karena istrinya Ketua mafia, melainkan shock karena tahu istrinya adalah seseorang yang hebat dan misterius.


"Ya ampun Bambang! gue kira lo marah, tau-taunya begini CK " ucap Samuel dengan tatapan mengejek ke arah Arkan.


"Ya udah Sono Lo jumpain si Arta" ucap Samuel ketus.


"Okkay kakakku tercinta, gue ke istri cantik gue dulu bubye!!" ucap Arkan sambil memeluk Samuel.


"Ishhh jauh jauh Lo bambang!! meluk meluk segala lagi, Dasar Mafia somplak! mafia Bucin Lo!" kesal Samuel menatap Arkan yang berlari kegirangan menuju ruang kerja Samuel.


"Arta ! Arta! " panggil Arkan, namun yang dipanggil tak ada lagi di ruangan itu.


"Lah istri gue kemana?" tanya Arkan bingung.


Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju kamar mereka.


Ceklek


Terdengar suara pintu kamar di buka, Arta yang tengah duduk di atas kasur sambil menatap foto pernikahannya dengan Arkan seketika menoleh ke arah sumber suara.


"Arta" ucap Arkan menghampiri Arta.


"Eh kak, da..darimana?" tanya Arta gugup dengan suara khas baru menangis.


"Loh ini kenapa matanya sembab? kamu sakit?habis nangis?" ucap Arkan menangkup wajah Arta dengan kedua tangannya.


"Emm..i..iya kak" ucap Arta lirih.


"Kenapa nangis?" tanya Arkan menurunkan tangannya sambil memindahkan foto pernikahan yang di pegang Arta tadi.


"Arta takut " ucap Arta menahan tangisnya.


"Takut kenapa?" tanya Arkan lagi.


"Arta takut kakak bakal ninggalin Arta setelah tahu siapa Arta sebenarnya" ucap Arta masih menahan tangisnya.

__ADS_1


"Buat apa kakak ninggalin kamu coba?" tanya Arkan lagi sambil menatap manik Arta.


"Arta kan..." ucapnya terputus.


"Kakak gak bakal ninggalin kamu, asal kamu tahu kakak justru bersyukur karna kamu udah jujur sama kakak" ucap Arkan mengelus kepala Arta dengan lembut.


"Ar, kakak juga mau jujur. Kakak juga berhubungan dengan dunia bawah sama seperti kamu, Kakak sebenarnya ketua Mafia Dark Rose" ucap Arkan sambil memegang erat kedua tangan Arta.


"Ja...ja..jadi kakak!!" ucap Arta terkejut.


"Iya, kakak adalah Mr. Xiang" ucap Arkan.


"Tapi wajah kakak" ucap Arta bingung, sebab ia tahu persis seperti apa rupa Mr.Xiang pemimpin kelompok Mafia yang berteman dengan kelompoknya.


"Itu cuma Penyamaran, dan kakak jarang ke markas" ucap Arkan menjelaskan.


"Kamu mau tidak menerima suami seorang Mafia seperti kakak?" tanya Arkan serius.


"Hiks...hiks...hiks...tak kusangka, Arta tadi sudah takut kakak akan nolak Arta huaaaaa" tangis Arta semakin menjadi-jadi setelah mengetahui kebenaran diantara mereka berdua.


"Jangan nangis dong,kamu mau kan nerima kakak?" tanya Arkan lagi yang dibalas anggikan oleh Arta.


"Iya kak, Arta terima kakak hiks hiks hiks....Arta justru senang, Arta takut kalau keluarga Arta akan diganggu sama musuh-musuh di luar sana hiks hiks hiks" tangis Arta tersedu-sedu.


Sungguh Arta hanya menangis di hadapan keluarganya saja, jika di hadapan karyawan dan anggota kelompoknya ia akan berubah menjadi nona paling kejam di dunia.


"Ihk kak !! hiks hiks hiks" kesal Arta sambil menangis semakin kencang.


Dengan Cepat Arkan meraih tengkuk Arta lalu memberikan ciuman singkat di bibir Arta. Sontak Arta langsung berhenti menangis.


"Wah ternyata mujarab ya, sekali cium langsung diam"ucap Arkan menatap wajah Arta yang sembab dan merah karena menangis.


Arkan membelai lembut pipi Arta, lalu mencium keningnya, pipinya dan hidungnya secara bergantian.


Perlahan Arkan mempererat dekapannya, didekatkannya wajahnya kepada Arta dan kini jarak mereka tinggal beberapa centi lagi.


"Bolehkah kau menjadi milikku seutuhnya?" bisik Arkan lembut dengan tatapan sayu menahan getaran dalam dirinya.


Arta mengangguk kepalanya, serasa seperti tubuhnya terkena aliran listrik dan ada rasa bergejolak di hatinya.


Klik


Arkan menekan remote control untuk mengunci pintu dan jendela, Arkan mulai melancarkan aksinya.


Arkan menyesap bibir ranum milik Arta, membawanya berbaring di bawah kungkungannya. Yang terdengar sekarang adalah suara suara kecupan nikmat, segala hasrat yang ditahan akhirnya akan tersalurkan.


Arkan turun ke leher jenjang istrinya, mencium dan menikmati aroma tubuh Arta. Memberikan beberapa tanda disana. Tangannya mulai liar mencari area favoritnya, hingga sampai pada titik benda kenyal yang menjadi mainan barunya.


Disentuhnya dengan lembut dan perlahan sambil bibirnya bermain di bibir Arta. Desahan demi desahan mulai keluar dari bibir manis Arta.

__ADS_1


Entah sejak kapan kini mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun. Tangan dan bibir Arkan Aktif menggerayangi tubuh indah nan seksi milik Arta.


Akhirnya, terjadi penyatuan di malam itu. bisikan cinta dan desahan- desahan nikmat menemani malam mereka hingga ke puncak kenikmatan.


Arkan melakukannya hingga beberapa kali, memang ini yang pertama bagi mereka. Namun respon tubuh mereka bekerja dengan normal. Hingga akhirnya mereka selesai saat hari menjelang pagi. Kini mereka tidur dalam keadaan polos sambil berpelukan.


"Terimakasih karena membuatku jadi yang pertama" bisik Arkan mengecup kening istrinya.


Mentari bersinar mulai menunjukkan dirinya. Arkan terbangun terlebih dahulu sambil memandang wajah cantik istrinya.


Tampak wanita cantik itu juga ikut bangun dari tidurnya.


"Pagi sayang" ucap Arkan sambil tersenyum manis.


"Hmm pagi sayang" ucap Arta malu-malu.


"Wah istriku mulai pintar menggodaku ya" ucap Arkan sambil mengelus lembut pipi Arta.


"Apakah tidak boleh" ucap Arta sambil tersenyum manis.


"Astaga manis sekali" ucap Arkan langsung menyergap bibir Arta.


"Hmm...kak...hmm" ucap Arta memukul pelan dada Arkan.


"Ada apa hmm? kau sudah membangunkan singa lapar nona manis" bisik Arkan membuat pipi arta merona.


"ini sudah pagi kak, Arta mau nengokin anak anak " dalih Arta.


"Nanti saja, mereka lagi diurus sama kak Sam, kita lanjutin aja yang tadi mau ya?" pinta Arkan dengan tatapan memelas.


"Ihk dasar kamu ini, kan udah semalam" ucap Arta kesal.


"Please baby hmmm" bisik Arkan membuat Arta merona lalu mengangguk pelan menyetujui permintaan suaminya.


"Tapi pelan pelan ya" ucap Arta yang dibalas anggukan oleh Arkan.


Akhirnya kegiatan mereka semalam kembali terulang di pagi hari itu hingga beberapa ronde. Ketika mencapai klimaks akhirnya mereka tumbang lalu kembali terlelap karena rasa lelah terutama Arta yang merasakan teramat sakit di titik tertentu pada tubuhnya.


.


.


.


.


.


next

__ADS_1


__ADS_2