Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Vika


__ADS_3

Brakkk


Vika menggebrak pintu ruangan dimana Tito, Celo dan Indah sedang berdiskusi, sebenarnya bukan karena marah atau terjadi sesuatu tapi sudah jadi kebiasaan wanita cantik itu.


"Kak masuk itu yang lembut napa? hampir copot jantung gue," kesal Celo.


"hehehe Sorry dek, kebiasaan," ucap Vika sambil menghampiri Tito yang duduk di meja kerja yang tersedia dalm ruangan itu.


"Sayang," panggil Tito.


"Sayang !!" teriak Vika sambil memeluk pria itu.


" Maaf ya yang tadi, " ucap Tito sambil memeluk kekasihnya itu.


"Cie elah napa pacaran disini woi !" kesal Celo menatap sinis ke arah dua sejoli itu.


"Suka-suka kita Celo," ucap mereka serentak lalu tertawa terbahak-bahak melihat wajah masam Celo.


"Kenalin sayang, ini Indah," ucap Tito sambil menggeser tempat duduk untuk Vika di sampingnya.


"Terimakasih, ah kamu memang Indah seperti namanya, kenalin aku Vika," ucap Vika dengan senyuman lembut.


"Indah kak," ucapnya malu-malu.


"Jadi gimana ceritanya dia bisa kerja sama dengan kita?" tanya Vika menatap mereka secara bergantian.


"Begini kak Vika, ternyata Indah ini bukan anak kandung tuan Sanjaya, ia diadopsi saat usianya 3 tahun, awalnya mereka sangat menyayangi dia namun lama klemaan rasa sayang itu berubah, mereka menyiksanya setiap hari, memaksanya bekerja tanpa di upah, memaksanya melakukan segala keinginan mereka bahkan melakukan kekerasan padanya, Nah singkat cerita, si Indah ini di paksa sama tua bangka itu untuk ngegoda Kak Tito yang mereka pikir pimpinan Mars company, nantinya mereka dengan sengaja akan meminta pertanggungjawaban dari kak Tito untuk menikah dengan Indah agar mereka bisa megusai perusahaan Mars melalui Indah gitu kaka," jelas Celo membuat Vika begitu terkejut dengan penjelasan Celo.


"Apa!!" teriak Vika.


"Jadi kamu akan menikah dengan Tito dong," ucap Vika tak terima, ia sangat geram dengan penjelasan Celo tadi. Bagaimana mungkin ia bisa merelakan kekasihnya menikah dengan orang lain.


"Tenang dulu kak Vika yang cantik, gue belum selesai," ucap Celo merotasikan kedua bola matanya, sementara Tito hanya senyum-senyum bahagia karena melihat aura kecemburuan di mata kekasihnya itu. Lain lagi halnya dengan Indah yang sudah ketakutan karena teriakan Vika tadi hingga ia hanya menunduk diam tanpa merespon kata-kata mereka.


"Ya sudah lanjutkan," ucap Vika.


"Tadi kita udah diskusi bahwa kita akan melanjutkan akting ini sampai di tahapĀ  rencana yang sudah diatur kak Arkan dan Arta, kak tito dan Indah tidak akan menikah, jadi kakak tenang saja," ucah Celo menjelaskan.


"Huffthhh....syukurlah, aku tak akan rela membiarkan kekasihku ini menikah dengan orang lain walau hanya pura-pura,"tegas Vika menatap Tito dengan tatapan serius yang dibalas senyuman lembut oleh tito.


"Aku pun tak mau jika harus menikah dengan orang lain selain dirim sayang," goda Tito membuat Vika malu dan menunjukkan wajahnya.


"Huwekkkk sudah sudah, mereka akan curiga jika tak menemukan kalian di kamar itu, cepatlah pergi dan beraktinglah yang benar," ucap Celo dengan nada kesal.


"Iya iya Celo," ucap tito pasrah.


"Indah, kamu gak apa-apa kan?" ucap Vika menanyakan keadaan Indah yang sedari tadi diam tak merespon mereka.


'Ehmm...i..iya kak, Indah gak apa-apa kok, Indah cuma takut mereka mengetahui semua rencana ini dan kembali menyiksa Indah," ucapnya dengan nada lirih membuat Vika, tito dan Celo iba. Semua ini bukan kesalahan gadis kecil itu, ia hanya diperalat untuk mendapatkan keinginan keluarga angkatnya yang jahat itu.

__ADS_1


"Hahhhh......jahat sekali mereka, kamu tenang saja kami akan melindungimu," ucap Vika menguatkan gadis itu.


"Terimakasih kak hiks hiks hiks," ucap Indah melepaskan tangisan yang sudah sejak tadi ditahannya. Celo menatap iba ke arah gadis belia seumurannya itu, rasanya ia tak tega melihat gadis itu menangis.


"Indah jangan menangis, kami akan menolongmu, jika perlu akan kuminta kakakku membawamu bersama kami," ucap Celo menguatakn gadis itu.


"Terimakasih tuan," ucapnya dengan nada lirih.


"Hei kita seumuran jangan panggil aku tuan, panggil saja Celo," ucap Celo tak suka dengan panggilan Indah pada dirinya.


"Baik Celo," ucap Indah sambil mengusap air matanya.


Indah dan Tito bersama sama dengan Vika dan Celo kini beralih ke ruangan kamar hotel yang sudah disiapkan oleh sanjaya dan Jaya Mahendra agar tidak mengundang kecurigaan mereka.


"Kalian berdua berpura-pura tertidurlah di bawah selimut itu, kau lepas pakaianmu dan pakai ini," ucap Vika sambil memberikan pakaian ganti pada Tito berupa kaos putih dan celana panjang hitam.


"Indah sini kubantu lepas gaunmu dan pakai ini," ucap Vika sambil memberikan gaun tanpa lengan pada Indah.


Celo mengambil pakaian yang dipakai Tito tadi lalu meletakkannya secara sembarangan di atas lantai begitu pun dengan gaun gadis itu membuat seolah-olah mereka baru melakukan kegiatan intim sesuai rencana Jaya Mahendra.


"Tapi apa harus aku tidur di sampingnya?" ucap Tito dengan tatapan berharap agar Vika menemukan ide lain.


"Kau harus tidur di sampingnya sayang," ucap Vika sambil memegang lengan pria itu.


"Arghhhh kau saja yang tidur disitu, aku tak mau tidur dengan wanita lain," ucap Tito kesal.


"Tuan saya juga tak Sudi tidur dengan anda jadi tolong jaga batasan," ucap Indah berdecak kesal karena Tito seolah-olah membuatnya seperti wanita liar.


"Tuan jangan seenaknya berbicara, saya wanita baik-baik, jika tidak sedari tadi saya sudah melapor pada tua bangka itu!!" balas Indah mengeluarkan uneg-uneg.


Mereka semuanya terdiam, benar apa kata gadis itu, andai dia perempuan jahat dia sudah menggoda bahkan melaporkan rencana mereka pada orang-orang jahat itu.


"Sudahlah, kalian ini jadi berdebat, kita harus cepat, sana naik ke atas ranjang," perintah Vika mulai geram dengan dua manusia itu.


"Arhhhh.....sial!!" kesal Tito, Indah hanya diam sambil mengikuti perintah mereka.


Vika dan Celo membuat ruangan itu terkesan berantakan, bahkan rambut Indah sengaja dibuat berantakan untuk memperdalam drama mereka.


"Beres,ayo bersembunyi!" ucap Vika sambil menarik lengan Celo ke dalam kamar mandi dalam kamar hotel itu.


Tito dan Indah masih membuka mata mereka dan larut dalam pikiran mereka masing-masing hingga suara pintu membuat mereka memulai akting mereka dengan baik.


Ceklek


Seorang pria suruhan Jaya Mahendra masuk diam-diam ke dalam kamar itu menggunakan kunci cadangan dari pihak hotel. Ia lalu mengambil gambar kedua sejoli itu. Tampak Tito tanpa mengenakan pakaian di bagian atas memeluk Indah yang penampilannya acak-acakan di bawah selimut tebal kamar itu.


Setelah menjalankan misinya, pria itu keluar dan meninggalkan mereka. Lalu terdengar suara Jaya di luar kamar itu.


"Buka!!! hei kalian !!! pasti kalian berbuat mesum disini kan!!" teriak Jaya berpura-pura.

__ADS_1


BRAKKK


Pintu dibuka dengan cara yang kasar membuat kedua penghuni kamar itu terlonjak kaget dengan kedatangan Jaya Mahendra dan Sanjaya.


"Astaga apa ini!!!" ucap Sanjaya.


"tu...tuan..." lirih Indah dengan mata berkaca-kaca menatap orang-orang itu.


"Indah dasar kau wanita jalang!! kenapa kau berani menggoda Mr. Lu!!" teriak Sanjaya menghampiri gadis itu.


Plakkk


Satu tamparan mendarat di pipi mulus gadis itu membuatnya semakin menangis karena rasa sakit yang dirasakan di pipinya.


"Erghhh....." Tito meregangkan otot-otot tubuhnya lalu menatap kedua orang itu dengan malas.


"Kalian mengganggu tidurku!!" bentak Tito membuat kedua pria tua itu terkejut.


"Mr. Lu maafkan saya atas kelakuan anak angkat saya ini, dia memang tidak berguna!! kemari kau!!!" teriak Sanjaya dengan wajah penuh amarah.


"Ma..maafkan saya tu..tuan," tangis Indah tersedu-sedu mendengar bentakan pria tua itu.


Sanjaya mendekati gadi itu hendak menarik tangannya.


"Siapa yang menyuruhmu menyentuhnya? dan buat apa kalian menerobos masuk kesini haha!!!" amarah Tito sudah di ujung, ia membentak kedua pria itu tanpa rasa hormat.


"Maafkan saya Mr.Lu tapi anak ini sudah mencoreng nama baik keluarga kami," jelas Sanjaya.


"Cih....aku akan bertanggungjawab, apa yang kau mau sebagai ganti wanita ini hmm?" ucap Tito memberi penawaran.


"Benarkah tuan, karena jika tidak bisa saja orang-orang licik di luar sana menyebarkan foto kalian bermesraan disini," ucap Jaya dengan sindiran halus yang menyebabkan Tito membelalakkan matanya.


"Apaa!! beraninya kau mengancamku Jaya Mahendra!!" teriak Tito marah, seketika senyuman tampak di wajah Jaya dan Sanjaya, sepertinya umpan mereka berhasil ditangkap.


"Kau harus menyerahkan setengah sahammu untuk perusahaan Mahendra group agar kau selamat dari ini," ucap Jaya Mahendra.


"Apa!! kau ingin aku menyerahkan Perusahaanku padamu hah!!" kesal Tito.


"Jika tidak kau akan tau akibatnya Mr.Lu yang terhormat," ucap Sanjaya menimpali.


"Argh...sialan!!! ini semua karena kau jalang!!" teriak Tito marah sekali frustasi padahal hanya akting tapi tampak begitu nyata membuat Vika, Celo dan orang lain yang mendengar berdecak kagum dengan kemampuan pria itu.


"Bagaimana Mr. Lu?" ucap Jaya.


"Baiklah akan kulakukan, namun gadis ini sebagai gantinya!!" ucap Tito tegas.


"Tentu, bawa saja pembawa sial itu Mr. Lu anda bisa melakukan apa saja padanya, menjual atau membunuhnya terserah anda," ucap Sanjaya dengan nada sarkasnya.


Indah menangis sejadi-jadinya, kali ini bukan akting, tangis sungguhan akibat hati yang terluka begitu dalam.

__ADS_1


"Papah....kenapa jahat padaku, bukankah aku anakmu hiks hiks....kenapa kalian jahat huhuhuhu...." tangis ya sesenggukan namun pria tua itu mengabaikan dirinya dan langsung keluar dari ruangan itu.


"Kurang ajar!!!"


__ADS_2