Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Pernikahan dan Ulang Tahun


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, kini waktu pelaksanaan pernikahan Tito dan Vika yang sudah dipersiapkan dengan matang pun dilaksanakan.


Seluruh tamu undangan dan keluarga sudah tiba di lokasi gereja. Kedua orangtua Vika dan anggota keluarga lainnya sudah berkumpul.


Storm dan keluarganya juga diundang ke pesta itu. Tampak sukacita ditengah acara itu.


Acara pemberkatan dilaksanakan di sebuah Gereja Katedral terbesar di negeri itu. Tito tampak sangat gagah di depan altar menunggu sang mempelai wanita.


Rasanya sangat gugup saat berdiri di depan altar megah itu. Tito melirik ke arah adiknya Karina yang tengah menggandeng Kart. Karina tersenyum lembut untuk menenangkan Tito.


Tito menatap ke arah tuannya dan juga istri tuannya yakni Arkan dan Arta, mereka juga tersenyum menenangkan pria itu.


"Huffft .....haahhhh....kenapa aku gugup sekali," gumam Tito.


Seorang gadis cantik berbalut gaun putih nan indah melenggang masuk ke dalam altar sambil menggandeng tangan sang ayah.


Merek berjalan terus hingga akhirnya sampai di tempat Tito menunggu. Tito menatap Vika dengan kekaguman, rasanya hatinya begitu terharu saat melihat gadis cantik yang begitu dicintainya kini berdiri di hadapannya dan sebentar lagi akan sah sebagai istrinya.


Tito menerima tangan Vika, mereka mengucapkan janji suci mereka di hadapan Tuhan.


Tito menatap Vika dengan rasa haru, rasanya air matanya tak bisa dibendung, ia menangis haru saat melihat wajah cantik Vika tepat setelah mengucapkan janji suci pernikahan mereka


Vika menatap wajah pria itu, ia juga menangis haru, rasanya sangat bahagia.


Acara pemberkatan selesai dilaksanakan, kini mereka beralih ke acara resepsi pernikahan. Kali ini ketiga Ibu hamil yang menguasai panggung.


Mereka melantunkan lagu ciptaan mereka sendiri untuk kedua mempelai. Vika dan Tito menatap mereka dengan haru.


"Aku sangat bahagia mempunyai keluarga yang baik seperti ini!" ucap Vika di samping Tito.


"Aku juga, betapa beruntungnya aku bisa menikah denganmu sayang," ucap Tito, Vika membalas dengan senyuman.


"Ekhm...ekmmm, kami ingin memberikan pertunjukan spesial untuk kedua mempelai, untuk Kak Tito dan Kak Vika ini adalah persembahan dari para calon Papa dan calon kakak untuk kalian!" ucap Arta di atas panggung.


Para tamu undangan menatap ke arah wanita cantik dalam balutan gaun biru Senada dengan kedua kakak iparnya.


"Mari kita sambut Family Band!" ucap Arta.


Arkan, Kart, Samuel, Mark, Ziko dan si kembar memasuki panggung namun ada yang aneh dengan penampilan mereka.


"Hahahahahahah,"


Semua tamu undangan tertawa saat melihat penampilan mereka yang sudah seperti badut karena dirias paksa oleh ketiga ibu hamil. Wajah Arkan,Kart, dan Samuel ditekuk sedangkan anak-anak malah senang.


Arkan memakai kostum wonder girl, Kart memakai kostum Barbie dan Samuel memakai kostum Cat Women sedangkan anak-anak memakai kostum superhero yang sangat cocok jika dipakai oleh mereka.


"Malu sekali, kalau bukan karena diancam tidak mendapat jatah aku tidak akan melakukan ini," gerutu Arkan.


"Ahahahah, apa kau juga diancam dengan itu? kita senasib," ujar Kart yang sedikit terkekeh mendengar gerutuan Arkan.


"Ck...kita sama," ucap Samuel yang tidak nyaman dengan baju ketatnya.


"Hahahah, ya sudahlah yang penting mereka senang," ujar Kart yang dianggukkan oleh kedua pria tampan itu.

__ADS_1


Mereka semua menampilkan pertunjukan yang spektakuler, Ketiga pria tampan itu memainkan peran mereka masing-masing dengan baik.


Arkan bagian Piano, Kart bagian drum dan Samuel bagian Gitar sedang keempat anak itu bernyanyi bergantian.


Arta, Kart dan Karina menatap mereka semua terharu melihat suami masing-masing yang menurut dengan apa saja yang mereka minta.


"Hahahah, mereka lucu sekali, anak-anak juga hebat sekali!" ucap Kath.


"Kau benar kak, mereka lucu sekali," imbuh Arta.


"Mereka semua melakukannya dengan baik," balas Karina yang terus menatap suaminya dari bawah panggung, jika tidak bersama Kart, Karina akan terus menempel pada Arta.


"Wah apa kau juga akan melakukan hal seperti itu padaku nanti?" ucap Tito pada Vika.


"ahahahah, aku tidak tahu, mungkin iya mungkin tidak," kekeh Vika.


"Kalau kuminta apa kau akan melakukannya?" tanya Vika.


"Tentu saja, karena aku mencintaimu," balas Tito sambil tersenyum.


"Terimakasih, aku juga mencintaimu," ucap Vika.


Setelah acara yang spektakuler itu, acara berlangsung aman, Namun tanpa sepengetahuan Arta mereka semua mengganti pakaian mereka bahkan kedua mempelai juga ikut.


Arta yang tidak tahu apa-apa mau saja ikut dengan mereka, kali ini Arta dipakaikan gaun putih yang sangat indah dan didesain khusus untuk dirinya. Karina, Kath dan Vika juga tak kalah cantik dengan wanita itu.


"Ada acara apa lagi?" tanya Arta penasaran.


"Aku juga tidak tau, mungkin acara kejutan lainnya," ujar Karina.


"Kau benar kak, aku menyukainya, sangat nyaman!" ucap Arta sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.


Para pria juga mengganti pakaiannya, semua tamu undangan disuguhkan dengan penampilan menarik dari artis papan atas yang diundang ke acar itu untuk mengisi kekosongan sementara mereka bersiap-siap.


"Apa kau siap?" tanya Kart pada Arkan yang tampak gugup. Mereka memakai setelan jas berwarna putih senada dengan pasangan mereka masing-masing.


Sedangkan anak-anak memakai pakaian bernuansa pink muda yang sangat cocok dengan mereka.


"Wah pasti Mami akan senang!" ucap Jeni yang bahagia dengan acara itu, ia berputar bahagia melihat gaun cantiknya.


"Jeni benar, Mami pasti senang, ayo kita lakukan dengan baik!" ucap Mark sambil menggenggam tangan adiknya itu.


"Ayo!" ucap Ziko,Josua dan Jeni bersama sama.


Mereka di pun memulai acara selanjutnya.


Karina, Kath dan Vika mengiring Arta ke tengah altar yang sudah di atur sedemikian rupa.


suasana ruangan gelap, hanya ada satu lampu sorot yang menerangi dan itu diarahkan pada Arta.


"Kau adalah hidupku!" ucap Seorang anak lelaki membaca puisi di sudut ruangan, lampu sorot menyoroti pria tampan itu.


"Kau sangat berarti bagiku, terimakasih mau mendampingi ku dan mengurus pria kesepian ini," ucap Mark lagi.

__ADS_1


Arta menatap ke arah Mark, Mark tersenyum lalu mundur dan berikutnya giliran Ziko.


"Terimakasih karena memberikan cinta yang sangat tulus, cinta yang tak bisa dibandingkan dengan apa pun," ucap Ziko, ia tersenyum menatap Maminya. Arta mulai meneteskan air matanya mendengar ucapan anak-anaknya.


"Mamiku yang cantik, terimakasih sudah menerima kami! Mami adalah ibu kami satu-satunya sekarang dan sampai selamanya!" ucap si kembar sambil memegang satu buket bunga mawar dan menyerahkannya pada Arta.


Arta menerima bunga itu, ia tersenyum menatap kedua anak kembarnya.


"Mami juga menyayangi kalian sayang," ucap Arta.


Si kembar mundur, lampu sorot menyoroti keempat anak kecil itu.


"Mami we Love You!" ucap mereka serentak sambil mengangkat gambar hari bertuliskan nama Arta.


Arta meneteskan air matanya melihat aksi anak-anaknya yang sangat disayanginya.


Tiba-tiba terdengar suara nyanyian seseorang yang sangat dikenal oleh Arta, suara suami yang sangat dicintainya.


Arkan menyanyikan lagu "It's you" yang dipopulerkan oleh Seizari sambil memainkan pianonya.


Arta meneteskan air mata haru.


Setelah selesai dengan nyanyiannya, Arkan berjalan mendekati Arta dengan gagahnya, lampu sorot menyoroti langkah pria tampan itu.


"Arta Chan Kartier, terimakasih untuk semua cinta yang kamu berikan untukku dan anak-anak kita, aku sangat mencintaimu sayang!" ucap Arkan sambil memegang salah satu tangan Arta


Arkan berlutut di hadapan Arta,


"Terimakasih sayang, selamat ulangtahun maaf aku terlambat dan maaf membuatmu risau selama sebulan terakhir, aku mencintaimu, aku tidak bisa mengucapkan kata-kata Romantis seperti orang lain, hanya saja lihatlah hatiku, aku sangat mencintaimu," ujar Arkan sambil memasukkan sebuah cincin permata berwarna biru muda ke jari manis istrinya.


Arta menangis, tersedu-sedu ia begitu terharu dengan semua kejutan ini, sungguh ia tak pernah mengharapkan mendapat acara seperti ini, namun Arkan telah mempersiapkannya jauh-jauh hari, ia bahkan mengundang awak media untuk mengabadikan momen mereka itu.


"Terimakasih, hiks...hiks..hiks...aku mencintaimu sayang!" ucap Arta.


Arkan tersenyum, ia berdiri dan mengecup kening Arta, lalu pipinya, hidungnya dan terakhir bibir gadis itu.


Arkan memeluk Arta dengan erat, suara riuh tepuk tangan terdengar di seluruh ruangan. Lampu dinyalakan dan acara berlangsung hingga selesai.


"aku mencintaimu, sangat mencintaimu," batin Arkan di dalam hatinya, ia terus merangkul istrinya.


Mereka semua menikmati acara itu, hingga akhirnya acara selesai dan semua tamu undangan mengucapkan selamat atas pernikahan Tito dan Vika serta selamat ulangtahun pada Arta.


Setelah acara pernikahan selesai, Arkan meminta seluruh anggota keluarga berkumpul, bahkan paman dan bibinya juga diminta ikut disana.


"Aku ingin mengumumkan sesuatu, mungkin ini akan menjadi hadiah pernikahan bagi kalian!" ucap Arkan sambil menatap Vika dan Tito.


Mereka penasaran dengan apa yang akan diucapkan pria ini.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2