Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Aneh


__ADS_3

Arkan melajukan mobilnya menuju Basecamp Dark Rose. Ia mengenakan kacamata khas miliknya, dengan pakaian formal ia berjalan dengan gagahnya menuju ruangan pribadinya di base camp itu.


"Selamat datang tuan!" seru semua penjaga yang ada disana. Arkan hanya mengangguk dan masuk ke dalam ruangannya.


"Serahkan semua laporan yang kuperintahkan 2 hari yang lalu!" titah Arkan.


Asistennya pun mengambil sebuah amplop cokelat berisi beberapa dokumen yang diminta bosnya.


"Ini bos," ucap asisten itu.


Arkan membuka setiap lembar dokumen tersebut, tertera disana nama Mahendra group dan semua daftar pekerjaan ilegal serta tindak kekerasan dan ancaman yang dilakukan perusahaan tersebut.


"Bagus Vika!" puji Arkan pada Vika yang adalah asistennya di dunia mafia.


Arkan tersenyum sinis, matanya selanjutnya beralih pada berkas tentang keluarga Hillary. Saat ia melihat berkas itu, jantungnya terasa berdegup kencang, tangannya gemetar dan dadanya terasa sesak.


"Hufftt..... ada apa denganku?" ucap Arkan resah.


.


.


.


Arta tengah duduk di ruang santai sambil mengajari si kembar membaca, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, tangannya gemetar dan dadanya terasa sesak.


"Hufftt....ada apa ini?" ucap Arta gelisah.


.


.


Arkan membuka berkas itu dengan pelan, dibacanya dengan seksama isi laporan tersebut.


Saat ia membacanya, matanya memerah, tangannya mengepal, kini amarahnya sudah di puncak ubun-ubun.


Brakkkk.....


Arkan menggempar meja dihadapannya membuat semua orang tersentak dengan amarah bosnya itu. Tampak sorot kebencian dan amarah yang tak pernah mereka saksikan selama ini akhirnya keluar juga.


"Sialan kalian Mahendra!!!" teriak Arkan marah.


Ia kemudian merogoh ponselnya lalu menelepon seseorang.


"Halo Kakak Ipar, mari bertemu ada yang ingin kubicarakan!" ucap Arkan.


Arkan menggenggam erat kertas dihadapannya, ia telah mengetahui siapa dalang dibalik semua peristiwa yang menimpa orang-orang terkasihnya di masa lalu.


"Vika, segera siapkan anak buah, dan perketat penjagaan di sekitar mansion juga perusahaan!" titah Arkan.


"Dan persiapkan timmu!" jelas Arkan membuat Vika menunduk mengerti dengan titah bosnya.

__ADS_1


"Siap Bos!" ucap Vika.


Arkan melangkahkan kakinya keluar dari base camp Dark Rose, ia menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju apartemen Kart.


.


.


.


Kart sedang menemani Tito dan Karina, mereka baru diizinkan pulang hari ini. Tiba-tiba ponselnya berdering dan ia langsung mengangkat panggilan itu.


Setelah berbicara, ia mengantarkan Tito dan Karina ke Mansion utama Whitegar atas permintaan Arkan.


Setelah mengantarkan mereka, Kart melajukan mobilnya menuju Apartemen tempat ia akan menemui adik iparnya itu.


Kart sampai di depan apartemennya, dilihatnya mobil Arkan sudah terparkir di halaman parkir apartemen itu menandakan bahwa Arkan sudah tiba lebih dahulu.


Kart masuk ke dalam apartemennya, matanya tertuju pada adik iparnya yang tengah anteng duduk di meja kerjanya sambil memutar sebuah video.


"Arkan!" sapa Kart, Arkan menoleh dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Ada gurat kesedihan, cemas, marah dan dendam tergambar disana.


"Kak kau sudah tiba, kemarilah dan lihatlah ini!" ucap Arkan memanggil Kart.


Kart berjalan mendekati Arkan, dia melihat video yang tengah diputar oleh Arkan. Sontak Kart shock dengan video itu.


"Apa ini Arkan !!" teriak Kart shock.


"Ini video kecelakaan keluarga Whitegar 2 tahun yang lalu kak!" ujar Arkan. Kart yang masih shock tiba-tiba merasa pusing, tubuhnya lemas dan hampir terjatuh beruntung dia langsung duduk di atas lantai sebelum tubuhnya jatuh.


"Argkkkhhh....kepalaku!" tiba-tiba ingatan Roki muncul di kepalanya, samar-samar ia pernah melihat video itu. Di remasnya kepalanya yang terasa pusing, saat ingatan itu muncul lagi tiba-tiba Kart pingsan.


Brukkkk.....


"Kak Kart !" teriak Arkan khawatir, dengan segera ia membopong tubuh Kart menuju pembaringan di ruangan itu.


Setelah beberapa menit pingsan, Kart membuka matanya lalu langsung bangkit berdiri. Mata hitam legam khas milik milik seseorang yang beberapa waktu lalu menghilang akhirnya kembali lagi.


"Hai adik ipar lama tak berjumpa," seringai Roki bangkit dari tidurnya.


"Roki!!" ucap Arkan kaget, ia menatap Roki yang terbangun kembali setelah sekian lama tidur.


"Sepertinya aku harus menyelesaikan tugasku dahulu, setelah itu aku bisa pergi dengan tenang!" ujar Roki sambil berjalan menuju komputernya dengan santai.


"A...ada apa ini? kenapa? Bu...bukankah Kau dan Kart telah ....." ucap arkan terbata, bingung dengan keadaan yang dialaminya.


"Tenanglah adik ipar, Kart butuh istirahat dan perlu mempersiapkan dirinya menerima ingatanku sepenuhnya," jelas Roki.


"Darimana kau dapatkan video ini?" tanya Roki menghentikan lamunan Arkan.


"Eh..oh iya, itu Video yang kudapat dari hasil penyelidikan oleh anak buah-ku kak!" jelas Arkan.

__ADS_1


"hmmm menarik, kalau begitu lihat ini!" ujar Roki.


Arkan pun mendekat lalu melihat video rekaman dashboard mobil yang diputar oleh Roki.


"Kak !! ini video dari sisi yang berbeda!" ujar Arkan melihat video yang berisi tentang kejadian dua tahun lalu yang menimpa anak kembarnya dan juga keluarga istrinya.


" Kenapa kau mencari tahu tentang ini? apa Arta yang memintamu?" tanya Roki memandang Arkan dengan serius.


"Bukan! Aku mendapatkan video ini saat menyelidiki kecelakaan keluarga kandung anak kembar-ku, keluarga Hillary. Dan aku tak menyangka jika mereka adalah orang yang sama yang menghancurkan dua keluarga besar ini!" jelas Arkan dengan nada penuh amarah.


"Jadi kedua anak itu selamat dan kini menjadi anak angkat kalian?" tanya Roki yang dibalas anggukan oleh Arkan.


" hufft syukurlah mereka selamat, mereka mengalami hal mengerikan saat itu. Aku baru mengetahuinya beberapa waktu lalu sebelum aku tidur. tak kusangka mereka adalah anak-anak malang yang selama ini kucari!" ujar Roki dengan raut wajah sedih sambil membuka sebuah file bernama "Hillary".


Arkan melihat file-file berisi foto-foto ketika kedua anak kembarnya disiksa, dan sebuah video CCTV saat Josua digilir oleh pedofil untuk melindungi adiknya. Video dimana Jeni dijadikan babu oleh anak konglomerat yang membeli mereka, setiap hari ia harus tersiksa, dicambuk, diludahi dan dibiarkan tidur di luar.


"Arkhhhh.....hiks hiks hiks anak-anakku yang malang!!" teriak Arkan menangisi anak kembarnya.


Hatinya terasa begitu sakit, rasanya seperti teriris dengan jutaan belati, tubuhnya lemah, rasanya sesak melihat kekerasan yabg dialami oleh anak-anaknya yang masih sangat kecil saat itu.


Hati Roki ikut terenyuh melihat Arkan untuk kali kedua menangis karena orang yang disayanginya disiksa.


Roki memegang pundak Arkan menguatkan pria itu.


"Tenanglah, kita akan balas semua perbuatan mereka!" ucap Roki menenangkan Arkan yang menangis begitu pilu.


"Kak, mereka telah merencanakan sesuatu untuk menjebak Tito dan Karina, karena mereka menganggap Tito dan Karina adalah pimpinan Star dan Mars Company," jelas Arkan yang mulai bisa mengendalikan dirinya.


"Kita ikuti saja permainan mereka!" ujar Roki dengan seringai licik di wajahnya.


"Lalu apa rencanamu kak?" tanya Arkan.


"Begini......," mereka pun membicarakan rencana mereka untuk melakukan pembalasan pada keluarga Mahendra.


.


.


.


Sementara itu, tiba-tiba Arta mengeluarkan air matanya, hatinya begitu sedih padahal saat ini ia tengah menonton film kartun bersama kedua anaknya.


"Hiks..hiks..hikss astaga kenapa aku menangis," ujar Arta kesal karena sedari tadi ia merasa tak karuan padahal tak ada yang mengusiknya.


"Mama kenapa? jangan nangis," ucap Jeni kecil yang memperhatikan Mamanya tengah menangis.


Josua langsung bangkit berdiri dan memeluk Mamanya, " Ada apa Ma?Mama sakit?" tanya Josua heran.


Arta menggelengkan kepalanya, ia sendiri tidak tahu kenapa ia menangis padahal film di depannya begitu lucu, sungguh aneh memang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2