
"Ja...Jadi maksudnya pasangan mafia apa sih?" Tanya Vika masih bingung dengan semua kenyataan yang harus dihadapi.
"Jadi Gini Vik Arta dan Arkan itu Ketu...." ucapan Tito terpotong kata-kata Kart.
"Ehem...jangan bahas disini" ucap Kart sambil melirik ke arah si kembar yang sudah mulai penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh orang dewasa di ruangan itu.
"Ma, Mafia itu apa?" tanya Josua dengan polosnya.
" Eh... Mafia ya sayang ? belum saatnya kalian tahu nanti kalau Abang dan adik udah besar kalian akan tahu sendiri kok" jelas Arta memberi pengertian pada si kembar yang tampak penasaran.
" Oh gitu ya Ma, oke deh" ucap Josua mengangguk kecil.
" Sam bagaimana keadaan perusahaan?" tanya Arkan.
" Sampai saat ini masih cukup stabil, kami sudah menemukan beberapa petinggi yang melakukan korupsi serta mencatat beberapa mata-mata. Setelah pernikahan Sanjaya dan Mahendra dilakukan, kita akan menghapus semua rumor yang beredar dan menjalankan perusahaan secara normal" jelas Samuel.
" Sanjaya dan Mahendra? apa hubungan kedua perusahaan besar itu dengan Whitegar?" tanya Kart.
" Mereka berusaha menyabotase data perusahaan dan mengirimkan beberapa mata-mata di perusahaan, beruntung sistem keamanan data Whitegar sangat kuat sehingga sulit di tembus" jawab Samuel.
" Kak, Mereka adalah orang yang sama yang berusaha menyabotase Star dan Mars company, Arta sudah tahu siapa otak di balik ini semua" ucap Arta.
" Bagaimana kamu tahu kalau Mars juga disabotase?" tanya Arkan terkejut.
" Sebelumnya Arta pergi ke perusahaan untuk melacak keberadaan Karina, di saat yang sama mereka mencoba menyabotase data dan dokumen penting perusahaan. saat dicari tahu, ternyata mereka juga mencoba memasuki sistem keamanan di perusahaan kakak. " jelas Arta.
" Arta sempat khawatir jika sistem keamanan di perusahaan kakak tidak kuat, ternyata apa yang Arta pikirkan itu salah, sistem keamanan dua perusahaan besar ini sama bahkan cara kita menipu pencuri itu juga sama" tambah Arta menjelaskan.
"Memangnya apa yang kalian lakukan? " tanya Tito.
" hmm... karena Arta sering diwakilkan oleh Karina, akhirnya kami membuat sistem dimana jika hacker menyerang data perusahaan, maka yang akan mereka dapatkan adalah data palsu mengenai profil perusahaan dan juga informasi penting seputar perusahaan. " jelas Arta.
" siapa yang melakukan itu?" tanya Arkan penasaran.
"Pria tampan yang sedang bermain dengan laptop disana dan juga adik asistenmu itu kak" ucap Arta menunjuk Celo dan Karina bergantian.
" Wah, tak kusangka bebek liar dan tikus got ini bisa melakukan kerja sama sehebat itu" sindir Tito, yang di sindir saling tatap lalu memalingkan wajah masing-masing karena kesal.
__ADS_1
" hahahah, walaupun sering berkelahi mereka ini partner kerja paling top di perusahaan, makanya Arta bisa santai dan terkadang mereka juga membantuku saat Roki bangun" kekeh Kart .
" Ternyata gen keluarga Ferdinan itu luar biasa ya, Tito juga yang mengurus masalah sistem keamanan data di Mars company, dia dibantu Vika walau jarak jauh" jelas Arkan.
" Lalu untuk Whitegar , Papa dan Mama yang mengurus masalah keamanan data " tambah Arkan yang membuat semua orang kecuali Samuel membelalakkan matanya tak percaya dengan ucapan Arkan.
" Ap..apa? Paman dan tante yang mengurus? wah luar biasa, kupikir mereka adalah orangtua yang kolot dan gaptek ternyata mereka lebih ahli dari si kolot ini" ucap Vika dengan tatapan meledek ke arah Tito.
" Loh...loh loh.... kok gue yang kena juga sih?" kesal Tito menatap kesal ke arah Vika.
" Pffth hahahha, kalian ini ada ada saja" tawa semua orang yang ada di ruangan itu.
.
.
.
" kita akan segera menjalankan rencana kita, Mama coba hubungi Arta supaya kita bisa pakai dia sebagai ancaman untuk Roki" ucap Jaya Mahendra pada istrinya. mereka sedang duduk di ruang santai dalam ruangan presdir perusahaan Mahendra.
" Baik Pa, lalu bagaimana dengan Mars Company? apakah adiknya Robin mau mengikuti misi kita?" tanya Fanya pada suaminya.
"Baiklah, Mama akan menghubungi perempuan cacat itu, kita akan culik dia lalu gunakan sebagai ancaman untuk Roki" ucap Fanya.
Fanya mengeluarkan ponselnya lalu mencari nama Arta di ponselnya. Ia menghubungi nomor tersebut.
" Halo tan? ada apa?" ucap Arta cuek.
"Sialan si cacat ini, nada bicaranya seperti merendahkanku saja, sabar Fanya Sabar ini demi uang hahhaha" gumamnya dalam hati.
"Halo? Tan ?" Panggil Arta lagi.
"Eh i..iya halo Arta sayang, Tante bisa ketemu sama kamu nggak? ada yang mau tante sampaikan" ucap Fanya dengan nada lembut.
"Mau sampaikan apa tan? Arta gak ada waktu, ini masih cari kerjaan soalnya" balas Arta berbohong.
"Ini mengenai kedua orangtua kamu Arta, mereka memiliki wasiat yang harus Tante sampaikan" ucap Fanya berbohong.
__ADS_1
"Baiklah, dimana dan kapan tan?" tanya Arta.
"Nanti tante kirim alamatnya, Kamu datang aja sendiri gak usah bawa suamimu" ucap Fanya.
"Kenapa tan? " tanya Arta.
"Eh...i..ini kan masalah keluarga Kartier, ada baiknya kamu tidak melibatkan suami kamu,, selain itu dia kan harus cari kerja" kilah Fanya.
"Hmm baiklah,"ucap Arta lalu memutuskan panggilannya secara sepihak.
"Dasar wanita Cacat huh!! " Kesal Fanya meremas ponselnya .
"Sabar Fanya sabar, setelah ini kamu akan dapat uang banyak hahahah" tawanya lagi memenuhi ruangan hingga membuat Jaya mengerutkan keningnya.
"Ada apa? jangan bilang kau jadi gila karena wanita cacat itu" ledek Jaya dengan tatapan sinis ke arah istrinya.
"Hahahah, siapa yang gila Pa, Arta mau menemuiku. Kita akan culik dia " ucap Fanya tertawa terbahak-bahak dengan rencana liciknya.
Jaya ikut tersenyum, ia geleng-geleng kepala dengan perilaku istrinya itu.
"Dua hari lagi pernikahan putri kita, apa tidak lebih baik kita jalankan rencana kita saat itu saja?" tanya Jaya.
"Benar juga Pa, Baiklah kita akan menculik Arta dan mengancam Roki saat itu juga. Dan kebetulan, Pimpinan dua perusahaan itu akan hadir di acar pesta pernikahan Robin dan Tania" ucap Fanya menyetujui usulan suaminya.
"Tampaknya surga mendukung kita untuk menjadi penguasa di negeri ini Ma hahahhaha" tawa Jaya diikuti oleh Fanya.
"Tapi pimpinan Star dan Mars Company tidak tahu kan siapa pelaku penculikan itu?" tanya Fanya khawatir.
"Tenang saja Ma, mereka tidak tahu siapa yang menculik mereka. Kemarin mereka bisa lolos karena para penjaga itu tidak becus kerjanya, kali ini akan kita pakai orang dalam hahahah" ucap Jaya dengan tawa setannya.
"Baguslah, " ucap Fanya tenang.
Kedua manusia rakus itu sungguh bangga dengan semua rencana busuk mereka. Isi kepala mereka hanya dipenuhi dengan uang, uang dan uang. Segala cara akan mereka lakukan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Padahal mereka tidak tahu karma apa yang sedang menunggu keluarga mereka di luar sana. Semakin besar perusahaan mereka, semakin banyak pula korban dan musuh yang mereka ciptakan.
Serangan balik dari para korban akan menghancurkan keluarga rakus itu.
__ADS_1
.