Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Mr. Xiang


__ADS_3

Tak terasa malam berganti pagi, Celo dan Indah masih belum sadar dari tidurnya. Tampak 10 anak buah Blood Tears dan Dark Rose menjaga mereka disana, tentu dengan penyamaran.


Hanya 2 dari mereka yang berpakaian bodyguard, sementara yang lainnya berkamuflase menjadi pasien, suster dan pengunjung di rumah sakit itu.


Sementara itu di sebuah gedung tua, seorang pria dengan rambut merah dan wajah sedikit berkeriput dan penampilan sangar yang ternyata adalah Arkan yang berubah menjadi Mr. Xiang si raja Mafia tengah menghajar seseorang secara membabi buta. Pagi tadi sekitar pukul 5 ia mendapat laporan bahwa ada anak buah Shark Monster yang menyusup ke dalam keanggotaan Dark Rose sehingga informasi mengenai Dark Rose hampir bocor ke tangan musuh.


Sreettt.......


Arkan memotong jari-jari pria itu dengan sebuah belati kecil berwarna silver. Belati itu kemudian diarahkannya ke wajah pria itu dan lagi-lagi Arkan mengiris permukaan kulit pria itu tipis-tipis seperti tengah menyayat daging hingga darah bercucuran dari wajah pria itu.


"Arkh.....arhkkk.....sa..sakit!!!" teriak pria itu tak tahan dengan siksaan yang diberikan pria yang dikenal dengan sebutan Setan mawar itu.


"Hahahaahha.....kau tahu sakit tapi kau berani-beraninya menyusup ke dalam kelompok ku bangsat!!!!" bentak Arkan sambil menusukkan belati itu ke punggung tangan pria itu.


"Arkhhhh...." teriaknya lagi.


brughh..brughh....brugh


"Diam!!" teriak Arkan.


Semua anak buah yang menyaksikan kejadian itu bergidik ngeri melihat aksi bos mereka itu. jari-jari tangan pria itu teronggok begitu saja di atas lantai,darahnya membasahi seluruh tubuhnya, bahkan tangan dan pakaian Arkan juga ikut berlumuran darah.


"Kau tahu kan sedang berhadapan dengan siapa? Aku tak akan membunuhmu dengan tanganku, tapi kau akan memilih mati sendiri!!" ucap Arkan.


"Kalian semua lihat dan saksikan ini!!! jika sampai kutemui lagi penghianat seperti si bangsat ini maka bukan hanya tubuh kalian yang akan kusiksa, keluarga kalian pun akan kubasmi!!" tegas Arkan.


Mereka semua menelan Salivanya masing-masing dengan kasar, tentu saja semua tahu jika ada penghianat maka hari dimana ia ketahuan maka hari itu akan menjadi ajalnya.


"Seret dia ke ruangan tawon, biarkan dia mati dengan sendirinya disengat ribuan tawon beracun itu!! setelah itu kirim mayatnya ke markas Shark Monster, sematkan bunga mawar hitam disana!" perintah Arkan.


"Ck...kau merusak pagiku bajingan!!" kesal Arkan sambil memukul kepala pria itu.


"Mati saja Kau!!" ucap Arkan melepaskan bajunya yang berlumuran darah dan melemparkannya ke wajah pria itu.


"Ampun...ampuni saya tuan, arkhhh...." teriak pria itu menangis darah memohon pengampunan, namun nihil Arkan tak menggubrisnya.


"Vasko bereskan masalah ini, disiplinkan seluruh anggota jangan sampai kalian kecolongan seperti ini lagi!!" kesal Arkan sambil memakai pakaiannya di dalam ruangan pribadinya di markas Dark Rose.


"Baik Mr.Xiang, " jawab Vasko tegas.


"Dan lagi cari tahu sudah sejauh mana ia memberi informasi tentang markas ini, periksa seluruh ruangan, mungkin ia memasang penyadap, kamera pengawas, perekam suara, GPS, apa pun itu, jika ketemu segera bakar dan hancurkan semuanya!"perintah Arkan.


"Seharusnya akau menikmati pagiku bersama keluargaku, cih kalian ini mengganggu saja," kesal Arkan lalu berlalu menuju mobilnya. Ia meninggalkan markasnya lalu kembali ke rumah saat jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


"Anda sudah berubah tuan, biasanya Anda akan langsung membunuh penghianat itu dengan tangan anda sendri, dan Anda akan terpuruk setelah itu, kuharap tuan bisa hidup tenang," ucap Vasko menatap kepergian tuannya itu.


Mr. Xiang yang dikenal sebagai setan mawar itu terkenal karena kekejamannya pada musuh-musuhnya, ia tak akan segan-segan mencabut nyawa penghianat dengan tangannya sendiri.


Ia akan mencincang tubuh mereka hingga hancur tak berbentuk dan mengantarkannya sendiri dengan tangannya kepada kelompok mafia yang berani mengganggu ketenangannya.


Namun itu dulu saat pertama ia masuk dunia mafia ketika ia menyelamatkan ketua asli Dark Rose yang sudah paruh baya tepat di hari saat Nathan sahabatnya meninggal.

__ADS_1


Sejak saat itu ia ikut bergabung dengan Dark Rose dan diangkat secara langsung menjadi ketua baru yang tak kalah kejamnya.


Dunia Arkan pada masa itu adalah dunia yang benar-benar gelap, hanya saja mereka tidak melukai orang-orang kecil, bahkan mereka melindungi wanita dan anak-anak.


Mereka sangat senang menggagalkan semua rencana penyelundupan yang dilakukan kelompok mafia lain. Hal inilah yang membuat nama Dark Rose naik ke permukaan dan menjadi salah satu kelompok mafia paling ditakuti.


Hingga akhirnya Arkan bertemu dan menikah dengan Arta, semuanya seolah berubah secara perlahan-lahan. Ia menjadi lebih handal mengendalikan emosinya, karena ia tahu sekarang ada keluarga kecil yang menunggunya pulang ke rumah.


Istri dan anak-anaknya yang harus dilindunginya dengan sekuat tenaga. Harta berharga yang Tuhan berikan padanya untuk dijaga.


"Sialan mereka itu, mengganggu waktuku saja, aku jadi tidak bisa melihat wajah cantik istriku saat bangun tidur, bahkan tak bisa melihat si kembar !!" gerutu Arkan di dalam mobilnya sambil membuka wig dan melepas topeng kulitnya itu.


Sementara itu di Mansion utama Whitegar, suasana sangat ramai, bagaimana tidak? sekarang di rumah itu sudah ada 4 orang anak kecil yang tengah bercanda ria dengan pembantu bohongan yang baru diperkenalkan Samuel hari ini pada seluruh pelayan di rumah itu.


"Kakak Vika, ini rambut Abang Josua dikuncir dulu!" seru Jeni sambil menyerahkan kuncir rambut warna warni pada Vika yang tengah menyisir rambut Josua yang sudah pasrah didandani atas perintah Jeni.


"Kakak Kath, ini kuncir buat Abang Ziko," ucap Jeni pada Katherine yang tengah mendandani Ziko anak Pak Kus yang usianya selisih tiga tahun dengan si kembar.


"Siap nona manis," ucap Kath tersenyum.


"Kakak Karin, itu bajunya harus warna pink buat Abang Mark, biar serasi sama Jeni, terus kuncir rambutnya yang ini!" celetuk Jeni sambil menyerahkan gaun pink yang didapatnya dari kamar Arta dan juga kuncir boneka beruang untuk dipakai anak lelaki yang beranjak remaja itu.


"Astaga Jeni, Abang malu kalau didandani begini," gerutu Mark kesal.


"Huhuhuhu...Abang Mark gak sayang sama Jeni huhuhu," rengek Jeni mengeluarkan jurus menangisnya yang sangat ampuh meluluhkan hati ketiga pria kecil yang tengah didandani oleh perempuan yang tengah menyamar itu.


"Hufhttt, iya iya Abang mau jangan nangis ya sayang ya," ucap Mark seraya mengusap air mata Jeni kecil.


"Nona Jeni pintar sekali ya hahahah," kikik Vika tak mampu menahan tawanya melihat penampilan ketiga anak kecil itu yang seketika berubah seperti boneka Barbie akibat ulah Jeni yang merengek pagi-pagi meminta agar mereka di dandani sesuai keinginan Jeni.


"Wah....wah wah ada apa ini? sepertinya akan ada pesta rumah teh lagi," celetuk Arta yang baru selesai memasak di dapur, ia menghampiri mereka di dalam ruangan bermain.


"Selamat pagi nona," sapa ketiga pelayan itu menjalankan peran masing-masing.


"Selamat pagi juga," balas Arta dengan hangat.


"Selamat pagi Tante," sapa Mark dan Ziko sopan.


"Halo selamat pagi, wah Abang Josua dan Jeni gak kenalin Mama nih teman barunya?" ucap Arta.


"Hehehe, Mama ini Abang Mark dan ini Abang Ziko anaknya Pak Kus, manusia super!" celetuk Josua membuat mereka yang mendengar terkekeh.


"Halo tante, saya Mark," sapa Mark sopan.


"Halo tante,saya Ziko," sapa Ziko hormat.


"Halo sayang, selamat bergabung dengan keluarga Argaka nak, semoga kalian betah disini," ucap Arta lembut sambil memeluk kedua lelaki kecil itu dengan hangat.


Ziko dan Mark tertegun, baru kali ini mereka merasakan lembutnya pelukan hangat dari seorang wanita yang tak pernah mereka rasakan selama mereka hidup.


Ziko dan Mark memeluk Arta dengan erat, rasanya sangat nyaman dalam pelukan wanita itu.

__ADS_1


"Hangat sekali, aku senang bertemu Tante cantik ini, dia seperti seorang Ibu yang sangat menyayangi kami," ucap Mark dalam hatinya.


"Aku rindu pelukan hangat seperti ini, rasanya tak pernah ada yang memelukku sehangat ini, huhuhu," lirih Ziko dalam hatinya, air matanya mulai menetes tanpa ia sadari.


"Kenapa menangis nak?" tanya Arta heran.


"Ah..ma..maaf Tante hiks hiks hiks," ucap Ziko sesenggukan.


"Ma..maafkan adik saya Tante," ucap Mark lirih, ia memeluk adiknya yang memang cengeng itu.


Josua mendekati Arta lalu membisikkan apa yang didengarnya pada Arta. Arta terkejut, namun ia berusaha agar ia tak terlalu mencolok agar yang lain tidak curiga dengan kemampuan anaknya itu.


"Nak, mulai hari ini kalian panggil Tante Mama ya sama seperti Josua dan Jeni," ucap Arta lembut membuat semua orang dalam ruangan itu menatapnya.


"Hiks hiks hiks, bisakah Ziko panggil bunda?" pinta Ziko berderai air mata.


"Ia bolehkah kami panggil bunda?" tanya Mark ikut menangis.


"Terserah kalian sayang," ucap Arta sambil tersenyum tulus, ia menatap wajah kedua anak itu lalu menghapus air matanya.


"Huaaaaa..... terimakasih bunda, terimakasih huhuhuh," tangis Ziko dan Mark pecah dalam pelukan Arta.


"Hushh sudah jangan menangis, nanti Jeni marah karna dandanannya luntur heheheh," kekeh Arta.


"Mama Jeni gak gak marah kok, gak apa-apa yang penting Abang Ziko sama Abang Mark nggak sedih terus," celetuk Jeni sambil memeluk Mamanya dengan erat, begitu juga dengan Josua yang memeluk Arta dari belakang.


"Baik sekali hatimu Arta, kau wanita yang sangat hebat," ucap Karina dalam hati.


"Sungguh lembut gadis ini, dia Ibu yang hebat" ucap Kath dalam hati sambil menatap momen itu.


"Wah apa aku bisa seperti Arta nanti? dia hebat sekali, anak-anak sangat menyukainya, luar biasa memang istri sepupuku ini!" puji Vika sambil menatap mereka dengan senyuman bahagia.


"Cih dasar wanita licik!! kenapa kau malah mengambil hati kedua bocah ingusan itu!!! arhkkk hancur sudah rencanaku menggoda mereka untuk menjadikanku Ibunya, hahahah tak apalah aku akan menggoda suami tampanmu itu wanita sialan!!" ucap seseorang dalam hatinya dari balik pintu.


Josua dan Jeni mendengar jelas suara itu, ekspresi mereka berubah datar namun seketika kembali normal saat Arta memegang tangan mereka berdua.


"Abang siapa itu tadi?" ucap Jeni melakukan telepati dengan Josua.


"Entah, nanti kita cari tahu, kita harus beritahu pada Mama dan Papa tapi tidak disini!" ucap Josua kecil.


.


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😊😊😊


Stay safe guys, patuhi protokol kesehatan, rajin olahraga, konsumsi vitamin dan jauhi kerumunan. Mari kita hempaskan Virus Corona ini jauh-jauh dari peradaban ini!!!

__ADS_1


Semangat buat yang di rumah aja, semangat yang cari uang, semangat buat yang lagi sakit semoga cepat sembuh dan semoga negeri ini cepat pulih Amin!!!


__ADS_2