Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Tertembak


__ADS_3

Begitu mendapat kabar dan foto dari anak buahnya, Mia dan Baron begitu senang karena rencana mereka berhasil.


Baron akan memanfaatkan mereka untuk menguras habis perusahaan Argaka dan menjadikan perusahaan itu menjadi miliknya.


"Hahahahh, rencana kita berjalan dengan lancar, selamat datang ladang uang hahahha," tawa Mia sambil memandangi foto yang dikirimkan oleh anak buahnya lebih tepatnya foto yang dirancang oleh Arta.


"Ayo pergi kesana, aku sudah tak sabar ingin mencicipi wanita itu hahahha," seringai jahat Baron sambil memang tubuh Arta di foto itu. Mia hanya bisa mencebikkan bibirnya pasalnya ia tahu bahwa pria itu memang suka celup sana celup sini.


Mia tak masalah dengan itu toh juga ia senang dengan terong milik orang lain, bagi mereka s*x sudah seperti makanan sehari-hari yang kalau tidak dipenuhi maka akan membuat sakit.


Selama pria itu tidak meninggalkannya, ia santai saja melihat Baron menikmati tubuh perempuan lain, memang pasangan yang menjijikkan.


"Ck....kau akan diservis oleh wanita lain, tapi ingat sayang servis ku yang paling mantap muachh," bisik Mia dengan suara seksi nan menggoda.


Baron dan Mia segera berangkat menuju markas B.J grup yang biasa mereka pakai untuk menahan korbannya dan menyiksa mereka disana.


Daerah itu sendiri merupakan daerah terbengkalai yang tidak akan dicurigai oleh orang-orang, mereka bisa melakukan aksi mereka dengan luwes disana.


Dengan kecepatan penuh seperti orang kerasukan setan sambil tertawa terbahak-bahak, Baron mengemudi memecah jalanan, ia mengklason dan menyalip mobil-mobil di depannya seperti orang gila.


Banyak pengemudi yang mengumpati mobil sport itu, beruntung tidak terjadi kecelakaan yang merugikan orang lain.


"Dasar mobil sialan! kusumpahi kau ditabrak kereta api!" umpat seorang pengemudi yang membawa serta keluarganya di dalam mobil, beruntung ia bisa mengendalikan mobilnya, salah sedikit saja ia dan keluarganya bisa kehilangan nyawa karena orang gila itu.


Mia dan Baron melaju menuju markas milik Baron. Mereka sedikit terkejut ketika melihat tidak ada penjaga yang menyambut mereka.


Baron dan Mia masuk ke dalam gedung itu dan betapa terkejutnya mereka melihat seluruh ruangan tawanan sudah terbuka dan tidak da orang disana.


"Sial!" pekik Baron, ia berlari menuju gudang tempat Atta dan Anak-anak itu dia perintahkan untuk dikurung.


BRAKKK


Pintu dibuka dengan kasar, yang mereka dapati hanya penjaga mereka yang terkapar lemah di atas lantai, kepala yang digundul serta tubuh yang lumpuh dan kaku.


"arghhh bajingan!!" teriak Baron.


Ia berlari memeriksa semua ruangan dimana tawanannya ditahan, dan hasilnya nihil, tak ada ditemukan satu pun tawanan di ruangan ruangan itu.


"Arhkkkk, tidak becus! bagaimana bisa semua tawananku lari sialan!!" pekik Baron.


"Kemari kau! siapa yang melakukan ini hah! kenapa menjaga seorang wanita dan anak-anak saja kalian tidak becus, tawananku juga lari semua!!" teriak Baron sambil mencengkram erat wajah anak buahnya yang sudah lemah itu.


"Wa...wanita i...itu yang melakukannya tu...tuan," jawab anak buahnya yang melemah.


"Jangan mengada-ada bodoh?" ucap Baron sambil melemparkan tubuh pria itu begitu saja ke dinding tanpa perasaan bersalah sedikitpun.


Baron memanggil seluruh anak buahnya, namun hanya sedikit yang tiba, hal ini membuat Baron semakin geram dan marah.


"Sial kemana kalian semua!!" bentak Baron lagi.


"Maaf tuan hampir seluruh anak buah habis di hajar oleh anak buah Blood Tears dan Dead Rose!" lapor tangan kanan Baron.


"Blood Tears dan Dead Rose? kenapa mereka ikut campur? arkhhh mati aku jika sampai mereka datang kesini!"ucap Baron frustasi, pasalnya ia tahu kedua kelompok Mafia itu adalah yang terbesar dan terkuat.


"Apa jangan-jangan wanita itu ada hubungannya dengan kelompok mafia itu? kenapa jadi seperti inu? sial!" ucap Baron yang mulai tak bisa berpikir jernih.

__ADS_1


Sedangkan Mia sedari tadi mengamati semua penjaga di gedung itu, tak ada yang babak belur tapu mereka semua terkapar lemah di atas lantai, bahkan ada yang sampai lumpuh.


Mia mengecek tubuh para anak buah itu, matanya tertuju pada sebuah jarum tipus yang menancap di kulit mereka.


Mia mencabut jarum itu, seketika itu juga anak buahnya kehilangan nyawanya.


"Arghh...egkkhh...uhukk-uhukk," pria itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya sesaat setelah jarum tipis itu dicabut oleh Mia.


Mia terkejut, bahkan Baron dan anak buahnya tak kalah terkejut melihat pria itu mati perlahan di hadapan mereka.


"Astaga!"pekik Mia melihat darah segar keluar dari mulut pria itu.


"Jangan sentuh jarum itu Mia! jarum itu beracun," teriak Baron, sontak Mia membuang jarum itu ke sembarang arah dan berlati mendekati Baron.


"Pantas saja semua anak buah yang berjaga tak berkutik, mereka di tusuk dengan jarum beracun yang sangat mematikan," gumam Baron.


"Siapa yang berani melakukan ini semua?" tanya Mia yang juga penasaran.


"Hanya satu orang yang punya metode selicik ini! lady Devil dari Blood Tears!" geram Baron sambil mengepalkan tangannya.


"Siapa dia?" tanya Mia yang memang tidak tahu menahu tentang dunia mafia.


"Ketua mafia terbesar di dunia, seorang wanita yang tak pernah memunculkan dirinya setelah menembak mati Demon dan menumbangkan kekuasaan Dead Poison!' ucap Baron.


"Ma...mafia? ta..tapi mana mungkin mereka berhubungan dengan kelompok itu," ucap Mia tak yakin.


" Kau benar, tak mungkin mereka berhubungan,tapi jarum ini membuatku curiga, arghhh sial!" kesal Baron.


"Persetan dengan kelompok itu! cepat cari semua tawananku!! jika tak kalian temukan siap-siaplah kehilangan kepala kalian!" titah Baron pada anak buahnya yang tersisa.


"Sialan!!" kesal Baron.


"Ayo pergi dari sini, mungkin kelompok itu menuju tempat ini!" ucap Baron menarik tangan Mia keluar dari gedung itu.


Saat mereka keluar, mata mereka terbelalak melihat anak buahnya terkapar di atas tanah. Kumpulan orang-orang berbaju hitam mengepung Mereka.


"Si....siapa kalian!" teriak Baron saat melihat orang-orang itu membekuk anak buahnya.


Sebuah mobil melaju dan berhenti agak jauh di hadapan mereka. Baron dan Mia menatap mobil itu penasaran dengan siapa sosok pria itu.


Seorang pria dengan rambut merah dan topeng putih keluar dari dalam mobil mewah itu. Semua orang berpakaian hitam itu menunduk hormat pada pria berambut merah itu.


Pria yang tak lain adalah Mr. Xiang alias Arkan pimpinan Dead Rose. Mata Baron terbelalak melihat secara langsung Mr. Xiang yang misterius dan jarang menampakkan dirinya.


"A...ada apa ini? ke..kenapa iblis itu datang kesini," gumam Baron menatap Arkan yang semakin mendekat.


"Tangkap mereka!" titah Mr. Xiang dengan suara berat miliknya.


Anak buahnya langsung membekuk Mia dan Baron. Sementara anak buah yang lain memeriksa gedung itu untuk mencari keberadaan nyonya dan tuan muda mereka.


"Tuan mereka tidak disini, tapi kami menemukan benda ini!" ucap anak buahnya sambil mengangkat sebuah jarum akupuntur dengan menggunakan pinset


Arkan dan anak buahnya terkejut melihat jarum akupuntur persis seperti milik lady Devil pimpinan Blood Tears.


"Jarum itu kalian temukan dimana?" tanya Arkan dengan suara bergetar yang membuat Baron sedikit menyeringai, ia berpikir bisa memanfaatkan situasi ini.

__ADS_1


" Dimana anak-anak dan istriku?" tanya Arkan dengan suara menahan amarah.


"Anak? istri? siapa yang dimaksud pria ini?" gumam Baron masih belum menyadari siapa orang yang mereka culik.


"Dimana wanita dan tiga anak yang kalian culik itu bajingan!!" suara menggelegar Arkan bergema di area itu, semua yang mendengar kemarahan pria itu bergidik ngeri saat mendengar suara pria itu.


"Mereka diculik oleh Blood Tears!" ucap Baron dengan lantang.


" Hahahahahahah.....hahahahahahah," tawa Arkan terbahak-bahak mendengar ucapan Baron.


"Bawa ke Markas!' seketika itu wajah Arkan berubah, Baron yang berpikir usahanya berhasil mengadu domba kedua kelompok itu menelan pil pahit karena kini mereka dibawa ke markas kelompok itu.


"Lepaskan kami! siapa kau sebenarnya hah? apa urusanmu dengan wanita dan anak-anak itu, asal kau tahu anak-anak itu anak kandungku jadi aku berhak atas mereka!" pekik Mia histeris saat pengawal menarik tangannya.


Arkan membuka topeng dan melepas rambut palsunya.


"Tu... tuan Ar...kan!" ucap Baron terkejut melihat sosok asli ketua Dead Rose yang sangat ditakuti itu.


"Kau telah memilih lawan yang salah bajingan!"


Plakkk


Tamparan telak menghantam wajah Baron, bahkan sudut bibirnya sampai mengeluarkan darah.


"Kau...kau tidak akan mampu menang melawan Blood Tears! kurasa istrimu dan anak-anakmu itu sudah dihabisi oleh mereka!" ucap Baron dengan tatapan tajam.


"Hentikan omong kosongmu bajingan!" teriak Arkan sambil menendang perut pria itu.


Brugghhh


Baron terhempas ke tanah setelah satu tendangan mendarat dengan sempurna di perut pria itu


"Uhukk....mati kau bajingan!!' teriak Baron sambil mengambil sebuah pistol yang berada di saku celananya.


Dorrr Dorr Dorr


Arkan yang lengah tertembak di bagian perut dan dadanya. Seluruh anak buahnya panik, Vasko mengeluarkan senjatanya dan menembak tangan pria itu.


Dor


Timah panas bersarang di lengan Baron.


"Shhhhh....mati kau!! arghh," Belum sempat Baron melesatkan pelurunya ia sudah pingsan dipukul oleh anak buah Arkan.


Vasko bergegas membawa tuannya menuju rumah sakit, Arkan kehilangan kesadarannya dan banyak darah berceceran dari tubuh pria itu. Tanpa mereka sadari Mia melarikan diri dari tempat itu tepat saat anak buah Arkan lengah dan meninggalkannya sendiri di mobil.


.


.


.


Arkan dalam keadaan darurat!!!


Like vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2